Dokter paru: Penggunaan setiap jenis masker terkait risiko penularan
Elshinta
Kamis, 03 September 2020 - 16:58 WIB |
Dokter paru: Penggunaan setiap jenis masker terkait risiko penularan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/32QTodP

Elshinta.com - Dokter Spesialis paru mengatakan penggunaan setiap jenis masker, antara masker kain, masker bedah dan masker N95, sangat terkait dengan risiko penularan yang dapat ditimbulkan saat seseorang berinteraksi dengan orang lain.

"Tentu (penggunaan masker) ini sangat berkaitan dengan risiko paparannya. Kemudian juga ketersediaannya dan juga biayanya," kata Dokter paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan dr. Andika Chandra Putra, Sp.P, PhD di Jakarta, Kamis (3/9).

Ia mengatakan bahwa masing-masing jenis masker tersebut memiliki manfaat yang berbeda dalam pencegahan penularan virus, terutama virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19. Jika dibandingkan masker kain, masker bedah, katanya, tentu memiliki manfaat yang lebih baik dalam menahan penularan melalui percikan air liur karena memiliki tiga lapisan penghalau, antara lain lapisan antiair di bagian luar, lapisan tengah untuk memfilter bakteri, kuman atau virus dan lapisan dalam untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut.

Sedangkan masker N95 juga memiliki manfaat yang jauh lebih baik lagi dibandingkan dengan masker bedah dan juga masker kain, karena memiliki kerapatan yang lebih baik dalam menahan partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus berbahaya. Meski demikian, meski masker kain tidak memiliki tingkat kerapatan yang lebih rapat dibandingkan masker bedah dan masker N95, tetapi masker kain tersebut tetap bisa digunakan oleh masyarakat umum saat terpaksa berinteraksi dengan orang lain di tengah pandemi COVID-19. "Saat ini juga rekomendasi WHO atau Kementerian Kesehatan (Kemkes) untuk masyarakat umum cukup dengan masker kain saja sudah bisa mengurangi penularan. Tapi pada tenaga medis yang menangani pasien-pasien COVID-19 itu harus menggunakan masker N95," katanya, dihimpun Antara.

Meski dinilai sudah cukup menghalau kemungkinan penularan virus SARS-CoV-2, penggunaan masker tersebut juga perlu dilengkapi dengan penerapan protokol kesehatan lainnya, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan juga tetap menjaga jarak saat berada di keramaian. Perlunya mencuci tangan dengan sabun itu adalah untuk menghindari penularan virus melalui tangan saat seseorang tanpa sengaja menyeka bagian mata, hidung dan mulut dengan tangan tanpa terlebih dahulu membersihkannya.

Kemudian, perlunya menjaga jarak, menurut dia, adalah agar kemungkinan percikan droplet yang dikeluarkan orang lain tidak sampai mengenai bagian wajah orang yang diajak bicara.

Sementara itu, Andika mengatakan perlunya masyarakat untuk cukup memakai masker kain adalah karena masker bedah dan masker N95 lebih dibutuhkan oleh tenaga medis yang memiliki risiko lebih besar terinfeksi virus karena harus menangani pasien COVID-19. "Jadi menurut saya masyarakat enggak perlu menggunakan masker N95. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko penularan, masyarakat tetap perlu menjaga jarak dan intensitas interaksinya (dengan orang lain) bisa sedikit dikurangi," ujarnya. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Urai kemacetan, contraflow di Tol Japek mulai diberlakukan hari ini
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:37 WIB
Rekayasa lalu lintas yaitu Contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) diterapkan hari ini. Hal...
Anak cucu pejuang Pepera Papua bangun sinergitas dengan Pemerintah dan TNI/Polri 
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Sejumlah anak dan cucu dari para pejuang Pepera bersama 1.026 orang tokoh Papua yang ikut dalam musy...
 Aparat deteksi dini pencegahan dan penanggulangan karhutla
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:18 WIB
Dalam rangka mengantisipasi karhutla Polsek Kintap, Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, ter...
Hari Sumpah Pemuda, Menag ajak milenial bangun negeri dan jaga persatuan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:58 WIB
Indonesia hari ini memperingati peristiwa bersejarah yang terjadi 92 tahun lalu.
Di Hari Sumpah Pemuda, mantan teroris beri kado istimewa untuk Gubernur Jateng
Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:47 WIB
`Selamat ulang tahun, Pak. Ini kado dari kami teman-teman eks Napi Terorisme yang ada di Yayasan Per...
Antisipasi Covid-19, Sat Sabhara Polres Batola patroli di Pasar Marahaban
Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:11 WIB
Saat ini memang perkembangan kasus Covid-19 di Daerah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Se...
Menhub pantau Tol Cikampek, terjadi kepadatan di KM 47A
Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:36 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek terkait...
Setahun Jokowi-Ma`ruf, banyak aksi demi gaet relokasi investasi
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Masih melekat dalam ingatan, betapa kecewanya Presiden Joko Widodo saat mengungkapkan banyak perusah...
PSI: Pemerintah pasti hati-hati distribusikan vaksin COVID-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:17 WIB
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Christian Widodo meyakini pemerintah akan berhati-hat...
Tokoh adat Sentani minta pemuda Papua bangkit bangun bangsa
Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:25 WIB
Tokoh adat Sentani, Yanto Eluay menyampaikan pesan kepada pemuda Papua agar momentum peringatan Sump...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV