Dishub turunkan wanita bercadar mencurigakan dari dalam bus, begini kejadiannya
Rabu, 16 Mei 2018 - 06:33 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Dokumentasi - Sejumlah wanita mengenakan cadar ketika melintas di kawasan perdagangan di Misfalah, Makkah, Selasa (17/11/2009). Sumber foto: https://bit.ly/2Krhmlb

Elshinta.com - Seorang petugas dinas perhubungan terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur, karena dianggap gerak-geriknya yang mencurigakan.

Menurut keterangan Kepala Terminal Gayatri, Oni Suryanto, Selasa (15/6), kejadian itu dilakukan lantaran si perempuan yang berusia sekitar 14 tahun itu tak kunjung mau menjawab saat ditanya petugas.

"Kejadiannya (Senin, 14/5) kemarin. Datang sekitar pukul 06.00 WIB dan naik ke bus jurusan Trenggalek sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu dia terlihat kebingungan, tapi saat ditanya tidak mau menjawab," katanya.

"Kecurigaan petugas semakin menjadi lantaran perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu tidak pakai alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo," lanjut Oni menjelaskan.

Namun setelah diinterogasi, kepada petugas gadis SAN mengaku sebagai santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung. SAN mengaku ingin pulang ke Ponorogo namun tak ingin usaha pulang kampung tanpa izin itu ketahuan pengurus pondok.

"Jadi bukan karena penumpang yang takut dan tak mau wanita itu naik di bus. Tetapi karena mencurigakan, akhirnya diminta turun dulu oleh petugas," kata Oni.

Akhirnya, tim berkoordinasi dengan kepolisian. Tak berselang lama, polisi dari Polres Tulungagung datang dan membawa wanita tersebut.

"Kami serahkan ke polisi untuk tindakan lebih lanjut. Sebab mereka yang lebih memiliki kewenangan," ujar Oni, dikutip Antara

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 19 Desember 2018 - 13:27 WIB
Elshinta.com - Gubernur DKI  Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Pergub tentang penga...
Rabu, 19 Desember 2018 - 12:09 WIB
Elshinta.com - Polres Metro Jakarta Pusat akan mendalami kasus satpam yang diserang anjing...
Rabu, 19 Desember 2018 - 08:04 WIB
Elshinta.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta menyampaikan...
Selasa, 18 Desember 2018 - 17:58 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan perin...
Selasa, 18 Desember 2018 - 13:04 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, K...
Selasa, 18 Desember 2018 - 11:35 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, K...
Selasa, 18 Desember 2018 - 11:29 WIB
Elshinta.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, akan men...
Selasa, 18 Desember 2018 - 11:08 WIB
Elshinta.com - Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, lima orang dicegah bepergian ke...
Selasa, 18 Desember 2018 - 09:03 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian w...
Senin, 17 Desember 2018 - 20:23 WIB
Elshinta.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: