Jumat, 25 Mei 2018 | 21:43 WIB

Daftar | Login

puasa puasa
Top header banner

Berita Mitra

Komunitas Muslim Indonesia di Australia Sambut Datangnya Ramadan

Kamis, 17 Mei 2018 - 11:52 WIB   
ABC.net.au - Komunitas Muslim Indonesia di Australia Sambut Datangnya Ramadan
ABC.net.au - Komunitas Muslim Indonesia di Australia Sambut Datangnya Ramadan

Kebanyakan Muslim Indonesia di Australia mengikuti keputusan Dewan Imam Australia yang memulai berpuasa hari Kamis (17/05).

Karena sedang menjelang musim dingin, puasa di Australia termasuk yang terpendek di dunia, sekitar 12 jam.

Suhu udara di beberapa kota besar, seperti Melbourne dan Canberra bahkan sudah semakin menurun.

Saat acara Satay Festival digelar di Box Hill, Melbourne, hari Sabtu (12/05), ABC mencoba berbincang dengan sejumlah warga Muslim Indonesia soal persiapan mereka di bulan puasa.

Tufel Musyadad

Menanggapi aksi serangan bom yang dilakukan di tiga gereja di Surabaya, hari Minggu (13/05), Tufel, warga Indonesia asal Semarang yang kini tinggal di Adelaide mengatakan mengecam tindakan teroris, terlebih karena mereka diketahui sebagai keluarga Muslim.

"Tapi saya merasa tidak disudutkan dengan insiden tersebut, karena bagi saya ada perbedaan dalam beragama dan bernegara," ujar Tufel yang sudah tinggal di Australia sejak 2008.

Pria yang bekerja sebagai case manager justru mengaku bertanya-tanya apakah keluarga teroris telah sengaja melakukan aksinya di bulan puasa untuk menyudutkan umat Muslim.

"Saya rasa kita tidak akan terganggu dan tetap menjalankan rangkaian ibadan di bulan Ramadan dengan khidmat."

Tufel mengaku melakukan banyak melakukan diskusi dan dialog dengan warga non-Muslim di Australia bahwa Islam tidaklah memiliki konsep jihad yang seperti diberitakan.

Saat ditanya soal pengalaman Ramadan di Australia, ia mengaku berpuasa di Australia lebih menyenangkan.

"Di sini terasa lebih berwarna dan lebih banyak toleransi yang harus dilakukan," ujarnya saat dihubungi lewat telepon oleh Erwin Renaldi dari ABC di Melbourne.

Selain bekerja, Tufel juga menjadi pengisi acara siaran berbahasa Indonesia di Radio 5EBI FM, setiap Rabu sore pukul 5 waktu setempat.

Rita Damayanti

Sudah dua tahun Rita tinggal di Australia, sebagai siswa S2 di bidang pendidikan di Monash University, Melbourne. Tahun ini menjadi tahun terakhir studinya, sekaligus Ramadan terakhirnya di Australia.

"Ramadan di Australia seru, dari segi tantangan tak ada yang berarti," kata Rita.

Awalnya ia mengaku agak susah untuk mencari tempat ibadah, karena masjid yang ia tahu cukup jauh lokasinya dari rumah dan terlalu beresiko baginya jika pergi di malam hari.

"Tapi setelah 15 hari terakhir saya tahu ada masjid yang lebih dekat," tambahnya.

Rita mengaku ada perbedaan taraweh di Indonesia dengan di Australia, salah satunya adalah tidak ada ceramah dan waktu mulai yang juga disesuaikan sehingga tidak langsung selepas shalat Isha.

"Yang membuat kangen adalah ngabuburit (menunggu buka) dan berbuka puasa bersama keluarga, serta membeli persiapan untuk lebaran."

Muhammad Rayhan Sudrajat

Rayhan yang berasal dari Jawa Barat baru berada di Melbourne sekitar dua bulan. Ia pindah ke Australia untuk melanjutkan studinya di bidang musik di Monash University selama dua tahun ke depan.

Ia pernah ke Melbourne di bulan puasa sebelumnya, tapi Ramadan tahun ini akan menjadi yang pertama kali baginya berpuasa sebulan penuh di Melbourne.

"Tidak ada kekhawatiran untuk Ramadan pertama, karena saya membawa istri juga dan kita berdua sudah membuat program bersama untuk sahur," katanya.

Rayhan mengaku sudah membuat jadwal untuk bulan Ramadan, termasuk rencana apa yang akan dimasak dan menunya.

"Kita masak di malam hari untuk berbuka, kemudian sisanya dimasukkan kulkas dan tinggal dipanaskan saat sahur."

Untuk urusan dapur, mereka pun berbagi tugas dimana kadang Rayhan yang memasak dan istrinya mencuci piring, atau selanjutnya.

