Jumat, 25 Mei 2018 | 21:36 WIB

Daftar | Login

puasa puasa
Top header banner

/

Bekas mata-mata Rusia Litvinenko dibunuh pada percobaan ketiga

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <div class="bbc-image" itemscope="itemscope" itemtype="http://schema.org/ImageObject"> <img alt="" height="147" itemprop="contentUrl" src="http://ichef.bbci.co.uk/wsimagechef/ic/261x147/amz/worldservice/live/assets/images/2014/12/09/141209102914_litvinenko_london_hospital_624x351_getty.jpg" width="261"/> <p class="bbc-caption">Unsur radioaktif polonium-210 ditemukan dalam cangkir teh yang diminum Litvinenko.</p> <meta content="Getty" itemprop="copyrightHolder"/> </div> <p>Bekas mata-mata Rusia yang membelot ke Inggris, Alexander Litvinenko, amat mungkin dibunuh pada percobaan ketiga lantaran dua upaya sebelumnya gagal, menurut informasi yang didapat BBC.</p> <p>Litvinenko, agen intelijen Rusia yang membelot ke Inggris dan bekerja untuk dinas intelijen MI6, meninggal dunia tiga pekan setelah bertemu dua agen rahasia Rusia di Hotel Millennium di pusat Kota London, November 2006.</p> <p>Kepolisian Inggris mendapati unsur radioaktif polonium-210 di dalam cangkir teh yang diminumnya. Dua orang Rusia, Andrei Lugovoi dan Dmitry Kovtun, dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Namun, mereka menolak tudingan itu.</p> <p>Peter Clarke, selaku mantan kepala Komando Anti-Teroris Kepolisian Metropolitan London, mengatakan kematian Litvinenko tidak wajar.</p> <p>“Ada jejak forensik yang sangat kuat, yang mengindikasikan Litvinenko telah diserang. Namun, tentu saja, yang tidak wajar (dalam kematiannya) ialah keterlibatan radioaktif,” kata Clarke.</p> <p>Enam tahun lebih setelah Litvinenko meninggal, sebuah sidang publik yang memaparkan penyebab kematian mendiang digelar di London pada Selasa (27/01).</p> <p>Istri Litvinenko, Marina, mengaku berharap sidang yang dipimpin hakim senior Sir Robert Owen itu akan menyediakan jawaban akan kematian suaminya.</p> <p>Marina menudin Kremlin berada di balik kematian suaminya, namun Rusia membantah terlibat.</p> </div> </content>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 25 Mei 2018 - 21:35 WIB

Polisi tangkap oknum ASN bawa sabu-sabu

Aktual Dalam Negeri | 25 Mei 2018 - 21:25 WIB

BPOM Sumbar akan pidanakan penjual makanan kadaluwarsa

Aktual Dalam Negeri | 25 Mei 2018 - 21:16 WIB

KSAL: Denjaka siap dikerahkan atasi terorisme

Aktual Dalam Negeri | 25 Mei 2018 - 20:52 WIB

Kapolri minta kepala daerah bendung berkembangnya sel teroris

Aktual Dalam Negeri | 25 Mei 2018 - 20:41 WIB

Kemenkes terus mendorong kenaikan cukai rokok

Aktual Dalam Negeri | 25 Mei 2018 - 20:31 WIB

Mentan: Alsintan optimalkan untuk peningkatan ekonomi petani

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com