Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:09 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Berita Mitra

Presiden Erdogan dan PM Netanyahu kembali perang kata-kata

Kamis, 17 Mei 2018 - 10:39 WIB   
BBC Indonesia - Presiden Erdogan dan PM Netanyahu kembali perang kata-kata
BBC Indonesia - Presiden Erdogan dan PM Netanyahu kembali perang kata-kata

Unjuk rasa warga Palestina di perbatasan Gaza dan Israel, yang menewaskan 58 orang dan melukai sekitar 2.700 warga Palestina lainnya, juga memicu bentrokan lain.

Seteru sengit Israel, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, langsung menggunakan kekerasan pada awal pekan tersebut untuk kembali menyerang dengan menulis di Twitter bahwa Netanyahu adalah perdana menteri negara apartheid.

Komentar itu ditanggapi PM Israel, Benjamin Netanyahu, dengan menyebut Erdogan sebagai salah satu pendukung kuat Hamas.

Kelompok Hamas -yang menguasai Jalur Gaza dan menjadi motor dalam aksi unjuk rasa di perbatasan Gaza dan Israel- ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Israel, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Bukan pertama kalinya kedua pemimpin itu saling perang kata-kata.

Awal April, Erdogan dan Netanyahu saling menyerang lewat Twitter setelah jatuhnya korban jiwa dalam awal unjuk rasa bergelar Pawai Besar Kepulangan di perbatasan Gaza dengan Israel.

Unjuk rasa itu berlangsung hingga pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jerusalem, Senin (14/05), dan peringatan 70 tahun yang disebut Palestina sebagai Nakba atau pengungsian besar-besaran rakyat Palestina setelah terbentuknya negara Israel, Selasa (15/05).

Israel, Gaza
EPA
Utusan Palestina di PBB menyerukan penghentian operasi militer Israel.

Dalam unjuk rasa Senin awal pekan ini, para pengunjuk rasa Palestina melempari batu dan peralatan pembakar sementara tentara Israel melepas tembakan peluru api dan gas air mata.

Pihak berwenang Palestinya menyebutkan 58 orang dan 2.700 lainnya cedera, termasuk anak-anak.

https://twitter.com/RT_Erdogan/status/996408779594969088

https://twitter.com/netanyahu/status/996349958969266176

Jatuhnya korban jiwa yang besar itu membuat Presiden Erdogan -dalam serangan Twitter terbarunya- menyebut ada darah warga Palestina di tangan Netanyahu.

"Mau pelajaran tentang kemanusiaan? Baca 10 Perintah Tuhan," tambah Presiden Erdogan.

Menanggap komentar itu, Netanyahu mengatakan Erdogan sebagai pendukung berat Hamas dan, "tidak diragukan lagi dia memahami terorisme dan pembantaian. Saya sarankan dia tidak berkhobah tentang moralitas kepada kami."

Salingserang komentar juga terjadi saat Sidang Daurat Dewan Keamanan PBB di New York, Selasa (15/05), antara delegasi Palestina dan Israel.

Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengatakan, "Kami mengecam dalam pengertian paling keras pembantaian menjijikkan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza."

Dia juga menyerukan penghentian operasi militer Israel dan penyelidikan internasional yang transparan untuk yang disebutnya sebagai serangan brutal Israel atas rakyat Palestina yang mengungkapkan perlawanannya.

Gaza, Palestina
EPA
Pihak berwenang di Gaza menyatakan 2.700 orang cedera selain korban 38 jiwa.

Sementara utusan Israel, Danny Danon, berpendapat bahwa insiden di perbatasan bukan unjuk rasa, mereka bukan pengunjuk rasa, mereka adalah perusuh dengan kekerasan."

Dia menambahkan Hamas menjadikan rakyat sebagai sandera Gaza

"Mereka memicu orang untuk melakukan kekerasan, menempatkan sebanyak mungkin warga sipil di garis tembak untuk memaksimalkan korban sipil, kemudian mereka menuding Israel dan datang ke PBB untuk protes."

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 13 Agustus 2018 - 16:46

Dinas Kesehatan: Waspadai Ispa selama kemarau

Pendidikan | 11 Agustus 2018 - 10:37

Dispar: Pariwisata sektor terbesar kedua sumbang devisa

Pemilihan Presiden 2019 | 10 Agustus 2018 - 10:32

Demokrat pastikan ikut daftar ke KPU

Aktual Dalam Negeri | 09 Agustus 2018 - 17:07

Kemhan: Dua pesawat Sukhoi-35 tiba tahun depan

Sosbud | 06 Agustus 2018 - 20:35

Menteri ESDM sarankan masyarakat gunakan gas kota

Aktual Dalam Negeri | 05 Agustus 2018 - 20:29

Ratusan domba ikuti seni ketangkasan di Garut

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com