Teten: UMKM menjadi penyangga ekonomi nasional di tengah pandemi
Elshinta
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 16:25 WIB |
Teten: UMKM menjadi penyangga ekonomi nasional di tengah pandemi
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Teten Masduki mengatakan UMKM saat ini menjadi penyangga ekonomi nasional di tengah ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 yang diharapkan menahan angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan.

“UMKM itu sudah berkali-kali menghadapi situasi sulit, krisis. Kelebihan dari UMKM yang kecil-kecil ini cepat melakukan perubahan. Banting stirnya itu cepat,” kata Teten dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10).

Dalam sebuah webinar yang digelar Warta Ekonomi bertajuk “Kiat Inovasi Kreatif UMKM Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19” Teten mengatakan, alasan itulah yang membuat pemerintah mengalokasikan anggaran yang besar dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ada pula program restrukturisasi pinjaman, termasuk memberikan hibah modal kerja bagi UMKM yang belum bankable.

“Dari sisi demand kita coba bantu penyerapan lewat belanja kementerian dan lembaga. Kami mendapatkan komitmen dari Kementerian BUMN, capex di bawah Rp14 miliar ini sekarang diperuntukkan untuk UMKM,” ujar Teten.

Selain itu Kemenkop dan UKM telah membuat beberapa program pendampingan, konsultasi, pelatihan, baik secara virtual. Tujuannya untuk membantu UMKM beradaptasi dan inovasi bisnis  merespons perkembangan baru, khususnya terkait teknologi.

“Sekarang baru 13 persen UMKM kita yang sudah terhubung ke platform digital. Kita dorong percepatan, transformasi, karena ini akan memberikan manfaat, akses pasar yang lebih besar, termasuk akses pembiayaan,” kata Teten.

Penyedia platform digital berskala besar sudah bisa mengakses lebih sekitar 97 persen wilayah Indonesia.(Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rupiah menguat seiring bertambahnya jumlah pengangguran di AS
Kamis, 26 November 2020 - 10:30 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat ...
Banyumas segera sosialisasikan kenaikan UMK 2021
Kamis, 26 November 2020 - 09:55 WIB
Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinakerkop UKM) Kabupaten Banyumas, Jawa Tenga...
KPU Sukoharjo mulai sortir dan lipat surat suara Pilkada
Rabu, 25 November 2020 - 23:46 WIB
KPU Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mulai melakukan sortir dan lipat surat suara Pilkada 2020. Seba...
PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Kualanamu tanam 30.000 bibit mangrove di Percut Sei Tuan
Rabu, 25 November 2020 - 23:11 WIB
Mangrove atau hutan bakau mempunyai banyak manfaat bagi manusia maupun kehidupan alam disekitaranya,...
Kemenkeu: Penyaluran kredit bank syariah dari dana PEN sangat agresif
Rabu, 25 November 2020 - 20:30 WIB
Kementerian Keuangan menilai penyaluran kredit dana pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasion...
Lima usaha kuliner di Palangka Raya kena denda karena langgar protokol
Rabu, 25 November 2020 - 20:15 WIB
Sebanyak lima pengusaha kuliner di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah terkena sanksi...
RAPBD Kabupaten PPU 2021 diproyeksi Rp1,79 Triliun
Rabu, 25 November 2020 - 19:45 WIB
Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalima...
Serikat Pekerja Pegadaian tolak wacana akuisisi oleh BRI
Rabu, 25 November 2020 - 18:25 WIB
Serikat Pekerja Pegadaian menolak wacana akuisisi PT Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) ...
Wakil Ketua Komisi IV: Sejak awal saya tak setuju ekspor benih lobster
Rabu, 25 November 2020 - 17:15 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyampaikan sejak awal tidak setuju dengan ekspor benih l...
Presiden meminta jajarannya lakukan reformasi anggaran
Rabu, 25 November 2020 - 13:35 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menteri, kepala daerah, dan kepala lembaga melakukan r...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV