WHO Peringatkan Sepuluh Persen Populasi Dunia Mungkin Telah Tertular COVID-19
Elshinta
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
WHO Peringatkan Sepuluh Persen Populasi Dunia Mungkin Telah Tertular COVID-19
ABC.net.au - WHO Peringatkan Sepuluh Persen Populasi Dunia Mungkin Telah Tertular COVID-19

Sekitar satu dari 10 orang mungkin telah terinfeksi virus corona, membuat sebagian besar populasi dunia rentan terhadap penyakit COVID-19, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

  • WHO mengatakan sebagian besar belahan dunia tetap berisiko dari penyebaran virus corona
  • Australia mengulangi seruannya untuk menyelidiki asal-usul pandemi
  • Rusia ingin mengevaluasi konsekuensi Amerika Serikat meninggalkan WHO

Kepada Dewan Eksekutif WHO, Mike Ryan, pakar utama keadaan darurat WHO menyampaikan perkiraan tersebut, yang berarti jumlahnya sudah 20 kali dari jumlah kasus global yang terkonfirmasi.

Dr Mike memperingatkan dunia sedang "menuju masa yang sulit," Ketika Asia Tenggara menghadapi lonjakan kasus, Eropa dan Mediterania timur mengalami peningkatan, sementara situasi di Afrika dan Pasifik Barat "cenderung lebih positif."

"Penyakit ini terus menyebar. Penyakit ini terus meningkat di banyak tempat di dunia," katanya

"Perkiraan terbaik kami saat ini menunjukkan sekitar 10 persen populasi global mungkin telah terinfeksi oleh virus corona."

Dr Mike didampingi oleh atasannya, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang beberapa menit sebelumnya memimpin peserta rapat mengheningkan cipta untuk menghormati para korban, kemudian bertepuk tangan untuk para petugas kesehatan yang telah berusaha menyelamatkan mereka.

Selama pertemuan tersebut, Amerika Serikat menyerang China dengan menyebut "kegagalan" memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang wabah virus corona

Tetapi Zhang Yang dari Komisi Kesehatan Nasional China, menjawab, "China selalu transparan dan bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban internasional kami."

China juga menjalin kontak erat dengan semua tingkat badan kesehatan PBB, tambahnya.

WHO dan para ahli lainnya mengatakan virus yang diyakini berawal dari pasar di kota Wuhan di China akhir tahun lalu berasal dari hewan.

WHO telah mengirimkan sejumlah ahli untuk ambil bagian dalam misi internasional ke China untuk menyelidiki asal usul virus ini, sebagai bahan pertimbangan otoritas China, kata Ryan, tanpa merincinya lebih lanjut.

Menurut asisten sekretaris kesehatan Amerika Serikat, Brett Giroir, sangatlah penting bagi 194 negara anggota WHO untuk menerima "pembaruan rutin dan tepat waktu, termasuk kerangka acuan untuk panel ini atau untuk misi lapangan apapun, sehingga kita semua dapat terlibat dalam proses dan lebih yakin mencapai hasil. "

Jerman, berbicara mewakili Uni Eropa, mengatakan sebuah misi yang diisi oleh para ahli harus segera diluncurkan, sementara Australia mendukung penyelidikan yang dilakukan dengan cepat.

Sementara itu, Alexandra Dronova, wakil menteri kesehatan Rusia, menyerukan evaluasi dampak hukum dan keuangan dari Pemerintahan Presiden Trump yang mengumumkan penarikan Amerika Serikat dari WHO Juli mendatang.

Amerika Serikat tidak akan membayar sekitar US$80 juta (sekitar Rp1,2 triliun) yang menjadi utangnya kepada WHO dan akan mengalihkan uang tersebut untuk membantu membayar tagihan PBB di New York, menurut seorang pejabat Amerika Serikat pada 2 September lalu.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Untuk Pertama Kalinya Penumpang Internasional Masuk Australia Tanpa Karantina
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Pesawat pertama dari tiga penerbangan asal Selandia Baru telah mendarat di Bandara Sydney. Untuk per...
Warga Melbourne Akhirnya Bisa Keluar Rumah Untuk Potong Rambut
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Setelah menjalani lockdown tahap keempat yang ketat selama sekitar 100 hari, warga Kota Melbourne, A...
Alasan Sejumlah Warga Asal China Tinggal di Pedesaan Australia
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Mayoritas warga Australia tinggal di kota besar seperti Sydney dan Melbourne, dan migran baru pun le...
Burung yang Cerdas: Apa yang Anda Ketahui Tentang Kakatua Berjambul Kuning?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Burung kakatua dikenal sebagai salah satu hewan yang pintar. Tapi tahukah Anda jenis kakatua jambul ...
Banyak yang Pilih Pulang, Pengiriman Barang dari Australia ke Indonesia Naik
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Beberapa penyedia layanan kargo di Melbourne mengaku telah mendapat lonjakan permintaan pengiriman b...
Akibat Buruknya Penanganan COVID: Pengaruh Diplomatik RI Anjlok di Tahun 2020
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pengaruh diplomatik Indonesia anjlok sebesar 5,2 persen akibat buruknya penanganan COVID-19, namun m...
Apa yang dilakukan Kepolisian Australia Saat Anggotanya Sendiri Terlibat KDRT?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Polisi di Australia seringkali gagal menindak para polisi lain yang melakukan Kekerasan dalam Rumah ...
Unjuk Rasa di Thailand Memasuki Hari Keenam. Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pemerintah Thailand berusaha membendung protes yang sedang berlangsung dengan ancaman akan menyensor...
Nasib Pertanian Jika Pemerintah Australia Tak Mengampuni Pekerja Gelap
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pemerintah Australia memutuskan untuk tidak memberikan pengampunan kepada para pekerja gelap. Keputu...
Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut Pilkada di Melbourne
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Santi Whiteside sudah tinggal di Australia lebih dari 20 tahun dan kini ia menjadi salah satu kandid...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV