Penyerangan Polda Riau: Seorang polisi meninggal, dua terluka
Rabu, 16 Mei 2018 - 15:08 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
BBC Indonesia - Penyerangan Polda Riau: Seorang polisi meninggal, dua terluka

Sebanyak dua polisi terluka dan satu lainnya meninggal dunia akibat serangan sejumlah orang di Mapolda Riau.

"Seorang anggota polisi terluka di ibu jari tangan kanan dan seorang lainnya luka di bagian belakang kepala," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto dalam jumpa pers, Rabu (16/5).

Di samping dua korban cedera, ada pula seorang polisi yang meninggal dunia.

Dalam insiden itu, AKBP Sunarto menyebut empat orang ditembak hingga tewas. Dia juga mengatakan seorang lainnya melarikan diri dan belakangan ditangkap personel Polresta Pekanbaru.

Kejadian bermula ketika mobil Avanza putih nopol BM 1192 RQ mencoba menerobos Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau pada pukul 09.00 WIB.

"Namun, karena terhalang pagar, dia menabrak pagar dan masuk halaman Mapolda," kata AKBP Sunarto.


riau
BBC

1. Kerusuhan di Mako Brimob, 8 Mei

2. Penembakan terduga teroris di Cianjur, 13 Mei

3. Pengeboman tiga gereja & rumah susun di Surabaya, 13 Mei; Pengeboman di Polrestabes Surabaya, 14 Mei


Dari dalam mobil, keluar empat orang mengenakan topeng yang langsung berlari mengejar polisi sambil membawa senjata tajam jenis katana. Akibatnya dua polisi mengalami luka-luka.

Selain itu, dua wartawan yang hendak meliput di Mapolda Riau ikut terluka karena tersenggol kendaraan penyerang.

Mereka adalah Rian dari TV One dan Madi juru kamera MNC. Mereka dilarikan ke RS Bhayangkara, menurut saksi mata, Doddy Vladimir seorang fotografer Tribun Pekanbaru yang berada di lokasi saat kejadian.

Segera setelah penyerangan dilakukan, berdasarkan pemantauan wartawan di Pekanbaru, Deddy Sutisna, supir kendaraan berusaha membawa mobil keluar dari Mapolda. Mobil itu kemudian menabrak seorang polisi yang berusaha menahan lajunya.

"Anggota kita meninggal ditabrak," kata AKBP Sunarto.

Supir tersebut sempat melarikan diri namun kemudian ditangkap polisi. AKBP Sunarto mengaku pihaknya belum mengetahui identitas para penyerang dan afiliasi mereka.

Kepolisian juga menemukan rangkaian kabel di dalam mobil Avanza yang ditumpangi para penyerang. Namun belum bisa dipastikan apakah benda itu mengandung bahan peledak. Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Orang tua seorang remaja laki-laki yang tewas bunuh diri mengeluhkan pastor Katolik mereka karena me...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Today’s Catholic/Joe Romie Upacara di gereja yang memasukkan Jessica Haye...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
BBC Khazanchi Nath lahir dua tahun lalu saat ibunya Sarvesha Devi berdiri dalam ...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
AFP Ketua perundingan, Michal Kurtyka, begitu bersemangat saat kesepakatan dicap...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Para arkeolog di Mesir telah menemukan makam yang menarik - tempat peristirahatan terakhir seorang i...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Cinesofa Nyonya B dijual kepada seorang pria Cina dan kemudian berakhir menjual ...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum sepakat soal siapa yang akan diajukan ke D...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Getty Images Seperti saat mengontrol asupan makanan, manusia disarankan mengelol...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Kotak suara Pemilu 2019 yang terbuat dari karton dupleks diragukan kualitasnya oleh sejumlah kalanga...
Senin, 17 Desember 2018 - 08:32 WIB
Getty Images Hubungan Korut dan Korsel semakin menghangat, tetapi hubungan merek...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)