Ikan patin Indonesia diharapkan jadi menu jamaah haji di Arab
Elshinta
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Ikan patin Indonesia diharapkan jadi menu jamaah haji di Arab
Sumber Foto: https://bit.ly/2He3DN4
<p>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merencanakan ikan patin, yang merupakan salah satu andalan sektor perikanan nasional, dapat menjadi konsumsi bagi jamaah haji asal Republik Indonesia.</p><p>"Ada kabar baik, mudah-mudahan ikan patin kita bisa masuk Arab Saudi untuk menjadi salah satu menu utama konsumsi jamah haji," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo di kantor KKP, Jakarta, Kamis (19/4).</p><p>Menurut Nilanto Perbowo, pihaknya telah bertemu dan membahas hal itu dengan sejumlah instansi dan lembaga terkait seperti Kementerian Agama.</p><p>Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong produksi patin lokal yang dapat diproduksi di berbagai daerah selain merajai pasar domestik juga dapat menguasai pasar global guna melesatkan sektor perikanan nasional.&nbsp;"Patin lokal asli Indonesia harus bisa membuat kontribusi yang lebih baik terutama untuk ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Nilanto Perbowo.</p><p>Menurut Nilanto, KKP mendorong terwujudnya penerapan berbagai nota kesepahaman yang akan menjamin semua proses bisnis terkait ikan patin berjalan dengan patin.</p><p>Nilanto menegaskan, komoditas produksi ikan patin harus dapat disinergikan dan dioptimalkan agar patin menjadi "tuan rumah di negeri sendiri".&nbsp;Dirjen Penguatan Daya Saing KKP juga menyebutkan bahwa produksi ikan patin domestik melesat antara lain karena adanya larangan impor.&nbsp;Ia mencontohkan, produksi patin dari hanya 339 ribu ton pada tahun 2015, ternyata melonjak hingga 437 ribu ton pada 2016. (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Terlambat sarapan bisa berdampak buruk bagi kesehatan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Ahli kesehatan menyarankan kita tak terlambat sarapan karena bisa berdampak buruk pada tubuh, demiki...
`Jawaban` jika ingin awet muda dan hidup sejahtera
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Makanan ternyata adalah salah satu jawaban jika ingin awet muda dan hidup lebih lama. Makanlah denga...
Ikan patin Indonesia diharapkan jadi menu jamaah haji di Arab
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merencanakan ikan patin, yang merupakan salah satu andalan ...
Apakah sushi menyehatkan? Ini jawaban ahli
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Hidangan sushi sudah tak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tak sedikit orang yang menggemari...
Duduk terlalu lama waspada kena demensia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko demensia pada orang dewasa setengah baya, menurut para ...
Dampak menakutkan akibat minum miras oplosan
Rabu, 11 April 2018 - 01:30 WIB
Bahayanya meminum minuman keras (miras) oplosan. Ternyata menenggak miras oplosan dapat menyebabkan ...
Ternyata pekerjaan rumah ini yang paling merusak hubungan percintaan
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ternyata tugas yang paling berpotensi merusak hubungan ant...
Tiga hal yang perlu diperhatikan untuk jadi pria sejati
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Bagi kaum pria, untuk mendapat predikat gentleman, ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan.
Hati-hati unggah informasi di medsos
Senin, 09 April 2018 - 06:16 WIB
Masyarakat diingatkan untuk lebih hati-hati dalam mencantumkan informasi pribadi ketika menggunakan ...
Makan jangan buru-buru kalau tak ingin alami masalah ini
Jumat, 06 April 2018 - 06:17 WIB
Berbagai studi menemukan bahwa makan terburu-buru dan tidak mengunyah dengan benar dapat menimbulkan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV