Sabtu, 15 Desember 2018 | 08:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Informasi penurunan penumpang wanita bercadar benar, namun dipelintir hingga jadi hoax

Rabu, 16 Mei 2018 - 06:45 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi - Wanita bercadar.  Sumber foto: https://bit.ly/2rLtdm7 via Youtube
Ilustrasi - Wanita bercadar. Sumber foto: https://bit.ly/2rLtdm7 via Youtube

Elshinta.com - Polres Tulungagung, Jawa Timur, membenarkan informasi adanya penurunan penumpang dari atas bus Bagong jurusan Trenggalek. Namun disampaikan, informasi tersebut telah dipelintir sehingga menjadi hoax.

Hal itu dikatakan Kabag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji dalam keterangannya, Selasa (15/5). Ia mengatakan. informasi penurunan penumpang dari atas bus Bagong jurusan Trenggalek benar namun telah dipelintir sehingga menjadi hoax.

"Berita yang beredar menjadi seolah ada diskriminasi perlakuan terhadap wanita bercadar di terminal. Padahal tidak begitu," jelasnya. 

Menurut Sumaji, dikutip Antara, penurunan penumpang berinisial SAN itu lebih dilakukan lantaran santri yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP ini membuat penumpang lain was-was. Gerak-gerik yang misterius membuat SAN yang bercadar dan membawa sebuah tas, dilaporkan penumpang lain kepada petugas dishub di unit Terminal Gayatri, Tulungagung.

"Keterangan yang bersangkutan juga informasi dari pihak pondok, santri berinisial SAN ini sudah keempat kalinya ini mencoba kabur dari pondok. Tiga kali kepergok pengasuh pondok, ini yang terakhir dia berinisiatif pakai cadar supaya tidak mudah dikenali," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang petugas dinas perhubungan terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, karena dianggap gerak-geriknya yang mencurigakan. Kecurigaan petugas semakin menjadi lantaran perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu tidak pakai alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo. 

Namun setelah diinterogasi, kepada petugas gadis SAN mengaku sebagai santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung. SAN mengaku ingin pulang ke Ponorogo namun tak ingin usaha pulang kampung tanpa izin itu ketahuan pengurus pondok.

"Jadi bukan karena penumpang yang takut dan tak mau wanita itu naik di bus. Tetapi karena mencurigakan, akhirnya diminta turun dulu oleh petugas," kata Oni.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 15 Desember 2018 - 08:24 WIB

Sejumlah tanggul jebol, banjir kepung Aceh Tenggara

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 08:12 WIB

Polda Metro Jaya perkirakan 150 ribu Jakmania ikut perayaan Persija

Arestasi | 15 Desember 2018 - 07:49 WIB

Siber Polri ungkap jaringan pemalsu kartu kredit

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:37 WIB

Ini pengaturan lalu lintas saat pawai Persija

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:25 WIB

Pemprov DKI siapkan acara selebrasi Persija

Elshinta.com - Polres Tulungagung, Jawa Timur, membenarkan informasi adanya penurunan penumpang dari atas bus Bagong jurusan Trenggalek. Namun disampaikan, informasi tersebut telah dipelintir sehingga menjadi hoax.

Hal itu dikatakan Kabag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji dalam keterangannya, Selasa (15/5). Ia mengatakan. informasi penurunan penumpang dari atas bus Bagong jurusan Trenggalek benar namun telah dipelintir sehingga menjadi hoax.

"Berita yang beredar menjadi seolah ada diskriminasi perlakuan terhadap wanita bercadar di terminal. Padahal tidak begitu," jelasnya. 

Menurut Sumaji, dikutip Antara, penurunan penumpang berinisial SAN itu lebih dilakukan lantaran santri yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP ini membuat penumpang lain was-was. Gerak-gerik yang misterius membuat SAN yang bercadar dan membawa sebuah tas, dilaporkan penumpang lain kepada petugas dishub di unit Terminal Gayatri, Tulungagung.

"Keterangan yang bersangkutan juga informasi dari pihak pondok, santri berinisial SAN ini sudah keempat kalinya ini mencoba kabur dari pondok. Tiga kali kepergok pengasuh pondok, ini yang terakhir dia berinisiatif pakai cadar supaya tidak mudah dikenali," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang petugas dinas perhubungan terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, karena dianggap gerak-geriknya yang mencurigakan. Kecurigaan petugas semakin menjadi lantaran perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu tidak pakai alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo. 

Namun setelah diinterogasi, kepada petugas gadis SAN mengaku sebagai santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung. SAN mengaku ingin pulang ke Ponorogo namun tak ingin usaha pulang kampung tanpa izin itu ketahuan pengurus pondok.

"Jadi bukan karena penumpang yang takut dan tak mau wanita itu naik di bus. Tetapi karena mencurigakan, akhirnya diminta turun dulu oleh petugas," kata Oni.
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 07:37 WIB

Ini pengaturan lalu lintas saat pawai Persija

Sabtu, 15 Desember 2018 - 07:25 WIB

Pemprov DKI siapkan acara selebrasi Persija

Sabtu, 15 Desember 2018 - 06:51 WIB

Polisi periksa 17 saksi kasus KTP-el tercecer

Sabtu, 15 Desember 2018 - 06:39 WIB

Tol Pemalang-Batang gratis hingga akhir Desember

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com