Rabu, 21 November 2018 | 09:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah Rabu sore melemah ke Rp14.086

Rabu, 16 Mei 2018 - 19:15 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Dewi Rusiana
Foto: Redaksi.
Foto: Redaksi.

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (16/5) sore, bergerak melemah sebesar 56 poin menjadi Rp14.086 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu seperti dikutip dari Antara, mengatakan bahwa dolar AS mengalami apresiasi terhadap sejumlah mata uang dunia terbantu kenaikan yield obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun kembali ke atas level 3 persen.

"Kenaikan imbal hasil memperlebar selisih suku bunga antara AS dan negara maju lainnya, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS," katanya.

Ia mengatakan meningkatnya imbal hasil AS memicu perpindahan arus modal dari pasar berkembang. Salah satu faktor yang mendukung imbal hasil obligasi Amerika Serikat itu yakni tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ia menambahkan bahwa peluang bagi dolar AS untuk melanjutkan apresiasinya juga masih cukup terbuka pada perdagangan berikutnya, jika data ijin membangun di Amerika Serikat dirilis lebih tinggi dari estimasi pasar.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (16/5) sore, bergerak melemah sebesar 56 poin menjadi Rp14.086 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu seperti dikutip dari Antara, mengatakan bahwa dolar AS mengalami apresiasi terhadap sejumlah mata uang dunia terbantu kenaikan yield obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun kembali ke atas level 3 persen.

"Kenaikan imbal hasil memperlebar selisih suku bunga antara AS dan negara maju lainnya, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS," katanya.

Ia mengatakan meningkatnya imbal hasil AS memicu perpindahan arus modal dari pasar berkembang. Salah satu faktor yang mendukung imbal hasil obligasi Amerika Serikat itu yakni tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ia menambahkan bahwa peluang bagi dolar AS untuk melanjutkan apresiasinya juga masih cukup terbuka pada perdagangan berikutnya, jika data ijin membangun di Amerika Serikat dirilis lebih tinggi dari estimasi pasar.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com