Roni Faisal Polisi Penyelamat Anak Pelaku Bom Bunuh Diri
Rabu, 16 Mei 2018 - 13:05 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - Roni Faisal Polisi Penyelamat Anak Pelaku Bom Bunuh Diri

Roni Faisal tidak menganggap dirinya pahlawan.

Seorang personil kepolisian Surabaya Jawa Timur mengatakan dia hanya melakukan apa yang seorang ayah akan lakukan ketika dia bergegas mendatangi tempat kejadian bom bunuh diri untuk menyelamatkan seorang gadis kecil.

"Saya melihat dia masih kecil - tujuh atau delapan tahun. Wajah dan tubuhnya berlumuran darah," katanya kepada ABC.

"Sebagai seorang ayah, naluri saya mengatakan untuk menyelamatkannya. Saya mendekat, menangkapnya dan membawanya ke petugas medis."

Gadis kecil itu menaiki salah satu dari dua sepeda motor yang digunakan oleh pelaku bom bunuh diri untuk meledakkan pintu masuk Markas Kepolisian Kota Besar (Mapoltabes) Surabaya pada Senin (14/5/2018) pagi.

Witness footage shows a young girl being carried from the blast site Video: Witness footage shows a young girl being carried from the blast site (Indonesian)

Empat orang, seluruhnya berasal dari satu keluarga, tewas dalam ledakan itu, tetapi anak kecil itu berhasil selamat.

"Setelah beberapa saat, dia mulai bergerak tanpa daya, meminta bantuan," kata Roni.

"Orang-orang berteriak padanya, mendorongnya untuk berdiri ... sebagai manusia, saya hanya berpikir untuk menyelamatkannya, meskipun dia terlibat dalam pemboman."

Gambar amatir, yang direkam di tempat kejadian, menunjukkan gadis itu berdiri di antara sisa-sisa keluarga yang sudah meninggal, sebelum Roni membopong tubuhnya dan bergegas membawanya ke tempat yang aman.

Saat kembali bekerja pada Selasa (15/5/2018), Roni Faisal mengaku dirinya masih tidak percaya bahwa anak-anak digunakan sebagai senjata mematikan oleh orang tua mereka sendiri.

"Saya seorang Muslim juga. Tidak ada seorang pun yang melakukan hal seperti itu layak mengaku sebagai Muslim," katanya.

Roni Faisal mengatakan dia berharap dapat mengunjungi gadis itu segera setelah dia pulih.

"Saya tidak tahu apa yang akan saya katakan padanya," katanya.

“Saya hanya akan memeluknya dan berharap dia masih di bawah perlindungan Tuhan."

Serangan terhadap Kantor Polisi Surabaya terjadi sehari setelah serangan lain yang melibatkan anak-anak di kota tersebut.

Enam anggota keluarga yang sama telah meledakkan diri mereka sendiri dalam tiga serangan terpisah terhadap tiga gereja di kota itu, selama kebaktian Minggu.

Dalam salah satu serangan, dua saudara perempuan, berusia delapan dan 12 tahun, diikat dengan bahan peledak dan dipimpin oleh ibu mereka ke pintu masuk ke sebuah gereja, sebelum bom diledakkan.

Pada Minggu (13/5/20180 malam, empat anggota keluarga lain juga terbunuh, termasuk dua anak, ketika sebuah bom yang sedang dirakit ayah mereka di dalam rusunawa mereka meledak.

Kota Surabaya, Jawa Timur tetap waspada, dengan melakukan patrol di jalan-jalan dan petugas bersenjata ikut berpatroli di gereja-gereja.

Di Kantor Pusat Polisi, siapa pun yang mendekati pintu masuk akan dihentikan dan ditelusuri, terutama mereka yang membawa anak.

ABC menyaksikan salah seorang ayah dipaksa melepaskan jaket yang dikenakan putranya, untuk memastikan dia bukan seorang pembom, sebelum mereka bisa mendekat.

CCTV vision shows the moment the bomb goes off Video: CCTV vision shows the moment the bomb goes off (Indonesian)

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Orang tua seorang remaja laki-laki yang tewas bunuh diri mengeluhkan pastor Katolik mereka karena me...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Today’s Catholic/Joe Romie Upacara di gereja yang memasukkan Jessica Haye...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
BBC Khazanchi Nath lahir dua tahun lalu saat ibunya Sarvesha Devi berdiri dalam ...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
AFP Ketua perundingan, Michal Kurtyka, begitu bersemangat saat kesepakatan dicap...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Para arkeolog di Mesir telah menemukan makam yang menarik - tempat peristirahatan terakhir seorang i...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Cinesofa Nyonya B dijual kepada seorang pria Cina dan kemudian berakhir menjual ...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum sepakat soal siapa yang akan diajukan ke D...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Getty Images Seperti saat mengontrol asupan makanan, manusia disarankan mengelol...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Kotak suara Pemilu 2019 yang terbuat dari karton dupleks diragukan kualitasnya oleh sejumlah kalanga...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Getty Images Hubungan Korut dan Korsel semakin menghangat, tetapi hubungan merek...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)