Rabu, 23 Mei 2018 | 04:15 WIB

Daftar | Login

puasa puasa
Top header banner

Dalam Negeri / Sosbud

Imparsial: Ujaran kebencian picu tindakan terorisme

Rabu, 16 Mei 2018 - 08:44 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2KtPtsK
Sumber foto: https://bit.ly/2KtPtsK

Elshinta.com - Direktur Imparsial Al Araf berpendapat, maraknya konten yang berbau SARA dan ujaran kebencian tentang intoleransi akan memicu terjadinya tindakan terorisme.

"Perasaan ekslusivitas terhadap salah satu suku, ideologi, atau agama tertentu cenderung membuat seseorang memiliki sifat toleransi yang rendah terhadap orang lain," kata Al Araf dalam diskusi "Ketahanan Nasional dan Ancaman Terorisme", di DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Selasa (15/5) malam.

Ia mengatakan, semakin tinggi ekslusivitas terhadap kaum tertentu maka itu akan berujung pada tindakan terorisme. 

Tindakan terorisme, kata dia, berawal dari ujaran kebencian yang dapat membuat seseorang memiliki sikap intoleransi. Semakin tinggi tingkat intoleransi seseorang maka akan menimbulkan sikap radikalisme yang berujung pada tindakan aksi terorisme.

"Ini harus menjadi perhatian dalam dinamika pergerakan terorisme," ucapnya. 

Al Araf menjelaskan, aksi terorisme yang muncul dari sikap intoleransi dan radikalisme lebih cenderung sulit untuk dideteksi karena pelaku teror yang termotivasi dari sikap intoleransi dan radikal bergerak secara individu yang tidak terkait dengan jaringan teroris nasional atau internasional.

"Akar persoalan terorisme yang utama ialah ideologi. Berlanjut ke faktor ekonomi, politik, dan konspirasi," kata dia, dikutip Antara.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Mei 2018 - 21:55 WIB

KSP : Pemerintah jamin lindungi warga dari teroris

Aktual Luar Negeri | 22 Mei 2018 - 21:46 WIB

Arab Saudi dukung Yerussalem ibu kota Palestina

Hukum | 22 Mei 2018 - 21:25 WIB

KPK cegah enam orang terkait kasus BLBI

Aktual Dalam Negeri | 22 Mei 2018 - 21:11 WIB

Masyarakat datangi pos pengamatan Merapi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com