Yana Forgione

Sudah 16 tahun Yana tinggal di Melbourne dan kini bekerja bersama perusahaan Australia Post di Melbourne.

Ia mengaku tantangan berpuasa lebih terasa saat musim panas, dimana siang hari lebih panjang sehingga waktu berbuka puasa lebih malam.

"Ada dua anak saya, usia 14 tahun dan 6 tahun, yang besar sudah ikut berpuasa dan bagi dia tantangannya adalah sehabis bangun kemudian langsung makan," katanya.

Meski sebagai ibu yang bekerja, Yana selalu menyempatkan memasak setiap hari.

"Sehabis pulang kantor, sebelum berbuka puasa, langsung memasak, karena suami juga berpuasa."

Menurutnya hal yang paling ia rindukan dari Indonesia di bulan puasa, serta di bulan-bulan lainnya, adalah mendengarkan lantunan azan.

Darlina Firstama

Selain bekerja, Darlina adalah perempuan yang memiliki segudang aktivitas, termasuk sibuk menjadi relawan di sejumlah kegiatan, serta siaran di sebuah radio komunitas di Melbourne.

Tapi di saat Ramadan ia mengaku masih bisa pulang tepat waktu untuk bisa berbuka puasa bersama keluarganya.

"Kantor saya cukup fleksible, jadi bisa pulang jam 4 sore, masuk jam 08:30 pagi. Tapi tidak ada istirahat makan siang," ujarnya.

Agar dapat pulang kantor lebih cepat ia telah mendapatkan persetujuan dari pimpinannya di kantor.

"Yang jadi kendala di bulan puasa adalah kalau ada acara-acara kantor, mereka binggung dan minta penjelasan mengapa saya tidak ikut makan atau minum."

Menurutnya, Ramadan menjadi satu-satunya kesempatan dimana ia dan keluarganya bisa berkumpul di meja makan untuk sahur dan berbuka puasa.

Agung Wicaksono

Sudah enam tahun pria asal Jawa Timur ini tinggal di Melbourne dan sekarang sedang berada di semester terakhirnya bersama Swinburne University.

Tinggal sendirian di luar negeri membuat Agung benar-benar mandiri, terutama di bulan Ramadan.

"Saya masak sendiri hampir setiap hari, Biasanya saya masak di malam hari, jadi bisa sekalian berbuka dan untuk sahur," kata Agung.

Jika sedang ada kuliah hingga sore, Agung biasanya pergi ke masjid di kampusnya untuk berbuka puasa atau tarawih.

Agung belum pulang kampung saat lebaran sejak tiga tahun lalu. Karenanya ia sangat merindukan keluarga besarnya dengan acara silaturahmi.

"Pengalaman Ramadan disini, sebagai minoritas, kita benar-benar diuji keimanan. Karena restoran buka siang hari, mayoritas orang tidak berpuasa, situasinya beda dengan di Indonesia."

Ingin tahu seperti apa Ramadan dirayakan oleh komunitas Muslim, termasuk komunitas Muslim Indonesia di Australia? Dapatkan informasinya hanya di ABC Indonesia dan kunjungi pula halaman Facebook.com/ABCIndonesia

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 24 Mei 2018 - 18:17

Bulog: Stok beras nasional tembus 1,3 juta ton

Aktual Dalam Negeri | 25 Mei 2018 - 20:52

Kapolri minta kepala daerah bendung berkembangnya sel teroris

Kuliner | 25 Mei 2018 - 16:14

Kue bay tat makin digemari untuk berbuka puasa

Sosbud | 25 Mei 2018 - 14:07

Kemendag gelar pasar murah selama Ramadan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Tim pencarian Kuba temukan kotak hitam Cubana yang terbakar

Jumat, 25 Mei 2018 - 15:46 WIB

Tim pencarian Kuba mengambil perekam data penerbangan dari pesawat penumpang yang jatuh Jumat (18/5) lalu, yang menewask...

Bom peninggalan PD II dijinakkan di Jerman

Jumat, 25 Mei 2018 - 15:15 WIB

Tim penjinak bom di Jerman berhasil menaklukkan sebuah bom peninggalan Perang Dunia II yang belum meledak pada Kamis (24...

Polisi Malaysia: Uang rampasan tas Najib tidak bisa dinilai secara tepat

Jumat, 25 Mei 2018 - 14:57 WIB

Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan jumlah uang dari 35 di antara 72 tas yang dirampas dari kondominium Pavilio...

Palestina nyatakan semua permukiman Israel tidak sah

Jumat, 25 Mei 2018 - 10:06 WIB

Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, pada Kamis (24/5) mengatakan semua kegiatan permukiman...

Korea Utara sudah bongkar situs nuklirnya

Kamis, 24 Mei 2018 - 21:48 WIB

Korea Utara sudah sepenuhnya membongkar fasilitas uji nuklir bawah tanahnya di Punggye-ri "demi memastikan transparansi ...

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com