Polisi Pastikan 2 Demonstran Alami Luka Tembak Akibat Bentrokan di Thailand
Elshinta
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Polisi Pastikan 2  Demonstran Alami Luka Tembak Akibat Bentrokan di Thailand
VOA Indonesia - Polisi Pastikan 2 Demonstran Alami Luka Tembak Akibat Bentrokan di Thailand
Polisi Thailand,  Rabu (18/11), memberikan konfirmasi bahwa dua orang terluka oleh tembakan. Aparat mengatakan penembakan itu terjadi selama bentrokan antara para demonstran prodemokrasi dan para pendukung setia kerajaan yang menentang reformasi kerajaan dan perubahan konstitusi. Wakil Juru Bicara Kepolisian Thailand Kissana Phathanacharoen mengatakan pihaknya sedang menyelidiki masalah tersebut. Ia menambahkan tidak ada peluru tajam atau peluru karet yang digunakan oleh pihak berwenang selama demonstrasi yang digelar oleh dua kelompok yang berlawanan itu di dekat parlemen pada hari Selasa (17/11). Para pengunjuk rasa prodemokrasi sempat bentrok dengan polisi dan berusaha menerobos penghalang yang diperkuat kawat berduri untuk memasuki halaman gedung parlemen. Mereka ingin memastikan parlemen menyetujui perubahan konstitusi, sementara para anggota parlemen sedang memperdebatkan apakah akan mendukung amendemen yang diusulkan. Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air yang dicampur bahan kimia tertentu terhadap para demonstran. Polisi kemudian mundur setelah bentrokan selama berjam-jam. Dinas layanan darurat Erawan melaporkan 55 orang terluka, dan empat di antaranya membutuhkan perawatan rumah sakit, akibat bentrokan tersebut. Bentrokan jalanan itu terjadi mulai sore hari dan berakhir sekitar enam jam kemudian, setelah  para pemimpin protes menyerukan agar para pengikut mereka berhenti dan menghimbau mereka untuk pulang. Itu adalah kekerasan terburuk selama berbulan-bulan aksi unjuk rasa, meskipun polisi sebelumnya telah menggunakan meriam air setidaknya dua kali. Parlemen dijadwalkan akan melangsungkan pemungutan suara atas tujuh amendemen konstitusi yang diusulkan dalam sidang gabungan DPR dan Senat yang berlangsung dua hari. Perubahan konstitusi membutuhkan persetujuan kedua majelis itu. Setiap mosi yang disetujui harus melalui pemungutan suara kedua dan ketiga, yang setidaknya berlangsung sebulan setelah pemungutan suara pekan ini. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Koroner Periksa Pengaruh Polusi Udara dalam Kematian Anak Perempuan Inggris
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Pemeriksaan koroner dimulai di London pada Sein (30/11) untuk menentukan apakah polusi udara ikut me...
Corona Yogya: Kasus Melonjak, Kekurangan Nakes, dan Dominasi Pasien Muda
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Seperti Jawa Tengah yang dinilai menjadi episentrum baru kasus positif corona di Indonesia, Yogyakar...
Protes di Penjara Sri Lanka Terkait Covid Akibatkan Kematian
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Para pejabat mengatakan protes narapidana hari Minggu (29/11) atas meningkatnya jumlah infeksi Covid...
Sedikitnya 110 Orang Tewas dalam Serangan terhadap Petani Nigeria
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Sedikitnya 110 orang dikhawatirkan tewas dalam serangan akhir pekan terhadap para petani di bagian t...
Fauci Peringatkan Potensi Lonjakan Infeksi Covid
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Pakar penyakit menular utama Amerika pada hari Minggu (29/11) memperingatkan tentang kemungkinan lon...
Iran Langsungkan Pemakaman Ilmuwan Nuklir yang Dibunuh
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Iran telah melangsungkan pemakaman seorang ilmuwan pendiri  program nuklir militer negara itu ya...
Kemungkinan Pemerkosaan Nora Anne Quorin Tak Sepenuhnya Bisa Dikesampingkan
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Seorang ahli patologi Inggris mengatakan, Senin (30/11), tidak ada bukti positif bahwa seorang re...
Kapal Riset Oruc Reis Kembali ke Pelabuhan Antalya, Turki
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Kapal riset Turki yang menjadi pusat pertikaian antara Turki dan Yunani terkait sumber daya ene...
China, Malaysia, Bersengketa Soal Klaim Maritim
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
China dan Malaysia telah memasuki kebuntuan yang tenang tetapi berlarut-larut di laut di mana klaim ...
PM Ethiopia Serukan Sidang Luar Biasa Parlemen Terkait Tigray
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:27 WIB
Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed menyerukan sidang luar biasa parlemen pada hari Senin (30/11), s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV