Rabu, 21 November 2018 | 09:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Sambut Ramadan, warga Kudus gelar visualisasi tradisi dandangan

Rabu, 16 Mei 2018 - 20:24 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Sutini.
Foto: Sutini.

Elshinta.com - Seribuan warga Kudus, Jawa Tengah menyaksikan visualisasi tradisi "dandangan" dalam menyambut datangnya bulan Ramadan yang diwariskan oleh Sunan Kudus. Visualisasi tradisi dandangan kali ini, menampilkan tari kolosal. Tari yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Kudus mengambarkan sejarah perjalanan kabupaten Kudus sejak zaman sunan Kudus. 

Bupati Kudus Musthofa menyatakan masyarakat Kudus merupakan masyarakat yang toleran, sehingga berbagai elemen masyarakat dilibatkan. Hal ini seperti yang dicontohkan Kanjeng Sunan Kudus. 

Musthofa mengajak semua masyarakat Kudus untuk terus membangun Kudus tanpa ada perpecahan. "Pemukulan bedug yang dilakukan bersama-sama ini simbol kebersamaan dalam membangun Kudus selama ini", ujarnya disela-sela kegiatan pemukulan bedug menandai datangnya bulan suci ramadhan, Rabu (16/5) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini. 

Sementara itu, tradisi dandangan yang digelar oleh Pemkab Kudus diawali dengan kegiatan pasar malam oleh 400 PKL dikawasan Jalan Sunan Kudus, Jalan Dr. Ramelan dan Jalan Pemuda. Kegiatan pasar malam telah digelar selama 10 hari.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Seribuan warga Kudus, Jawa Tengah menyaksikan visualisasi tradisi "dandangan" dalam menyambut datangnya bulan Ramadan yang diwariskan oleh Sunan Kudus. Visualisasi tradisi dandangan kali ini, menampilkan tari kolosal. Tari yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Kudus mengambarkan sejarah perjalanan kabupaten Kudus sejak zaman sunan Kudus. 

Bupati Kudus Musthofa menyatakan masyarakat Kudus merupakan masyarakat yang toleran, sehingga berbagai elemen masyarakat dilibatkan. Hal ini seperti yang dicontohkan Kanjeng Sunan Kudus. 

Musthofa mengajak semua masyarakat Kudus untuk terus membangun Kudus tanpa ada perpecahan. "Pemukulan bedug yang dilakukan bersama-sama ini simbol kebersamaan dalam membangun Kudus selama ini", ujarnya disela-sela kegiatan pemukulan bedug menandai datangnya bulan suci ramadhan, Rabu (16/5) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini. 

Sementara itu, tradisi dandangan yang digelar oleh Pemkab Kudus diawali dengan kegiatan pasar malam oleh 400 PKL dikawasan Jalan Sunan Kudus, Jalan Dr. Ramelan dan Jalan Pemuda. Kegiatan pasar malam telah digelar selama 10 hari.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com