Kapasitas SDM tentukan kualitas tata kelola wisata di Kota Magelang 
Elshinta
Rabu, 05 Agustus 2020 - 15:12 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Kapasitas SDM tentukan kualitas tata kelola wisata di Kota Magelang 
Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Diporapar Kota Magelang di Hotel Atria Magelang, Selasa (4/8/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Kualitas tata kelola destinasi pariwisata dan kapasitas masyarakat menjadi poin penting yang perlu ditingkatkan guna mewujudkan dan mengembangkan kawasan strategis pembangunan pariwisata di Kota Magelang.

Hal itu harus didukung dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan tata kelola destinasi pariwisata yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang.

Kasi Pengembangan Destinasi, Sarana, SDM dan Kelembagaan Pariwisata Disporapar Kota Magelang, Umi Indri Wulansari menjelaskan, pelatihan ini diikuti sebanyak 40 orang yang merupakan pengelola obyek wisata di Kota Magelang.

"Peningkatan kualitas dan kapasitas SDM kita selenggarakan dalam bentuk pelatihan tata kelola pariwisata yang disesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19," kata Umi ditemui di sela-sela kegiatan di Hotel Atria Magelang, Selasa (4/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Magelang, DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Tengah, serta Pengelola Destinasi Wisata Kandri dan Obyek Wisata Goa Kreo Semarang.

Asisten Administrasi Sekda Kota Magelang Taufiq Nurbakin, yang mewakili Sekda Kota Magelang Joko Budiyono, menyambut baik pelatihan ini sebagai langkah mempersiapkan para pengelola destinasi wisata di Kota Magelang menyambut adaptasi kebiasaan baru.

"Merujuk pada perkembangan global, usaha pariwisata pun harus menerapkan pola protokol baru sebagai bagian menyintas dan mempertahankan kelangsungan sektor pariwisata," kata Taufiq.

Dijelaskan, ada syarat pemberlakuan adaptasi kebiasan baru Daya Tarik Wisata (DTW) yang wajib dipenuhi oleh pengelola, antara lain hanya berlaku untuk DTW yang memenuhi syarat sesuai protokol kesehatan Kemenkes RI dan ada penanggungjawab.

Kemudian pengelola mengajukan permohonan pelaksanaan simulasi, melakukan sosialisasi edukasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya simulasi dan risiko terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

"Simulasi minimal dilaksanakan 2 kali, seperti Taman Kyai Langgeng, yang persiapannya sangat detil sebelum kemudian dibuka secara resmi. Selain Taman Kyai Langgeng, obyek wisata yang sudah buka yakni Kebun Raya Gunung Tidar dan Museum Sudirman," papar Taufiq.

Ada konsep atau pedoman adaptasi kebiasaaan baru kepariwisataan DTW di Kota Magelang yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh pengelola. 

Pedoman adaptasi kebiasaan baru bagi DTW meliputi, pengelola wajib memiliki rekomendasi dari kepala daerah dan gugus tugas COVID-19 Pemda setempat, pembatasan operasional, pembatasan jumlah pengunjung, kerjasama dengan aparat keamanan, dan sterilisasi DTW.

"Pembatasan jumlah pengunjung dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung, kemudian fasilitas cuci tangan dan thermo gun juga harus tersedia, termasuk jika perlu ambulans dan tenaga medis khusus," papar Taufiq.

Pedoman juga berlaku bagi pekerja atau karyawan obyek wisata. Mereka harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai protokol kesehatan saat bekerja atau melayani wisatawan. 

"Dengan dibukanya obyek wisata di Kota Magelang diharapkan bisa kembali menggerakkan perekonomian masyarakat," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Budaya patuh terhadap new normal untuk berwisata sehat
Jumat, 18 September 2020 - 14:05 WIB
Menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali karena pandemi berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali...
PSBB, wisata Kepulauan Seribu ditutup sementara
Kamis, 17 September 2020 - 19:47 WIB
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta resmi menutup sementara wisata di wilaya...
Ancol kembali tutup sementara mulai 14 September
Jumat, 11 September 2020 - 21:47 WIB
Manajemen Taman Impian Jaya Ancol akan menutup sementara kawasan wisata pantai, Dunia Fantasi (Dufan...
Wisata Candi Bajang Ratu kembali dibuka, wisatawan pun berdatangan
Kamis, 10 September 2020 - 21:56 WIB
Pandemi virus Covid-19 membuat beberapa destinasi wisata terpaksa ditutup sementara. Tidak terkecual...
Disparbud Langkat ajak kerjasama PTPN-2 kembangkan prasarana destinasi wisata
Kamis, 10 September 2020 - 14:47 WIB
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyambangi kantor Di...
Wisman ke Indonesia per Juli 2020 mencapai 159,76 ribu orang
Selasa, 01 September 2020 - 18:46 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indon...
Bendungan Rentang Majalengka jadi tempat wisata favorit keluarga
Senin, 31 Agustus 2020 - 15:36 WIB
Salah satu bendungan raksasa yang terletak di kawasan utara Majalengka tepatnya di Dusun Rentang, De...
Tingkatkan daya tarik wisata, Kemenparekraf  gelar gerakan BISA di Lumajang
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:19 WIB
Program Bersih Indah Sehat dan Aman (BISA) yang digulirkan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk ...
Wisatawan tanpa masker dan sakit dilarang masuk Gunung Bromo
Jumat, 28 Agustus 2020 - 20:25 WIB
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugen...
Cara aman berwisata di masa Adaptasi Kebiasaan Baru
Jumat, 28 Agustus 2020 - 13:16 WIB
Wajar bila Anda merasa ingin berjalan-jalan dan berwisata di tengah masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AK...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV