Malaysia Berubah Dari Diktator Ke Demokrasi Yang Hidup
Rabu, 16 Mei 2018 - 13:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - Malaysia Berubah Dari Diktator Ke Demokrasi Yang Hidup

Ini adalah momen yang luar biasa.

Seminggu lalu, kita tidak menduga bahwa Koalisi Pakatan Harapan akan memenangkan pemilu, apalagi bahwa Anwar Ibrahim akan dibebaskan, dan bahkan kemungkinan dua tahun lagi akan menjadi Perdana Menteri Malaysia berikutnya.

Setelah pembebasannya yang hingar bingar di Kuala Lumpur, Anwar sedang dalam perjalanan ke Istana untuk bertemu dengan Yang Dipertuan Agong Malaysia.

Dia akan memberikan jumpa pers kemudian dimana di akan menjelaskan apa yang ada dalam benaknya saat ini.

Hari Rabu malam akan ada pawai bagi para pendukungnya, sementara Perdana Menteri Mahathir Mohamad akan menggantikan para birokrat yang berasal dari rezim lama.

Ada perbedaan di Malaysia setelah pemilu dibandingkan sebelum pemilu dan warga lebih terbuka berbicara dengan media, dan media tiba-tiba bebas.

Banyak artikel sudah ditulis mengenai kehidupan politik dari kedua sisi.

Sebelumnya media dikuasai oleh pemerintah, dan sekarang tidak lagi, sekarang ada demokrasi yang hidup.

Saya kira Malaysia belum pernah merasakan hal tersebut sebelumnya.

Sebelumnya sudah berlangsung 61 tahun kekuasaan satu partai dan kediktaroran di bawah partai yang pernah dipimpin oleh Dr Mahathir sendiri, UMNO.

Semua itu sekarang sudah tidak ada lagi.

Negara ini sekarang tampaknya betul-betul menjadi negara demokratis, dan ini sangat mengesankan.

Banyak warga yang terbuka membicarakannya.

"Angin segar" demikian banyak orang berulang kali mengatakannya.

Lihat tulisannya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Orang tua seorang remaja laki-laki yang tewas bunuh diri mengeluhkan pastor Katolik mereka karena me...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Today’s Catholic/Joe Romie Upacara di gereja yang memasukkan Jessica Haye...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
BBC Khazanchi Nath lahir dua tahun lalu saat ibunya Sarvesha Devi berdiri dalam ...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
AFP Ketua perundingan, Michal Kurtyka, begitu bersemangat saat kesepakatan dicap...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Para arkeolog di Mesir telah menemukan makam yang menarik - tempat peristirahatan terakhir seorang i...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Cinesofa Nyonya B dijual kepada seorang pria Cina dan kemudian berakhir menjual ...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum sepakat soal siapa yang akan diajukan ke D...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Getty Images Seperti saat mengontrol asupan makanan, manusia disarankan mengelol...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Kotak suara Pemilu 2019 yang terbuat dari karton dupleks diragukan kualitasnya oleh sejumlah kalanga...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Getty Images Hubungan Korut dan Korsel semakin menghangat, tetapi hubungan merek...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: