Selasa, 25 September 2018 | 17:08 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Berita Mitra

Fakta Seputar Serangan Mapolda Riau

Rabu, 16 Mei 2018 - 15:08 WIB   

Kepolisian Daerah Riau mendapat serangan teror usai empat pria bersenjata tajam menyerbu Mapolda di Pekanbaru dan menewaskan seorang petugas. Polisi berhasil menewaskan empat pelaku penyerangan, sementara seorang dikabarkan melarikan diri.

Serangan di Riau memperpanjang deretan kasus terorisme yang melanda Indonesia baru-baru ini.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan para pelaku mengendarai sebuah minibus menerobos masuk ke halaman depan mapolda. Empat penyerang menghunus pedang dan menyerbu petugas di sekitar sebelum dilumpuhkan aparat. Adapun empat tersangka dilaporkan berhasil melarikan diri.

"Empat orang gunakan pedang tajam, sudah disiapkan, betul-betul tajam. Dua anggota kena tebas di leher, alhamdulillah selamat. Satu kena di tangan, satu luka ringan dari reporter TV One dan satu orang anggota saya ditabrak dan pada saat dibawa ke RS dalam kondisi luka berat dan baru saja meninggal dunia," ungkapnya dalam jumpa pers sepertin dilansir Kompas.

Ipda Auzar meninggal dunia di RS Bhayangkara Riau setelah ditabrak pelaku.

Detik melaporkan, serangan dilakukan ketika aparat disiagakan jelang jumpa pers terkait penanganan narkoba. Kompleks yang berada di seberang kantor gubernur itu dikabarkan sudah dipenuhi petugas sejak Rabu (16/5) pagi.

Saat berita ini diturunkan kepolisian sudah menurunkan tim identifikasi TKP, Inafis, dan Gegana buat memeriksa mobil yang ditinggalkan pelaku. Polisi ingin memastikan mobil tersebut tidak menyimpan bahan peledak.

Sementara itu harian Tribunnews mempublikasikan sebuah surat yang ditemukan pada salah seorang pelaku yang tewas ditembak. Di dalamnya terdapat dua ayat Al-Quran yang memerintahkan untuk memerangi kaum kafir. "Sungguh kami akan terus memerangi kalian walaupun salah satu dari kami akan terbunuh, itu adalah hal kecil bagi kami demi tegaknya ajaran Allah di muka bumi ini. Karena kami tidak ridho diatur oleh aturan kafir."

Namun sejauh ini belum ada konfirmasi mengenai keaslian surat tersebut.

rzn/yf (detik, kompas, tribunnews, ap)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 25 September 2018 - 08:56

Bawaslu: Caleg tidak kampanye iklan di media

Timnas Indonesia | 24 September 2018 - 17:10

Ernando yakin bisa raih point penuh dari Vietnam

Pemilihan Presiden 2019 | 23 September 2018 - 16:25

Hasto: Deklarasi kampanye damai tak boleh disia-siakan godaan kekuasaan

Ekonomi | 17 September 2018 - 19:09

Indeks bursa ditutup melemah seiring perang dagang

Liga Inggris | 16 September 2018 - 09:49

Xhaka buka keunggulan Arsenal saat berkunjung ke Newcastle

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com