Obat Antibodi Covid-19: Apakah Ampuh Sembuhkan Pasien?
Elshinta
Kamis, 04 Februari 2021 - 12:45 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Obat Antibodi Covid-19: Apakah Ampuh Sembuhkan Pasien?
DW.com - Obat Antibodi Covid-19: Apakah Ampuh Sembuhkan Pasien?

Daftar kandidat obat Covid-19 sangat panjang. Tiap hari ada berita baru mengenai tema ini. Tapi belum ada satupun yang terbukti ampuh memerangi penyakit yang dipicu virus corona SARS-CoV-2. Termasuk obat-obatan yang digunakan saat ini, terutama yang diberikan untuk mencegah pasien Covid-19 mengalami sakit parah.

Sejak beberapa hari belakangan, diskusi mengenai dua jenis obat antibodi untuk pasien Covid-19 risiko tinggi kembali mencuat di Jerman. Yakni Bamlanivimab dari perusahaan farmasi Eli Lilly, dan REGN-CoV-2 buatan Regeneron, berupa "cocktail" dua antibodi Casirivimab dan Imdevimab.

Di Amerika Serikat, dua jenis obat antibodi ini telah mendapat izin penggunaan darurat untuk diberikan kepada pasien berusia 12 tahun ke atas, yang memiliki risiko mengembangkan gejala berat Covid-19. Lembaga pengawas obat-obatan AS (FDA) menyebutkan bahwa obat ini bisa menurunkan probabilitas gejala sakit berat.

Walaupun di Uni Eropa obat antibodi ini belum mendapat izin dari lembaga regulasi obat, pemerintah Jerman sudah membeli 200.000 dosis obat antibodi ini seharga 200 Euro (sekitar Rp. 3,4 juta) per dosis, untuk mengobati pasien Covid-19 yang menghadapi risiko gejala parah.

Bagaimana cara kerja obat antibodi?

Kedua obat antibodi itu memiliki prinsip kerja yang sama. Antibodi mengikat apa yang disebut "Spike protein" pada virus SARS-CoV-2. Dengan cara itu virus corona dicegah memasuki sel manusia. Antibodi monoklonal ini direkayasa di laboratorium, dan berfungsi membuat virusnya tidak berdaya setelah kasus infeksi.

Obat buatan perusahaan farmasi AS Regeneron ini mengandung dua jenis antibodi monoklonal. Pengobatan menunjukkan pengurangan beban virus, yakni jumlah virus yang terlacak pada tubuh, dan dengan cepat menurunkan gejalanya, demikian keterangan Regeneron. Obat antibodi Regeneron diberikan kepada mantan presiden AS, Donald Trump saat dia terinfeksi corona Oktober 2020 lalu.

"Keunggulan cocktail antibodi Regeneron, probabilitasnya efektifitasnya lebih bagus, karena paling tidak ada satu antibodi yang benar-benar ampuh untuk setiap pengobatan spesifik" ujar pakar virologi Jerman Sandra Ciesek dalam podcast "Coronavirus-Update" dari stasiun penyiaran NDR.

Seperti diketahui, obat antibodi dari perusahaan farmasi Eli Lilly hanya mengandung satu jenis antibodi monoklonal.

Obat antibodi ini berfungsi seperti imunisasi pasif. "Pemberian obat antibodi kepada pasien berisiko tinggi pada stadium awal Covid-19, membantu mencegah munculnya gejala sakit yang lebih parah", kata menteri kesehatan Jerman, Jens Spahn.

Jika obat antibodi diberikan dalam waktu 10 hari setelah terinfeksi, hasilnya terbukti sangat bagus. Demikian hasil penelitian, seperti diungkapkan pimpinan FDA Stephen Hahn.

Apakah ada efek sampingnya?

Sejauh ini riset klinis terhadap pasien yang mendapat pengobatan dengan Regeneron tidak menunjukkan efek samping lebih berat daripada kelompok pembanding. Namun FDA juga mengingatkan, ada kemungkinan potensi efek samping, baik yang lazim maupun yang berat.

Efek vaksinasi pasif yang lazim antara lain, demam, meriang, sakit kepala, mual, pusing, sakit tenggorokan atau ruam pada kulit. Sementara kemungkinan reaksi berlebihan antara lain syok anaphilaktis yang dipicu obat antibodi tersebut.

FDA melaporkan, antibodi Casirivimab dan Imdevimab dari Regeneron maupun Bamlanivimab dari perusahaan farmasi Eli Lilly masih terus diteliti, dan kemungkinan belum semua risiko dikenali atau diketahui. Pada obat antibodi Eli Lilly dalam riset pada 850 kasus mencatat ada dua kasus efek samping berat, yang kemudian ditangani sesuai prosedur.

Hannah Fuchs (as/gtp)



Pemerintah Jerman membeli dua jenis obat antibodi Covid-19, yaitu Bamlanivimab dan REGN-CoV-2. Obat ini terbukti ampuh melawan Covid-19 pada Trump. Bagaimana cara kerja obat antibodi corona?
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Di seluruh dunia saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin. 50 diantaranya sudah melakukan uji klini...
Menambang Batuan Langit bagi Kebutuhan Manusia
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Pertambangan di luar angkasa adalah fiksi ilmiah yang perlahan menjadi kenyataan. Gagasan ini berang...
Pembiakan Ikan Lokal, Hidupkan Danau-Danau Rwanda
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Lenyapnya populasi ikan lokal akibat penangkapan berlebihan, perlahan ikut bunuh danau-danau di Rwan...
Gaya Surealisme pada Desain Mebel
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Stelios Mousarris lebih menyerupai pematung ketimbang pembuat mebel. Keunikannya yakni gaya surealis...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Oposisi Parsial Era Jokowi
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Boleh dikatakan, dinamika sosial-politik hari ini lebih "senyap” dari era Orde Baru. Masy...
Lelah Dengan Konferensi Video Tiada Akhir? Anda Tidak Sendirian!
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Ada tahun-tahun ketika kita semua mulai memakai kata "googling" atau "facebooking&quo...
Festival Film Berlinale Digelar Online di Tengah Pandemi Corona
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Biasanya, di tengah cuaca tengah beku di akhir Februari, para kolektor tanda tangan selalu berkerumu...
Larangan Alkohol Picu Konsumsi Miras?
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Larangan alkohol seringkali menguntungkan kelompok kriminal yang mendulang harta lewat produksi mira...
Digelar Virtual Saat Pandemi, Golden Globe Mulai Rangkul Keberagaman
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:45 WIB
Perhelatan seremoni Penghargaan Golden Globe yang biasanya dipenuhi para selebriti papan atas dalam ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV