Kiri Kanan
Kami Kesulitan Cari Pekerja: Pengusaha Keluhkan Kebijakan Visa Regional Australia
Elshinta
Jumat, 29 November 2019 - 08:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kami Kesulitan Cari Pekerja: Pengusaha Keluhkan Kebijakan Visa Regional Australia
ABC.net.au - Kami Kesulitan Cari Pekerja: Pengusaha Keluhkan Kebijakan Visa Regional Australia

Sistem visa baru yang mengkategorikan wilayah Australia selain Kota Melbourne, Sydney, dan Brisbane sebagai wilayah regional sejak pertengahan November 2019, kini mulai dikeluhkan pengusaha di sejumlah kota kecil.

Kontroversi Visa Regional:

  • Kota-kota kecil di pedalaman Australia seperti Swan Hill kini harus bersaing mendapatkan pekerja migran terampil dengan kota besar seperti Perth dan Gold Coast
  • Visa regional Australia kini menawarkan kesempatan buat para pekerja migran untuk bekerja dimana saja selain di Sydney, Melbourne dan Brisbane
  • Kebijakan ini mulai dikeluhkan kalangan pemerintah lokal dan pengusaha setempat yang mengaku akan kesulitan bersaing dengan kota besar.

Salah satu pengusaha yang mengeluh dengan kategorisasi ini yaitu Jason King, pemilik pabrik pembuat semi-trailer di Swan Hill, kota pedalaman sekitar 340 km dari Melbourne.

Dengan kategori baru tersebut, Dia mengaku nantinya akan tambah kesulitan mendapatkan pekerja terampil yang mau bekerja dan menetap di kota berpenduduk sekitar 11 ribu jiwa itu.

Selama ini Jason mendapatkan pekerja untuk pabriknya karena bisa menawarkan visa regional pada calon pekerjanya. Namun keunggulan komparatif ini telah hilang, karena harus bersaing dengan kota besar yang kini dikategorikan kota regional.

Misalnya, bersaing dengan Kota Perth di Australia Barat atau Kota Gold Coast di Queensland.

"Saya tidak bisa memahami bagaimana bisa kota-kota itu dianggap sebagai kota regional," kata Jason King kepada wartawan ABC Dominique Schwartz.

"Kami akan sangat kesulitan untuk bersaing mendapatkan pekerja terampil. Saya rasa Swan Hill tidak akan punya peluang," katanya.

Jason menjelaskan bahwa pabriknya membutuhkan tukang las dan buruh terampil dengan latar belakang kelistrikan dan mekanik.

Dia mengaku telah mencoba segala cara untuk mendapatkan pekerja, termasuk model drive-in-drive-out selama seminggu bagi pekerja dari kota-kota terdekat.

"Cara seperti itu hanya bertahan sementara, karena para pekerja itu ingin dekat dengan keluarga atau kerabatnya," katanya.

Jason mengakui bahwa para migran terampil merupakan kekuatan utama pekerjanya yang berjumlah 50 orang, sehingga bisa memproduksi 100 trailer setiap tahun.

Salah satu pekerja migran yang kini bekerja di pabrik milik Jason adalah Johnny Versoza, tukang las asal Filipina. Dia disponsori ke kota kecil itu bersama dua rekan senegaranya.

"Sangat bagus, saya suka," kata Johnny Versoza, saat ditanya kesannya tentang Swan Hill yang diakuinya agak berbeda dengan kota asalnya, Manila.

"Jika ingin tinggal di tempat yang jauh dari kebisingan lalu-lintas dan orang ramai, Swan Hill inilah tempatnya," ujarnya.

Namun, katanya, suasana kehidupan di pedalaman tentunya bukan untuk semua orang, sehingga mereka mungkin lebih tergoda dengan kota seperti Perth dan Gold Coast.

"Ketika masih di Filipina saya mendengar berbagai hal tentang kota-kota besar di Australia. Saya rasa memang orang akan lebih suka ke kota besar," katanya.

Kecenderungan seperti itulah, antara lain, yang membuat Pemkot Swan Hill khawatir tentang kebijakan visa regional baru.

Sebelumnya, kota seperti Adelaide, Darwin, dan Hobart juga telah dikategorikan sebagai kota regional. Namun Perth dan Gold Coast serta beberapa kota besar lainnya baru dimasukkan kali ini.

"Akan lebih sulit untuk meyakinkan orang datang ke daerah pedalaman, karena para migran cenderung ingin tinggal di kota-kota yang lebih nyambung dengan mereka," kata Muriel Scholz dari Pemkot Swan Hill.

Perekonomian Swan Hill sebagai kota kecil sebenarnya sangat menjanjikan, dengan output ekonomi tahunan sebesar 2,7 miliar dolar.

Sektor utama yaitu produksi buah-buah, sayuran dan kacang-kacangan, pemrosesan makanan, serta manufaktur industri.

Tapi Swan Hill sangat membutuhkan tenaga kerja dari luar karena pengangguran di sini sangat rendah, hanya 3,2 persen.

Karena itu Pemkot setempat mendesak Pemerintah Federal agar memberikan insentif tambahan bagi para migran yang datang ke kota pedalaman seperti Swan Hill dibandingkan migran yang memilih kota besar.

"Akan lebih baik bila para migran ini diberi jalur lebih cepat untuk menjadi penduduk tetap (PR) daripada menunggu tiga tahun. Cukup dua tahun saja," kata Muriel Scholz kepada ABC.

Aturan visa regional baru mengharuskan pekerja migran terampil untuk tinggal selama tiga tahun di wilayah regional (selain Melbourne, Sydney, dan Brisbane) sebelum berhak mengajukan PR.

Aturan baru ini juga menggantikan aturan visa regional lama, yang memungkinkan pekerja migran langsung menjadi PR jika bekerja dan tinggal di wilayah regional.

Visa regional lama itulah yang dimanfaatkan Johnny Versoza. Namun dia mengingatkan perlunya jaminan tempat tinggal karena dengan status PR, seseorang berhak mendatangkan keluarganya ke Australia.

Pengalaman dari Gold Coast

Salah seorang pekerja migran terampil yang kini menetap di Gold Coast, adalah Silvia Martinez dan suaminya Carlos Pedraza. Mereka datang ke Australia 13 tahun lalu.

Waktu itu mereka menggunakan visa regional dan memilih Adelaide, ibukota Australia Selatan, untuk tempat tinggal dan bekerja sebagai penerjemah.

Setelah menjadi PR, mereka pun memutuskan pindah ke Gold Coast di mana Silvia membantu para migran yang baru tiba.

"Tidak banyak informasi mengenai kota-kota kecil di Australia," ujar Silvia.

"Kami tidak tahu mengenai industri apa saja yang tersedia. Ketika bicara kota kecil, kita tidak membayangkan adanya pekerjaan besar di sana," katanya.

Dia sependapat bahwa kota seperti Swan Hill akan kehilangan pekerja migran jika tidak mempromosikan diri.

"Soal Gold Coast, banyak sekali yang bisa dilakukan, banyak taman dan pantai serta lebih mudah mengakses layanan medis," katanya.

"Kalau saya, tentu saja saya memilih Gold Coast (daripada Swan Hill)," tambah Silvia.

Pemkot Swan Hill kini aktif mempromosikan wilayahnya kepada para pencari kerja melalui kampanye Dream Swan Hill.

"Kami (di Swan Hill) sebenarnya memiliki lebih banyak sinar matahari dan gaya hidup yang indah daripada Gold Coast," kata Scholz.

Menurut Regional Australia Institute, ada 48.000 lowongan kerja terampil di luar kota metropolitan saat ini.

Perdana Morrison Scott Morrison mengatakan meski fokus aturan baru ini pada wilayah regional, namun pihaknya tetap membuka kesempatan bagi para migran untuk pergi ke tempat yang membutuhkan mereka, termasuk Adelaide, Darwin, Hobart dan Newcastle.

Dengan mewajibkan migran terampil untuk tinggal di wilayah regional selama tiga tahun, pemerintah berharap para migran itu akan tetap tinggal di sana begitu mereka menjadi penduduk tetap.

Simak berita-berita menarik lainnya dari ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel, AS Gagal Capai Kesepakatan Pembagian Biaya Pertahanan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
AS dan Korea Selatan gagal mencapai perjanjian pembagian biaya pertahanan setelah mengadakan pembica...
Komisi HAM Kecam Penggunaan Kekerasan Terhadap Demonstran di Chile
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Komisi Antar-Amerika untuk HAM atau IACHR mengutuk Chile pada Jumat (12/6) karena menggunakan "kekua...
9 Demonstran Tewas di Baghdad, AS Jatuhkan Sanksi Baru
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Sembilan demonstran tewas pada Jumat (6/12) malam setelah orang-orang tak dikenal menyerang sebuah k...
Demonstran Haiti Kecam Dukungan AS untuk Presiden Korup
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Ratusan demonstran berpawai dari pusat kota Port-au-Prince, Ibu Kota Haiti, menuju Kedutaan Besar pa...
Warga Afghanistan Berduka dengan Kematian Dokter Jepang 
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Dia datang ke Afghanistan sebagai dr. Tetsu Nakamura pada 1980-an untuk membantu merawat pasien kust...
Banyak Orang Bolivia Tak Inginkan Morales Kembali
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Di dataran tinggi Andes, sekitar dua jam perjalanan dari La Paz, orang-orang Achacachi mengatakan m...
Dinamika Umat Muslim di India
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Putusan Mahkamah Agung India baru-baru ini mengizinkan umat Hindu untuk membangun kuil di sebuah kot...
Museum Vagina, Dorong Dialog Tentang Subyek Tabu Terkait Tubuh Perempuan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Pertengahan November lalu, sebuah museum tak biasa dibuka di London, Inggris, yaitu Museum Vagina y...
Aksi Mogok Massal di Prancis Usik Transportasi Akhir Pekan
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Aksi mogok massal terbesar dalam puluhan tahun di Prancis menyebabkan warga yang melakukan perjalana...
Jumlah Korban Tewas di Irak Bertambah Setelah Serangan terhadap Protes Anti-Pemerintah
Senin, 09 Desember 2019 - 08:38 WIB
Jumlah korban tewas setelah sekelompok pria bersenjata menyerang para demonstran anti-pemerintah di ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)