Selasa, 25 September 2018 | 17:07 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Megapolitan

Dishub turunkan wanita bercadar mencurigakan dari dalam bus, begini kejadiannya

Rabu, 16 Mei 2018 - 06:33 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Dokumentasi - Sejumlah wanita mengenakan cadar ketika melintas di kawasan perdagangan di Misfalah, Makkah, Selasa (17/11/2009). Sumber foto: https://bit.ly/2Krhmlb
Dokumentasi - Sejumlah wanita mengenakan cadar ketika melintas di kawasan perdagangan di Misfalah, Makkah, Selasa (17/11/2009). Sumber foto: https://bit.ly/2Krhmlb

Elshinta.com - Seorang petugas dinas perhubungan terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur, karena dianggap gerak-geriknya yang mencurigakan.

Menurut keterangan Kepala Terminal Gayatri, Oni Suryanto, Selasa (15/6), kejadian itu dilakukan lantaran si perempuan yang berusia sekitar 14 tahun itu tak kunjung mau menjawab saat ditanya petugas.

"Kejadiannya (Senin, 14/5) kemarin. Datang sekitar pukul 06.00 WIB dan naik ke bus jurusan Trenggalek sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu dia terlihat kebingungan, tapi saat ditanya tidak mau menjawab," katanya.

"Kecurigaan petugas semakin menjadi lantaran perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu tidak pakai alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo," lanjut Oni menjelaskan.

Namun setelah diinterogasi, kepada petugas gadis SAN mengaku sebagai santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung. SAN mengaku ingin pulang ke Ponorogo namun tak ingin usaha pulang kampung tanpa izin itu ketahuan pengurus pondok.

"Jadi bukan karena penumpang yang takut dan tak mau wanita itu naik di bus. Tetapi karena mencurigakan, akhirnya diminta turun dulu oleh petugas," kata Oni.

Akhirnya, tim berkoordinasi dengan kepolisian. Tak berselang lama, polisi dari Polres Tulungagung datang dan membawa wanita tersebut.

"Kami serahkan ke polisi untuk tindakan lebih lanjut. Sebab mereka yang lebih memiliki kewenangan," ujar Oni, dikutip Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 17:02 WIB

Sebanyak 51 orang terima Anugerah Kebudayaan dari Kemendikbud

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 16:48 WIB

Tim Jokowi - Ma'ruf persiapkan jadwal kampanye

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 16:45 WIB

60 anak di Kota Kupang, NTT ikut sunatan massal

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 16:33 WIB

DPRD sesalkan sikap Pemko Medan atas nasib ratusan pedagang eks Pasar Aksara

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 16:26 WIB

Aksi, penarik bentor tuntut legalitas operasi

Konsultasi | 25 September 2018 - 16:23 WIB

Inilah beberapa aplikasi teknologi yang bermanfaat bagi para petani

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 25 September 2018 - 16:48 WIB

Tim Jokowi - Ma'ruf persiapkan jadwal kampanye

Selasa, 25 September 2018 - 16:45 WIB

60 anak di Kota Kupang, NTT ikut sunatan massal

Selasa, 25 September 2018 - 16:26 WIB

Aksi, penarik bentor tuntut legalitas operasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com