Jumat, 25 Mei 2018 | 21:44 WIB

Daftar | Login

puasa puasa
Top header banner

Berita Mitra

Ramadan di Australia: Butuh Perencanaan Matang

Kamis, 17 Mei 2018 - 13:37 WIB   
ABC.net.au - Ramadan di Australia: Butuh Perencanaan Matang
ABC.net.au - Ramadan di Australia: Butuh Perencanaan Matang

Bulan Ramadan adalah soal keluarga dan fokus pada urusan keagamaan. Tapi bagi seorang ibu yang bekerja, berarti mempersiapkan segalanya, tidak sampai ada urusan penting yang ketinggalan, termasuk menikmati segelas kopi.

"Saya harus minum kopi sebelum adzan Subuh!" kata Ramia Abdo Sultan, pengacara asal Sydney yang juga ibu dari tiga anak.

Saat ditemui di kantornya, Ramia mengatakan terlepas dari aspek spiritual selama berpuasa sebulan penuh, yang paling terpenting adalah tentang perencanaan yang baik bagi ketiga anaknya yang berusia 11, 9, dan 7 tahun. .

"Ada sedikit kepanikan yang terjadi di awal Ramadhan, dengan pertanyaan seperti bagaimana kita akan melewatinya? Bagaimana kita akan mengerjakan semua yang biasanya dilakukan siang hari?" kata Ramia.

"Yang penting untuk diperhatikan adalah kita bangun lebih awal sebelum Subuh lalu makan untuk mempersiapkan energi sepanjang hari, jadi saya pastikan saya minum kopi, untuk menghindari kemungkinan terserang migrain sepanjang hari."

Puasa sebulan penuh dimulai di Australia, hari Kamis (17/05), Tasnim Saeid, rekan kerja Tasnmi yang juga pengacara mengatakan pentingnya asupan makanan bergizi.

"Tergantung pada latar belakang budaya Anda, makanan di pagi hari bisa lengkap dengan kari dan nasi. Tetapi saya lebih memilih lebih banyak makan buah atau gandum, seperti kebanyakan warga Australia," ujar Tasnim.

Ia mengatakan telah memperhatikan tren baru-baru ini di kalangan teman-temannya, dimana tidak makan berlebihan saat berbuka puasa.

"Orang-orang menjadi lebih sadar-kesehatan ketika mereka berbuka puasa di malam hari, mereka tidak lantas menebus kehilangan kalori yang hilang selama siang hari," katanya.

Hal-hal luar biasa terjadi selama Ramadan

Kedua perempuan juga mengatakan berpuasa di Australia tidaklah sesulit kedengarannya.

"Kalau biasanya di bulan lain Anda minta saya melewatkan makan, saya akan kesusahan. Tapi kita tidak memikirkannya selama Ramadan dan kita melewati hari dengan cukup lancar," ujar Tasnim.

"Hanya putri saya yang paling tua, usia 11 tahun sekarang sedang melakukan Ramadan, tapi saya mendorongnya untuk tidak sekolah selama sebulan jika ia tidak bisa melewatinya," kata Ramia.

"Beruntung siang hari di Australia sedang singkat. Sehingga bisa dilakukan. Tapi ini adalah bulan yang sangat menyenangkan bagi semua komunitas, terutama anak-anak, dengan semua yang manis-manis, keluarga dan teman-teman berkunjung di malam hari."

"Aspek kesamaan membuat kita melewatinya. Kita tahu bahwa 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia ikut ambil bagian, dan ini memberi kita motivasi. Ini adalah perjuangan tetapi kita tetap melakukannya, serta bagi mereka yang sehat dan mampu, bisa mendorong lebih dari sekedar disiplin, inilah bulan Ramadan," kata Ramia.

Keterlibatan komunitas

Presiden dari Auburn Islamic Community Center di Sydney barat, Mohamed Al Zoubi, mengatakan semua Muslim kecuali anak-anak, wanita yang sakit, lanjut usia atau hamil atau menyusui dapat mengambil bagian dalam Ramadan.


"Suasana dari Ramadhan berbeda. Ini adalah bulan ibadah, membaca dan merefleksikan .. juga menjadi ajang bertemu keluarga dan membantu orang lain."

"Semua orang ada. Banyak kegiatan di pusat kami. Mereka memberi lebih banyak amal. Ada sekitar 600.000 Muslim di seluruh Australia dan banyak dari mereka berpuasa selama bulan ini jika mereka bisa," kata Mohamed.

"Bagi saya, ini adalah waktu untuk sedikit lebih lambat dan memikirkan hal-hal untuk disyukuri," kata Ramia.

Baca artikelnya dalam bahasa Inggris di sini.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 25 Mei 2018 - 20:52

Kapolri minta kepala daerah bendung berkembangnya sel teroris

Aktual Dalam Negeri | 24 Mei 2018 - 18:17

Bulog: Stok beras nasional tembus 1,3 juta ton

Kuliner | 25 Mei 2018 - 16:14

Kue bay tat makin digemari untuk berbuka puasa

Sosbud | 25 Mei 2018 - 14:07

Kemendag gelar pasar murah selama Ramadan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Tim pencarian Kuba temukan kotak hitam Cubana yang terbakar

Jumat, 25 Mei 2018 - 15:46 WIB

Tim pencarian Kuba mengambil perekam data penerbangan dari pesawat penumpang yang jatuh Jumat (18/5) lalu, yang menewask...

Bom peninggalan PD II dijinakkan di Jerman

Jumat, 25 Mei 2018 - 15:15 WIB

Tim penjinak bom di Jerman berhasil menaklukkan sebuah bom peninggalan Perang Dunia II yang belum meledak pada Kamis (24...

Polisi Malaysia: Uang rampasan tas Najib tidak bisa dinilai secara tepat

Jumat, 25 Mei 2018 - 14:57 WIB

Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan jumlah uang dari 35 di antara 72 tas yang dirampas dari kondominium Pavilio...

Palestina nyatakan semua permukiman Israel tidak sah

Jumat, 25 Mei 2018 - 10:06 WIB

Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, pada Kamis (24/5) mengatakan semua kegiatan permukiman...

Korea Utara sudah bongkar situs nuklirnya

Kamis, 24 Mei 2018 - 21:48 WIB

Korea Utara sudah sepenuhnya membongkar fasilitas uji nuklir bawah tanahnya di Punggye-ri "demi memastikan transparansi ...

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com