Harga minyak naik lebih dari dua persen
Elshinta
Rabu, 16 September 2020 - 08:13 WIB |
Harga minyak naik lebih dari dua persen
Kapal tanker bersandar pengilangan minyak, Bayonne, New Jersey, Amerika Serikat. (ANT/REUTERS/Lucas Jackson/aa) - https://bit.ly/32wfaoi

Elshinta.com - Harga minyak naik lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), didukung oleh gangguan pasokan akibat badai di Amerika Serikat, tetapi kekhawatiran permintaan membayangi karena peramal industri energi memperkirakan pemulihan pandemi lebih lambat dari perkiraan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik 92 sen atau 2,3 persen, menjadi menetap pada 40,53 dolar AS per barel. Sementara itu minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) bertambah 1,02 dolar AS atau 2,7 persen, menjadi ditutup di 38,28 dolar AS per barel. Kedua kontrak jatuh sehari sebelumnya.

Harga minyak berjangka naik menjelang pendaratan Badai Sally di Pantai Teluk AS. Lebih dari seperempat produksi minyak dan gas lepas pantai AS ditutup dan pelabuhan ekspor utama juga ditutup karena lintasan badai bergeser ke timur menuju Alabama barat, menyisakan beberapa kilang di Pantai Teluk dari angin kencang.

“Peristiwa cuaca buruk di AS menyebabkan beberapa ketidakpastian tentang produksi minyaknya dan itu selalu menjadi kabar baik untuk harga,” kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak Rystad Energy.

Prospek permintaan minyak tetap lemah, membatasi kenaikan harga. Badan Energi Internasional (IEA) memangkas prospek 2020 sebesar 200.000 barel per hari (bph) menjadi 91,7 juta barel per hari, dengan alasan kehati-hatian tentang kecepatan pemulihan ekonomi.

“Kami memperkirakan pemulihan dalam permintaan minyak melambat secara nyata pada paruh kedua 2020, bersama sebagian besar keuntungan mudah yang telah dicapai,” kata IEA dalam laporan bulanannya.

Badan itu mengatakan stok minyak komersial di negara-negara maju mencapai tertinggi sepanjang masa 3,225 miliar barel pada Juli, dan memangkas perkiraan untuk penarikan stok tersirat untuk paruh kedua tahun ini.

Revisi permintaan IEA sejalan dengan perkiraan dari para produsen dan pedagang industri minyak utama. OPEC menurunkan perkiraan permintaan minyaknya dan perusahaan minyak BP mengatakan permintaan mungkin telah mencapai puncaknya pada 2019.

Permintaan minyak dunia akan turun 9,46 juta barel per hari tahun ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan dalam laporan bulanannya pada Senin (14/9/2020), lebih besar dari penurunan 9,06 juta barel per hari yang diperkirakan OPEC sebulan lalu.

Namun, pertemuan komite bersama menteri OPEC+ pada Kamis (17/9/2020) diperkirakan tidak akan membuat rekomendasi untuk pengurangan produksi yang lebih dalam, tetapi lebih fokus pada mekanisme kepatuhan dan kompensasi untuk pemotongan saat ini, sumber-sumber mengatakan kepada Reuters.

Sementara itu, tingkat produksi minyak China pada Agustus naik dari setahun lalu, mencapai level tertinggi kedua dalam catatan, karena kilang-kilang bekerja untuk mengolah rekor impor awal tahun ini.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah turun 9,5 juta barel dalam sepekan hingga 11 September menjadi sekitar 494,6 juta barel, data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan pada Selasa (15/9/2020). Analis memperkirakan kenaikan 1,3 juta barel. Data pemerintah AS tentang stok akan dirilis pada Rabu waktu setempat, demikian dilansir Antara. (Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menlu Iran: Dunia harus menentang sanksi AS
Minggu, 20 September 2020 - 11:24 WIB
Komunitas dunia harus menentang penggunaan sanksi-sanksi Amerika Serikat untuk memberlakukan keingin...
Mantan PM Kanada Turner tutup usia
Minggu, 20 September 2020 - 10:51 WIB
Mantan Perdana Menteri Kanada John Turner, yang menjabat hanya 11 pekan dan memimpin Partai Liberaln...
Trump dukung kesepakatan memungkinkan TikTok terus beroperasi di AS
Minggu, 20 September 2020 - 10:10 WIB
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mendukung kesepakatan yang memungkinkan TikTok terus beroper...
Tiongkok akan balas AS atas larangan TikTok dan WeChat
Minggu, 20 September 2020 - 08:50 WIB
Pemerintah Tiongkok menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah Amerika Serikat yang melarang ap...
Harga minyak melonjak, terkerek ancaman OPEC soal pangkas produksi
Jumat, 18 September 2020 - 09:52 WIB
Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik positif ketika OPEC da...
Harga emas anjlok terseret aksi ambil untung
Jumat, 18 September 2020 - 07:48 WIB
Harga emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul aksi ambil untung...
Kasus positif COVID-19 di Inggris naik 167% sejak akhir Agustus
Kamis, 17 September 2020 - 21:11 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 167% pada angka positif COVID-19 di Inggris sejak akhir Agustus, demikian ...
WHO: Amerika Latin terlalu dini cabut pembatasan COVID-19
Kamis, 17 September 2020 - 15:15 WIB
Amerika Latin telah mulai melanjutkan kehidupan sosial dan publik yang normal padahal pandemi COVID-...
Inggris kembalikan tiga patung curian dari kuil India pada 1978
Kamis, 17 September 2020 - 14:28 WIB
Warga Inggris mengembalikan tiga patung tembaga yang dicuri dari sebuah kuil Hindu di Tamil Nadu, In...
Italia mungkin mulai suntikkan vaksin COVID-19 akhir November
Kamis, 17 September 2020 - 12:10 WIB
Italia kemungkinan akan mendapatkan suntikan pertama vaksin COVID-19 buatan Inggris, AstraZeneca, pa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV