Indonesia desak Myanmar selesaikan akar permasalahan Rohingya
Elshinta
Minggu, 13 September 2020 - 09:39 WIB |
Indonesia desak Myanmar selesaikan akar permasalahan Rohingya
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/3isqOpx

Elshinta.com - Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk dapat menyelesaikan akar permasalahan Rohingya dan menekankan perlunya upaya konkret melalui repatriasi yang aman, sukarela, bermartabat, dan berkelanjutan ke tempat asal mereka di Rakhine State.

“Selain itu, kita juga mendesak perlunya responsibility sharing khususnya oleh negara-negara pihak Konvensi Pengungsi 1951, organisasi-organisasi internasional, dan LSM yang selama ini memiliki perhatian terhadap isu ini, untuk berkontribusi secara nyata terhadap isu irregular migrants,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Sabtu (12/9) kemarin.

Isu mengenai warga Rohingya, yang sejak 2017 terpaksa menyelamatkan diri dari rumah mereka di Rakhine State untuk menghindari kekerasan oleh militer Myanmar, terus disuarakan Indonesia dalam berbagai forum internasional termasuk rangkaian Pertemuan Menlu ASEAN (AMM) ke-53.

Pasalnya, masalah ini telah menjadi isu regional ketika para pengungsi Rohingya yang ditolak kewarganegaraannya di Myanmar, bermigrasi secara ilegal dari kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar, Bangladesh, ke negara-negara lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Banyak warga Rohingya seringkali menjadi korban perdagangan manusia dan terombang-ambing di laut selama berbulan-bulan dalam perjalanan mereka menuju negara ketiga, dan justru berakhir di negara transit seperti Indonesia.

Baru-baru ini tepatnya pada 7 September 2020, Indonesia kembali menerima 296 migran etnis Rohingya di Gampong Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, Aceh. Ratusan migran tersebut terdiri dari 105 orang laki-laki dan 191 orang perempuan, yang mayoritas berumur di bawah 18 tahun.

Berdasarkan pendataan awal, diketahui bahwa mereka berasal dari kamp di Cox’s Bazaar, Bangladesh dan 119 orang diantaranya mengaku telah memiliki status 
pengungsi dari UNHCR. “UNHCR Indonesia sedang melakukan verifikasi dan registrasi kepada para migran inidan tentunya bekerjasama dengan UNCHR Bangladesh. Saat ini, mereka ditampung di BLK Meunasah, Lhokseumawe, tempat yang sama yang digunakan untuk penampungan 99 irregular migrants Rohingya sebelumnya,” kata Retno, dihimpun Antara.

Telah dilakukan rapid test untuk mendeteksi COVID-19 terhadap 296 pengungsi tersebut, dan hasilnya seluruhnya dinyatakan non-reaktif. Kemlu RI juga memperoleh laporan bahwa terdapat tiga pengungsi Rohingya yang meninggal dunia, diduga akibat kelelahan, penyakit beri-beri, dan kondisi tubuh yang melemah akibat perjalanan laut yang cukup lama. Telah dilakukan swab test terhadap tiga orang yg meninggal tersebut, dengan hasil negatif COVID-19.

Terkait hal ini, Menlu Retno menegaskan bahwa keputusan Indonesia untuk sementara menampung para migran Rohingya tersebut adalah atas dasar kemanusiaan dan demi mengatasi situasi darurat, karena ratusan orang tersebut sudah terapung-apung di laut selama tujuh bulan tanpa kejelasan nasib. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PMI Kota Magelang wujudkan kepedulian lewat pembagian sayuran
Minggu, 20 September 2020 - 14:51 WIB
Palang Merah Indonesia Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah mewujudkan kepedulian di tengah pandemi C...
Polres Batola lakukan patroli gabungan
Minggu, 20 September 2020 - 14:45 WIB
Sat Sabhara Polres Batola Polda Kalsel, dalam kegiatan patroli sekala besar tim pendisiplinan dalam ...
Langkah nyata karantina pertanian Tarakan sukseskan P2L di Kaltara
Minggu, 20 September 2020 - 13:38 WIB
Pangan merupakan kebutuhan esensial dan ketersediaannya harus berkelanjutan dengan kondisi aman dan ...
14 daerah di Nusa Tenggara Timur berisiko hadapi kekeringan
Minggu, 20 September 2020 - 13:10 WIB
Sebanyak 14 daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur berisiko menghadapi kekeringan menurut pejabat Ba...
Pekanbaru tambah 200 tenaga kesehatan dan bangun laboratorium
Minggu, 20 September 2020 - 12:29 WIB
Pemerintah Kota Pekanbaru di Provinsi Riau akan menambah 200 tenaga kesehatan dan membangun laborato...
Penghapusan pelajaran sejarah cara membutakan generasi dari masa lalu NKRI
Minggu, 20 September 2020 - 12:11 WIB
Rencana penghapusan mata pelajaran sejarah oleh Menteri Pendidikan RI Nadiem Anwar Makarim mendapatk...
Kelahiran dua anak badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon
Minggu, 20 September 2020 - 10:29 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional 2020 meng...
Hari kelima Operasi Yustisi, petugas gabungan masih ditemukan warga langgar protokol kesehatan
Minggu, 20 September 2020 - 09:50 WIB
Sebanyak 148 warga terjaring razia masker yang dilaksanakan petugas gabungan Polresta Cirebon, Kodim...
FKPPI diharapkan jadi pelopor penegak disiplin protokol kesehatan
Minggu, 20 September 2020 - 09:26 WIB
Komandan Kodim 0203/ Langkat Letkol Inf Bachtiar Susanto membuka secara resmi Rapat Kerja Cabang-1 P...
Forkopimca Secanggang sosialisasi protokol kesehatan di Pasar Desa Selotong
Minggu, 20 September 2020 - 09:10 WIB
Polsek Secanggang, Polres Langkat, Sumatera Utara, Koramil 08 Secanggang dan Pemerintah Kecamatan Se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV