Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Berita Mitra

Hati-hati, 10 Cara Hemat ini Bisa Merugikan Anda

Kamis, 17 Mei 2018 - 11:52 WIB   
Cermati.com - Hati-hati, 10 Cara Hemat ini Bisa Merugikan Anda
Cermati.com - Hati-hati, 10 Cara Hemat ini Bisa Merugikan Anda

Berhemat menjadi pilihan untuk memperbaiki kondisi keuangan yang tidak stabil. Untuk bisa berhemat, kita akan lebih banyak menyimpan uang daripada menggunakannya.

Selain itu, kita biasanya mengubah penggunaan produk mahal ke produk yang lebih murah. Mungkin, cara seperti itu bisa dilakukan agar lebih hemat. Masalahnya, jika kita kurang cermat dalam berhemat, ternyata justru malah akan mengalami kerugian.

Tanpa disadari, perilaku yang sudah kita anggap berhemat, ternyata membuat kita boros. Jika hal ini juga terjadi dalam kehidupan Anda, bisa jadi akan ada salah pengertian mengenai berhemat.

Menjali hidup hemat seharusnya membuat kualitas hidup menjadi lebih baik. Hemat bukan saja soal penggunaan uang, namun juga mengutamakan kualitas dan kuantitas dari produk yang digunakan.

Coba cek kembali cara berhemat Anda, apakah termasuk dalam 10 cara berhemat yang justru merugikan? Simak ulasan berikut:

 

1. Membeli Banyak Barang Supaya Lebih Murah

Banyak Belanja
Jangan terlalu banyak belanja karena tergiur harga murah

Hal ini hampir dilakukan sebagian besar orang yang ingin berhemat. Dengan membeli banyak barang, mereka berpikir akan lebih murah. Promo seperti ini biasanya banyak ditemukan saat kita belanja di supermarket.

Di sana ada banyak produk dengan promo, misalnya “Beli 2 Gratis 1”. Sebaiknya, sebelum membeli produk promo itu, pikirkan terlebih dahulu apakah itu adalah kebutuhan atau bukan? Jika tidak, untuk apa membeli terlalu banyak?

2. Langsung Belanja Karena Diskon

Belanja Diskon
Jangan belanja hanya karena diskon

Bagaimana reaksi Anda saat melihat barang diskon di mall? Tentunya Anda tidak akan mengacuhkannya begitu saja. Tapi, sebab itulah mengapa Anda menjadi cukup boros.

Meski tidak selalu, terkadang banyaknya diskon sebenarnya hanyalah jebakan saja untuk kita. Saat kita masuk dalam jebakan diskon itu, lagi-lagi kita akan banyak membeli barang yang ternyata tidak dibutuhkan.

Baca Juga: 15 Cara Berhemat yang Bisa Ditiru dari Seorang Ibu

3. Berbelanja Karena Ingin Dapat Reward

Poin Belanja
Jangan hanya mengejar poin atau reward belanja

Beberapa tempat belanja favorit di sekitar wilayah Anda biasanya menawarkan berbagai macam promo untuk membuat para pelanggannya setia berbelanja di sana. Salah satu promo luar biasa mereka adalah belanja banyak bisa mendapatkan banyak poin.

Untuk mendapatkan poin tersebut, pelanggan diwajibkan membuat member card dan akan mendapatkan kesempatan diskon member serta pengundian. Tentu saja, kita akan tertarik dan ingin berbelanja terus untuk poin tersebut. Kenyataannya, berbelanja terus malah akan membuat kita boros, bukan?

4. Belanja untuk Bisa Tukar Kupon

Kupon Belanja
Jangan belanja hanya untuk mengejar kupon

Hal ini cukup jarang terjadi, namun biasanya ada saja yang akan mendapatkan kupon hadiah saat belanja. Ketika mendapatkan kupon, ternyata hadiah dari kupon tersebut harus dibawa di luar kota yang cukup jauh dari lokasi Anda.

Karena tergiur dengan hadiahnya, Anda berangkat juga untuk menjemput hadiah tersebut. Coba pikirkan, pergi hingga luar kota tentunya perlu biaya tambahan, seperti ongkos, parkir, jalan tol, dan lain sebagainya. Hal ini tentu akan membuat Anda boros juga, bukannya hemat.

5. Promo Cicilan Nol Persen Harus Belanja

Cicilan Nol Persen
Dengan bunga cicilan nol persen bukan berarti harus belanja

Biasanya, bagi pengguna kartu kredit dari bank tertentu, akan mendapatkan promo cicilan nol persen. Dengan 0% tersebut, saat Anda membeli barang secara kredit, cicilannya akan menjadi tetap.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa produk yang ditawarkan untuk transaksi kartu kredit biasanya cukup mahal. Selain itu, memanfaatkan belanja 0% ini akan membuat Anda menjadi lebih impulsif saat berbelanja.

6. Beli Barang Murah Tapi Kurang Awet

Harga dan Kualitas
Kualitas seringkali sesuai dengan harganya

Mungkin dengan membeli barang yang harganya lebih murah, Anda bisa lebih hemat. Tapi, jika Anda tidak mempertimbangkan kualitas barang tersebut, maka Anda hanya akan terus membelinya dan menjadi boros. Sebaiknya, membeli barang yang harganya cukup mahal, tapi lebih awet dan tahan lama.

7. Tidak Mau Keluar Uang untuk Perawatan dan Perbaikan

Jasa Servis
Jangan malas melakukan perawatan dan menggunakan jasa servis untuk perlengkapan rumah Anda

Ini khusus untuk Anda yang memiliki beberapa barang yang seharusnya diservis secara berkala. Biasanya, kendaraan atau barang elektronik milik Anda hrus rajin dipelihara dan diperbaiki sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

Biaya perawatan biasanya akan lebih murah. Jangan tunggu hingga barang yang dimiliki sudah terlanjur rusak, karena biaya perbaikan akan lebih besar lagi.

Baca Juga: 9 Kebiasaan Remeh Ini Ternyata Bisa Bikin Kantong Jebol

8. Beli Makanan Murah, Enak, tapi Tidak Sehat

Fast Food
Makanan cepat saji

Penghematan yang juga dilakukan dalam hal makanan. Daripada membeli makanan yang harganya mahal, tentu banyak orang akan beranggapan lebih baik membeli makanan yang enak dan juga murah.

Tapi, masalahnya makanan yang dijual murah, biasanya juga kurang sehat. Nah, kesehatan tentulah harus diperhatikan, karena sehat itu mahal, bukan?

Jangan sampai karena berhemat dengan membelli makanan yang kurang sehat, Anda justru malah jadi sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya yang besar.

9. Melewatkan Waktu Istirahat dan Liburan

 Stres Pekerjaan
Menghilangkan bujet liburan justru akan merugikan

Berpikir hemat dengan tidak menghiraukan waktu untuk liburan atau istirahat, adalah hal yang kurang tepat untuk dilakukan. Jika memang mendapatkan waktu untuk beristirahat dan berlibur bersama keluarga, sebaiknya pergilah, agar Anda jauh lebih segar dan terhindar dari stres.

Mengabaikan waktu liburan, sama saja dengan mengundang stres dalam kehidupan kita. Setelah itu, penyakit akan datang dan membuat pengeluaran kita malah menjadi jauh lebih besar.

10. Menyimpan Semua Uang dalam Tabungan

Buku Tabungan
Tempatkan dana tidak hanya di tabungan tapi juga investasi lainnya

Menabung memang merupakan cara berhemat yang paling tepat. Namun, Anda harus memahami bahwa bukan berarti semua uang yang telah kita dapatkan harus ditabung seluruhnya. Gunakan juga uang tersebut untuk kebutuhan penting lainnya.

Untuk menabung juga ada aturannya, maksimal 25% dari pendapatan saja, maka menabung sudah cukup maksimal. Tentu ini kembali lagi pada besaran gaji Anda. Jika gaji Anda memang besar, tak ada salahnya menabung lebih banyak lagi.

Dan yang perlu diperhatikan lagi kenapa jangan semua uang ditempatkan di tabungan, sebab tabungan juga diberlakukan aturan pemotongan untuk biaya administrasi di setiap bulannya. Untuk itu, sebaiknya menabung sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Pastikan Berhemat dengan Cara yang Benar

Berhemat seharusnya membuat Anda lebih senang dan keadaan keuangan menjadi lebih stabil. Berhemat dengan cara yang benar adalah dengan memperhatikan kualitas barang, bukan hanya harganya yang murah. Berhemat juga harus cermat dan penuh perhitungan. Dahulukan prioritas, jangan dahulukan keinginan.

Baca Juga: Strategi Berhemat dengan Alat Transaksi Non Tunai

 
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 11:36

TNI bantu bersihkan IAIN dari lumpur pascatsunami

Politik | 14 Oktober 2018 - 18:38

Muhaimin ajak wujudkan politik santun

Liga lainnya | 14 Oktober 2018 - 16:49

Ada apa dengan Der Panzer?

Megapolitan | 02 Juli 2018 - 13:47

Jakarta Karnaval usung tema Asian Games

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com