Iran Semakin Dekat Penjarakan Kembali Perempuan Aktivis HAM
Elshinta
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Iran Semakin Dekat Penjarakan Kembali Perempuan Aktivis HAM
VOA Indonesia - Iran Semakin Dekat Penjarakan Kembali Perempuan Aktivis HAM
Iran telah melangkah semakin dekat untuk memenjarakan kembali seorang perempuan aktivis HAM atas tentangannya yang dilakukan secara damai terhadap penguasa Islamis di negara itu. Seorang sumber memberitahu VOA perempuan itu dijatuhi hukuman penjara enam tahun karena mengkritik penguasa Islamis dengan protes di jalan dan media sosial.  Berbicara dari Iran sebelumnya bulan ini, seorang sumber yang dekat dengan aktivis Jila Karamzadeh Makvandi mengatakan perempuan itu dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena berpartisipasi dalam protes antipemerintah di jalan-jalan dan menyatakan pandangan antipemerintah di media sosial.  Babak Paknia, salah seorang pengacara Makvandi, melaporkan tentang hukuman itu dalam cuitan 4 Oktober lalu.  Sumber itu menyatakan, hakim Iran Seyed Ali Mazloum memerintahkan Makvandi untuk menjalani hukuman lima tahun penjara karena “berkumpul dan bersekongkol menentang keamanan nasional” dan satu tahun lainnya karena menyebarkan propaganda antipemerintah.  Berdasarkan undang-undang Iran, hukuman penjara efektif Makvandi adalah lima tahun. Ia masih bebas dengan jaminan, sambil menunggu putusan banding, setelah pihak berwenang menangkapnya pada 12 November 2019, dan menahannya selama 20 hari.  Paknia mengajukan banding atas hukuman itu pada 29 September, sebut sumber VOA yang menyatakan bahwa Makvandi ditahan karena berpartisipasi dalam protes antipemerintah yang melanda Iran November tahun lalu untuk menentang kenaikan harga BBM bersubsidi. Kantor berita Ensaf menyebut hukuman Makvandi dalam artikel 5 Oktober, dengan mengutip kantor berita aktivis HAM (HRANA) yang beroposisi. Tetapi tidak ada pernyataan resmi dari pihak berwenang Iran mengenai kasusnya di media pemerintah, dan juga tidak ada pernyataan mengenai kapan pengadilan banding akan mulai meninjau hukumannya. [uh/ab]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Suaka Gajah di Myanmar Terancam Covid-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Wabah virus corona menimbulkan tekanan finansial di sebuah suaka alam yang didedikasikan untuk gajah...
Radio Lokal Raih Untung di Tengah Pandemi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Pendapatan radio lokal skala kecil di sejumlah daerah tidak terdampak pandemi Corona karena tetap be...
Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Diam di Rumah Selama Libur Panjang
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Jelang liburan panjang, Satgas Penanganan COVID-19 berharap agar masyarakat tidak banyak melakukan k...
Menteri Dalam Negeri Perancis Perintahkan Penutupan Masjid di Paris
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Menteri Dalam Negeri Perancis Gerald Darmanin memerintahkan penutupan sebuah masjid di sebuah kota d...
Jubir Kremlin Sangkal Tuduhan AS soal Serangan di Dunia Maya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hari Selasa (20/10) menyangkal tuduhan terbaru Amerika tentang ser...
WHO Kritisi Percobaan Virus yang Kontroversial di Inggris
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Juru bicara Badan Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris mengatakan para sukarelawan dalam penelitian...
Pandemi Meluas, Anak-Anak Kenya Jalani Pekerjaan Apapun
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Sejumlah remaja putri di Nairobi, Kenya, yang diwawancarai kantor berita Associated Press tidak inga...
Keluarga Serangan Teror di Sudan Tolak Kesepakatan dengan AS
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Salah seorang pengacara yang mewakili korban serangan teror di Kedutaan Besar Amerika di Sudan tahun...
Tunangan Kashoggi Gugat Putra Mahkota Arab Saudi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Tunangan Jamal Kashoggi, kolumnis suratkabar Washington Post yang dibunuh, hari Selasa (20/10) menga...
Baku Tembak di Perbatasan Gaza Usai Penemuan Terowongan ke Israel 
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:20 WIB
Militer mengatakan, Selasa (20/10), Israel membalas serangan roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV