Minggu, 27 Mei 2018 | 06:11 WIB

Daftar | Login

puasa puasa
Top header banner

Dalam Negeri / Ekonomi

Pemerintah kaji usulan penambahan subsidi solar

Rabu, 16 Mei 2018 - 19:48 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2IHrJDZ
Sumber foto: https://bit.ly/2IHrJDZ

Elshinta.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji usulan penambahan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyarankan kepada Pertamina mengusulan tambahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp 1000 per liter, atau menjadi Rp 1500 per lite. "Usulan tambahan subsidi solar sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan sedang dalam proses perhitungan oleh tim dari Kementerian Keuangan serta bagaimana mekanismenya," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta, Rabu (16/5).

Agung menambahkan, jika sudah dikaji oleh Kementerian Keuangan, baru selanjutnya akan ditelaah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Kalau sudah selesai dari Kemenkeu, nanti akan dibawa ke DPR dan dikaji bersama-sama," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Tambahan subsidi ini, kata Agung, diusulkan karena Pertamina menyalurkan BBM tanpa ada perubahan harga, meskipun harga minyak mentah dunia sedang melonjak. Dana untuk subsidi tambahan solar tersebut berasal dari keuntungan penjualan lifting minyak mentah bagian pemerintah (government take) yang dijual, karena kenaikan harga minyak mentah dunia.

Agung menuturkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri telah memberikan lampu kuning bagi usulan penambahan subsidi ini. "Ibu Sri Mulyani menyampaikan bahwa defisit APBN masih diperkirakan di bawah 2,19 persen, kenaikan dari penerimaan yang berasal dari minyak maupun dari nilai tukar," katanya. Perubahan itu akan sebagian dialokasikan bagi kenaikan subsidi BBM dan juga dari sisi mengkompensasi Pertamina dan PLN yang harus melakukan penugasan di dalam melaksanakan subsidi itu,lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa dana untuk penambahan subsidi solar berasal dari windfall profit. "Harga Indonesian Crude Price (ICP) sekarang kan sekitar USD 70 per barel, sedangkan asumsi (ICP) APBN 2018 itu 48 dolar AS per barel. Jadi ada selisihnya kan sekitar 22 dolar AS, itu kan jumlahnya lumayan besar. Jadi, tidak akan membebankan kas negara," jelas Joko.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 26 Mei 2018 - 22:13 WIB

Malware Roaming Mantis mulai infeksi iOS

Timnas Indonesia | 26 Mei 2018 - 21:35 WIB

Luis Milla panggil enam pemain senior hadapi Thailand

Liga Indonesia | 26 Mei 2018 - 21:23 WIB

Kontra Borneo FC, Bhayangkara FC waspadai Lerby

Sosbud | 26 Mei 2018 - 20:47 WIB

Kemenag mulai pelatihan petugas haji 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com