Rabu, 23 Mei 2018 | 04:12 WIB

Daftar | Login

puasa puasa
Top header banner

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Telah dimusnahkan, pembom Polrestabes Surabaya punya 54 bom pipa

Rabu, 16 Mei 2018 - 07:38 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Personel Brimob bersiaga saat dilakukannya penggeledahan oleh Tim Densus 88 di kediaman terduga pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya. Sumber foto: https://bit.ly/2rLj4Gk
Personel Brimob bersiaga saat dilakukannya penggeledahan oleh Tim Densus 88 di kediaman terduga pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya. Sumber foto: https://bit.ly/2rLj4Gk

Elshinta.com - Terduga teroris pelaku pemboman Mapolrestabes Kota Surabaya, Jawa Timur, memiliki 54 bom pipa. Semua bom itu telah dimusnahkan Densus 88 dan Gegana di sebuah lahan kosong milik Pemerintah Kota Surabaya di Medokan Sawah Timur, Rungkut, Surabaya, Selasa (15/5).

"Jumlahnya 54 pipa. Itu terdiri atas 27 kontainer plastik yang masing-masing kontainer berisi dua bom," ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat menyaksikan peledakan bom pipa di Medokan Sawah.

Ia mengatakan, 54 bom pipa tersebut ditemukan di rumah kontrakan terduga teroris, Tri Murtiono, yang tewas saat meledakkan bom di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya, pada Senin (14/5).

Rudi enggan mengungkapkan kekuatan atau daya ledak bom pipa itu. "Ada sejumlah bom yang siap diledakkan. Kita sudah melakukan disposal (dimusnahkan dengan cara diledakkan)," katanya, dikutip Antara.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku mendapatkan laporan dari Kapolrestabes Surabaya bahwa telah ditemukan bahan peledak berdaya ledak lebih tinggi saat menggeledah rumah kontrakan Tri Murtiono di Jalan Medokan Ayu VI, Surabaya, Selasa siang.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Mei 2018 - 21:55 WIB

KSP : Pemerintah jamin lindungi warga dari teroris

Aktual Luar Negeri | 22 Mei 2018 - 21:46 WIB

Arab Saudi dukung Yerussalem ibu kota Palestina

Hukum | 22 Mei 2018 - 21:25 WIB

KPK cegah enam orang terkait kasus BLBI

Aktual Dalam Negeri | 22 Mei 2018 - 21:11 WIB

Masyarakat datangi pos pengamatan Merapi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com