Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:12 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Ekonomi

Pemerintah kaji usulan penambahan subsidi solar

Rabu, 16 Mei 2018 - 19:48 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2IHrJDZ
Sumber foto: https://bit.ly/2IHrJDZ

Elshinta.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji usulan penambahan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyarankan kepada Pertamina mengusulan tambahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp 1000 per liter, atau menjadi Rp 1500 per lite. "Usulan tambahan subsidi solar sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan sedang dalam proses perhitungan oleh tim dari Kementerian Keuangan serta bagaimana mekanismenya," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta, Rabu (16/5).

Agung menambahkan, jika sudah dikaji oleh Kementerian Keuangan, baru selanjutnya akan ditelaah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Kalau sudah selesai dari Kemenkeu, nanti akan dibawa ke DPR dan dikaji bersama-sama," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Tambahan subsidi ini, kata Agung, diusulkan karena Pertamina menyalurkan BBM tanpa ada perubahan harga, meskipun harga minyak mentah dunia sedang melonjak. Dana untuk subsidi tambahan solar tersebut berasal dari keuntungan penjualan lifting minyak mentah bagian pemerintah (government take) yang dijual, karena kenaikan harga minyak mentah dunia.

Agung menuturkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri telah memberikan lampu kuning bagi usulan penambahan subsidi ini. "Ibu Sri Mulyani menyampaikan bahwa defisit APBN masih diperkirakan di bawah 2,19 persen, kenaikan dari penerimaan yang berasal dari minyak maupun dari nilai tukar," katanya. Perubahan itu akan sebagian dialokasikan bagi kenaikan subsidi BBM dan juga dari sisi mengkompensasi Pertamina dan PLN yang harus melakukan penugasan di dalam melaksanakan subsidi itu,lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa dana untuk penambahan subsidi solar berasal dari windfall profit. "Harga Indonesian Crude Price (ICP) sekarang kan sekitar USD 70 per barel, sedangkan asumsi (ICP) APBN 2018 itu 48 dolar AS per barel. Jadi ada selisihnya kan sekitar 22 dolar AS, itu kan jumlahnya lumayan besar. Jadi, tidak akan membebankan kas negara," jelas Joko.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 14 Agustus 2018 - 16:08 WIB

KPU: Cermati dan beri masukan DCS anggota DPRD Deli Serdang

Bencana Alam | 14 Agustus 2018 - 15:57 WIB

Presiden: Sekolah roboh akibat gempa di Lombok segera dibangun

Aktual Dalam Negeri | 14 Agustus 2018 - 15:44 WIB

Sandiaga bantah beri mahar ke PAn dan PKS

Megapolitan | 14 Agustus 2018 - 15:36 WIB

DKI kerjasama sediakan stasiun pengisian listrik bertenaga surya

Ekonomi | 14 Agustus 2018 - 15:24 WIB

Krisis Turki, Kemenperin perkuat sektor riil

Asian Games 2018 | 14 Agustus 2018 - 15:15 WIB

Menkopolhukam jamin Asian Games tak terganggu asap karhutla

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Selasa, 14 Agustus 2018 - 15:44 WIB

Sandiaga bantah beri mahar ke PAn dan PKS

Selasa, 14 Agustus 2018 - 15:24 WIB

Krisis Turki, Kemenperin perkuat sektor riil

Selasa, 14 Agustus 2018 - 14:54 WIB

Sandiaga datangi KPK laporkan kekayaan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com