Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Kapolres Metro Bekasi: Sahur on the road berpotensi picu gangguan keamanan

Rabu, 16 Mei 2018 - 20:06 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L5BhY2
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L5BhY2

Elshinta.com - Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Polisi Indarto mengatakan bahwa kegiatan sahur di jalan (sahur on the road) berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keamanan.

"Gangguan ketertiban bisa terjadi manakala kelompok sahur on the road satu dan yang lain bertemu, nongkrong, saling lempar petasan, lalu biasanya berakhir dengan aksi tawuran. Lebih baik dihindari saja situasi demikian," katanya di Bekasi, Rabu (16/5).

Kekhawatiran Indarto akan potensi ganggung ketertiban umum tersebut dikarenakan massa yang menggelar sahur on the road biasanya melakukan konvoi di jalanan dengan mengendarai sepeda motor juga mobil. Bahkan tidak jarang pula rombongan sahur on the road kerap melengkapi kendaraannya dengan pengeras suara untuk membangunkan sahur warga sekitar yang mereka lewati saat konvoi. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas tersebut. "Sejauh ini baru sekadar imbauan, tapi akan menjadi larangan jika lantas ada yang tetap menggelarnya dan berdampak pada timbulnya peristiwa yang mengganggu ketertiban umum," katanya seperti dilansir dari Antara.

Indarto menyarankan agar kegiatan itu digelar di lingkungan perumahan atau perkampungan dengan menggunakan alat-alat tradisional seperti kentongan atau bedug. "Atau cukup lakukan di kampung-kampung atau komplek rumah pakai kentongan seperti zaman dulu. Jadi tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga yang lain," ujarnya.

Pada era teknologi canggih seperti sekarang ini, kata dia, warga yang akan sahur cukup memasang alarm agar bisa bangun tepat waktu. "Sehingga tidak perlu lagi ada iring-iringan konvoi membangunkan sahur," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 22:24 WIB

Program pembangunan infrastruktur pemerintah harus terus didukung

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Elshinta.com - Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Polisi Indarto mengatakan bahwa kegiatan sahur di jalan (sahur on the road) berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keamanan.

"Gangguan ketertiban bisa terjadi manakala kelompok sahur on the road satu dan yang lain bertemu, nongkrong, saling lempar petasan, lalu biasanya berakhir dengan aksi tawuran. Lebih baik dihindari saja situasi demikian," katanya di Bekasi, Rabu (16/5).

Kekhawatiran Indarto akan potensi ganggung ketertiban umum tersebut dikarenakan massa yang menggelar sahur on the road biasanya melakukan konvoi di jalanan dengan mengendarai sepeda motor juga mobil. Bahkan tidak jarang pula rombongan sahur on the road kerap melengkapi kendaraannya dengan pengeras suara untuk membangunkan sahur warga sekitar yang mereka lewati saat konvoi. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas tersebut. "Sejauh ini baru sekadar imbauan, tapi akan menjadi larangan jika lantas ada yang tetap menggelarnya dan berdampak pada timbulnya peristiwa yang mengganggu ketertiban umum," katanya seperti dilansir dari Antara.

Indarto menyarankan agar kegiatan itu digelar di lingkungan perumahan atau perkampungan dengan menggunakan alat-alat tradisional seperti kentongan atau bedug. "Atau cukup lakukan di kampung-kampung atau komplek rumah pakai kentongan seperti zaman dulu. Jadi tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga yang lain," ujarnya.

Pada era teknologi canggih seperti sekarang ini, kata dia, warga yang akan sahur cukup memasang alarm agar bisa bangun tepat waktu. "Sehingga tidak perlu lagi ada iring-iringan konvoi membangunkan sahur," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com