Rabu, 21 November 2018 | 09:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Bamsoet: Pelibatan keluarga fenomena baru aksi teroris

Rabu, 16 Mei 2018 - 21:08 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2IMC29Q
Sumber foto: https://bit.ly/2IMC29Q

Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pelibatan keluarga dalam aksi teror di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5), merupakan fenomena baru radikalisme di Indonesia sehingga warga masyarakat perlu membentengi diri dengan memupuk rasa kemanusiaan dan ilmu keagamaan.

"Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus berupaya memupuk rasa kemanusiaan, empati, cinta tanah air dan bangsa, serta memperdalam ilmu-ilmu agama secara komprehensif melalui lembaga pendidikan yang kredibel guna membentengi diri pribadi dan keluarga dari radikalisme," katanya di Jakarta, Rabu (16/5).

Guna mencegah anggota keluarga terjebak dalam kelompok-kelompok yang mengajarkan paham radikalisme, Bamsoet menyarankan, agar setiap keluarga dan kerabat saling memantau anggota keluarganya, terutama anak-anak. Ia pun meminta pemerintah melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan lembaga terkait lainnya melakukan upaya nyata secara komprehensif guna mempersempit ruang gerak kelompok radikal berkembang di Indonesia.

Selain itu, ia meminta Komisi X DPR RI mendorong tenaga guru melalui dinas pendidikan dapat memberikan pemahaman mengenai ajaran agama yang baik dan benar, serta memberikan pelajaran agama dan Pancasila secara berkesinambungan dalam kurikulum sekolah. "Sasarannya memberikan pendidikan agama yang benar, sekaligus moral dan budi pekerti, sehingga terbentuk revolusi mental yang terintegrasi dan tidak salah paham," katanya seperti dilansir dari Antara.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu juga meminta pemerintah melalui lembaga terkait terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya pencegahan paham radikal sejak dini di lingkungan keluarga.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pelibatan keluarga dalam aksi teror di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5), merupakan fenomena baru radikalisme di Indonesia sehingga warga masyarakat perlu membentengi diri dengan memupuk rasa kemanusiaan dan ilmu keagamaan.

"Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus berupaya memupuk rasa kemanusiaan, empati, cinta tanah air dan bangsa, serta memperdalam ilmu-ilmu agama secara komprehensif melalui lembaga pendidikan yang kredibel guna membentengi diri pribadi dan keluarga dari radikalisme," katanya di Jakarta, Rabu (16/5).

Guna mencegah anggota keluarga terjebak dalam kelompok-kelompok yang mengajarkan paham radikalisme, Bamsoet menyarankan, agar setiap keluarga dan kerabat saling memantau anggota keluarganya, terutama anak-anak. Ia pun meminta pemerintah melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan lembaga terkait lainnya melakukan upaya nyata secara komprehensif guna mempersempit ruang gerak kelompok radikal berkembang di Indonesia.

Selain itu, ia meminta Komisi X DPR RI mendorong tenaga guru melalui dinas pendidikan dapat memberikan pemahaman mengenai ajaran agama yang baik dan benar, serta memberikan pelajaran agama dan Pancasila secara berkesinambungan dalam kurikulum sekolah. "Sasarannya memberikan pendidikan agama yang benar, sekaligus moral dan budi pekerti, sehingga terbentuk revolusi mental yang terintegrasi dan tidak salah paham," katanya seperti dilansir dari Antara.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu juga meminta pemerintah melalui lembaga terkait terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya pencegahan paham radikal sejak dini di lingkungan keluarga.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com