LeCI: Penangkapan Djoko Tjandra momentum bongkar kasus Bank Bali
Elshinta
Minggu, 02 Agustus 2020 - 16:15 WIB |
LeCI: Penangkapan Djoko Tjandra momentum bongkar kasus Bank Bali
Tangkapan layar hasil identifikasi kecocokan wajah Djoko Tjandra oleh Inafis Bareskrim. Sumber Foto: https://bit.ly/39PsJ4a

Elshinta.com - Direktur Legal Culture Institute (LeCI) M Rizqi Azmi mengatakan penangkapan Djoko Tjandra menjadi momentum penting membongkar kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Bank Bali.

"Ini adalah momen penting yang harus dimanfaatkan Kapolri dan Jaksa Agung membongkar kasus korupsi kelas kakap BLBI dan Bank Bali yang selama ini selalu menemui jalan buntu secara hukum dan politik di DPR," kata Rizqi melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (2/8).

Ia menyatakan Djoko Tjandra adalah salah satu kunci untuk membongkar pelaku-pelaku lainnya dan mengambil kembali aset negara yang telah dirampas dan dicuri oleh "white collar crime". Terhadap Djoko Tjandra, kata dia, Polri dan Kejaksaan Agung harus bertindak tegas dalam eksekusi kasus lama dan penegakan terhadap kasus tindak pidana yang baru saja dilakukannya sebagai residivis.

Ia mengemukakan Djoko Tjandra sebagai seseorang koruptor berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) pada 2009 harus menjalani hukumannya yang setimpal, mulai dari segala itikad buruknya sewaktu masih menjadi buronan. "Serta kejahatan baru yang merupakan tindak pidana dalam pemalsuan surat (termasuk penyuapan birokrasi), penipuan, kejahatan lintas negara ditambah dengan pemberatan pidana sebagai residivis sampai dengan permufakatan jahat dengan oknum aparat penegak hukum dan birokrat," tuturnya.

Ia menjelaskan secara delik pidana, Djoko Tjandra sebagai koruptor yang melarikan diri dapat diberikan pemberatan hukuman sesuai Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Kemudian dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 juncto Pasal 378 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara dikaitkan dengan pemalsuan dan penipuan berupa penerbitan surat berharga yang dapat menimbulkan kerugian. "Dalam yurisprudensi tetap perlakuannya disebut 'intelectuele valsheid' atau pemalsuan secara intelektual yang menimbulkan kerugian bagi kepentingan masyarakat," ucap Rizqi.

Sementara terkait residivis dan itikad buruk yang berkenaan dengan pasal di atas dapat dikenakan juga ketentuan Pasal 486 KUHP dengan penambahan sepertiga hukuman terutama terkait kasus tindak pidana baru Djoko Tjandra yang belum lewat lima tahun. "Selanjutnya, terkait kongkalikong dengan oknum pejabat, Djoko Tjandra dapat juga dikenakan Pasal 88 dan Pasal 55 terkait permufakatan jahat yang seharusnya ini bisa dimanfaatkan Polri, Kejaksaan dan KPK dalam mengurai dan membongkar benang kusut pemberantasan kasus korupsi Bank Bali dan BLBI," tuturnya, dikutip Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 12 tahun buron, Kejatisu tangkap SFH tersangka korupsi BRR
Jumat, 18 September 2020 - 21:57 WIB
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejati Sumatera Utara berhasil meringkus SFH Mantan Kuasa Dire...
Bandar narkoba terpidana mati kabur, bikin lubang tembus ke gorong-gorong
Jumat, 18 September 2020 - 14:47 WIB
Seorang narapidana yang divonis hukuman mati kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tanger...
Viral penindakan masker saat berkendara, ini kata pihak kepolisian
Jumat, 18 September 2020 - 07:34 WIB
Belakangan, banyak warga yang memprotes terkait penindakan penggunaan masker saat berkendara. Pihak ...
Menkopolhukam: Penusuk Ali Jaber gila atau tidak tetap ke pengadilan
Kamis, 17 September 2020 - 14:11 WIB
Menteri Polhukam Mahfud MD menegaskan tersangka penusuk ulama Ali Jaber akan tetap dibawa ke pengadi...
Polri akan tindak tegas oknum penyalahgunaan seragam baru satpam
Kamis, 17 September 2020 - 13:19 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan, Kepolisian...
Polisi buru pemotor wanita pamerkan celana dalam
Kamis, 17 September 2020 - 08:17 WIB
Viral di media sosial, wanita pengendara motor matic yang memamerkan celana dalamnya di jalanan. Set...
Viral, polisi ungkap motif pelaku penggunting Bendera Merah Putih di Sumedang
Kamis, 17 September 2020 - 08:04 WIB
Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago menjelaskan motif pelaku pengguntingan Bende...
Ada sanksi tegas, masyarakat dingatkan agar disiplin selama PSBB
Kamis, 17 September 2020 - 07:21 WIB
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana meminta masyarakat Jakarta agar disiplin menjalankan prot...
Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber terancam hukuman mati
Kamis, 17 September 2020 - 06:53 WIB
Polisi telah menetapkan Alpin Andria alias Alfin Andrian sebagai tersangka atas kasus penusukan Syek...
Hasil pemeriksaan, pelaku penusukan mengakui sudah berencana menusuk Syekh Ali Jaber
Kamis, 17 September 2020 - 06:39 WIB
Selama masa penyidikan dengan dibantu oleh Tim Dokter Psikiater Mabes Polri, polisi menemukan bebera...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV