Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

12 negara keluarkan peringatan keamanan berkunjung ke Indonesia

Rabu, 16 Mei 2018 - 17:15 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: https://bit.ly/1OQORJ4.
Foto: https://bit.ly/1OQORJ4.

Elshinta.com - Kementerian Pariwisata mengatakan baru menerima 12 travel advisory atau peringatan keamanan berkunjung ke Indonesia terkait adanya ancaman teroris. Demikian dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5). 

Travel advisory adalah kewajiban negara untuk mengingatkan warganya, belum melakukan pelarangan. Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, jadi ada tiga tingkatan secara umum, pertama advicer yakni nasehat,  kedua travel warning yakni larangan negara untuk warga negaranya agar tidak bepergian ke tempat tertentu dan ketiga travel ban yakni  larangan perjalanan bagi negara berpenduduk mayoritas muslim.  

"Sekarang masih travel advosary yakni peringatan keamanan berkunjung ke Indonesia. Yang ditujukan dari negara tersebut kepada warga negaranya yang sedang berada di suatu daerah," kata Arief Yahya seperti dilaporkan Reporter elshinta, Dewi Rahmawati. 

Dijelaskan Arief  dari 12 negara yang mengeluarkan peringatan keamanan berkunjung ke Indonesia diantaranya Amerika Serika, Inggris, Australia, Singapura, Malaysia serta Hong Kong.

Arief menambahkan sekarang dalam hal peringatan lebih ringan, travel advosary. "Diharapkan, kondisinya lebih bisa teratasi. Umumnya begitu, kalau sudah teratasi statusnya dicabut. Jadi, kalau masih levelnya travel advisory, masih aman. Jadi itu masih dalam mengingatkan, belum melarang," katanya.

Arief melanjutkan, "Namun pemerintah harus mengumumkan, seperti di Riau harus mengumumkan kepada wisatawan. Itu memang kewajiban Kementerian Pariwisata di seluruh dunia mengumumkan apapun yang terjadi di negaranya,".  

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Bencana Alam | 14 Desember 2018 - 21:46 WIB

FPRB minta sarana dan prasarana relawan diperhatikan

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Ekonomi | 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

Hukum | 14 Desember 2018 - 20:58 WIB

Belum berizin, Mapolres Kudus baru digugat ke pengadilan

Elshinta.com - Kementerian Pariwisata mengatakan baru menerima 12 travel advisory atau peringatan keamanan berkunjung ke Indonesia terkait adanya ancaman teroris. Demikian dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5). 

Travel advisory adalah kewajiban negara untuk mengingatkan warganya, belum melakukan pelarangan. Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, jadi ada tiga tingkatan secara umum, pertama advicer yakni nasehat,  kedua travel warning yakni larangan negara untuk warga negaranya agar tidak bepergian ke tempat tertentu dan ketiga travel ban yakni  larangan perjalanan bagi negara berpenduduk mayoritas muslim.  

"Sekarang masih travel advosary yakni peringatan keamanan berkunjung ke Indonesia. Yang ditujukan dari negara tersebut kepada warga negaranya yang sedang berada di suatu daerah," kata Arief Yahya seperti dilaporkan Reporter elshinta, Dewi Rahmawati. 

Dijelaskan Arief  dari 12 negara yang mengeluarkan peringatan keamanan berkunjung ke Indonesia diantaranya Amerika Serika, Inggris, Australia, Singapura, Malaysia serta Hong Kong.

Arief menambahkan sekarang dalam hal peringatan lebih ringan, travel advosary. "Diharapkan, kondisinya lebih bisa teratasi. Umumnya begitu, kalau sudah teratasi statusnya dicabut. Jadi, kalau masih levelnya travel advisory, masih aman. Jadi itu masih dalam mengingatkan, belum melarang," katanya.

Arief melanjutkan, "Namun pemerintah harus mengumumkan, seperti di Riau harus mengumumkan kepada wisatawan. Itu memang kewajiban Kementerian Pariwisata di seluruh dunia mengumumkan apapun yang terjadi di negaranya,".  

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:55 WIB

Polisi rekayasa lalin terkait pembongkaran JPO Tosari

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:37 WIB

Warga Banjarnegara diminta waspadai hoaks

Jumat, 14 Desember 2018 - 21:11 WIB

Pertamina EP Cepu optimalkan bisnis usaha milik desa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com