Kemenkeu prediksikan akselerasi pertumbuhan ekonomi terjadi pada 2021
Elshinta
Rabu, 14 Oktober 2020 - 12:40 WIB |
Kemenkeu prediksikan akselerasi pertumbuhan ekonomi terjadi pada 2021
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi - Seorang pengunjung mengamati sebuah miniatur rumah saat pameran perumahan Real Estate Indonesia (REI) di Semarang, Jawa Tengah. Sumber foto: https://bit.ly/3iX7al7

Elshinta.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksikan akselerasi dari upaya pemerintah dalam memperbaiki pertumbuhan ekonomi yang selama tahun ini mengalami tekanan hingga terkontraksi akibat pandemi, akan terjadi pada 2021.

“Pertumbuhan ekonomi akibat pandemi harus terus kita waspadai. Namun dengan optimisme yang ada kita berharap akan ada rebound,” kata Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara BKF Kemenkeu, Ubaidi Socheh di Jakarta, Selasa (13/10).

Ubaidi menyatakan, pemerintah optimis bahwa target pertumbuhan sebesar 5 persen dalam APBN 2021 akan tercapai melihat pemulihan aktivitas perekonomian telah mulai terjadi sejak semester II 2020.

“Dengan beberapa upaya dan kebijakan yang konsisten kita upayakan untuk dilakukan,” ujarnya, dikutip Antara.

Ubaidi menuturkan, perkiraan ekonomi tumbuh positif pada tahun depan juga didukung oleh adanya berbagai stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah tahun ini akan dilanjutkan sampai 2021.

“Kita juga berharap dukungan stimulus pada 2020 dan berlanjut sampai 2021 itu akan memberikan ekspektasi yang cukup besar untuk recovery,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor lain yang mendukung tmakselerasinya pemulihan ekonomi tahun depan yaitu inflasi diperkirakan terjaga seiring dengan peningkatan konsumsi di masa new normal dan dukungan pemerintah untuk mempertahankan daya beli.

Kemudian pasar keuangan yang membaik secara bertahap seiring dengan banyaknya aliran modal asing yang masuk ke negara berkembang melalui dukungan kebijakan akomodatif dan pemulihan.

Selanjutnya, harga komoditas dalam tren meningkat yang didukung perbaikan permintaan setelah aktivitas ekonomi kembali berjalan.

Tak hanya itu, target tahun depan juga didukung oleh situasi global yang mulai mengalami perbaikan melalui kebijakan ekonomi yang diperkirakan masih akomodatif baik fiskal maupun moneter untuk mendukung percepatan pemulihan.

Meski demikian, Ubaidi memastikan pemerintah tetap berhati-hati dengan berbagai risiko seperti pandemi yang masih tereskalasi, ketersediaan vaksin, vaksinasi, hingga ketidakpastian global dan geopolitik.

Ketidakpastian global itu sendiri meliputi perdagangan internasional yang masih bergantung dengan kondisi pandemi karena COVID-19 menahan arus lalu lintas barang dan manusia secara global. (Der)
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat katakan subholding Pertamina bukan pemisahan perusahaan
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:29 WIB
Pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tumiran menilai, restrukturisasi di tubuh Pertamina bu...
Presiden minta kepala daerah sampaikan `tone`positif kepada publik
Kamis, 22 Oktober 2020 - 17:37 WIB
Presiden RI Joko Widodo meminta kepala daerah senantiasa memberikan tone atau nada positif dan opt...
Kurs rupiah melemah ke Rp14.660 per dolar AS hari ini 
Kamis, 22 Oktober 2020 - 17:28 WIB
Nilai tukar rupiah melemah pada hari ini setelah menguat dua hari berturut-turut sebelumnya. Kamis (...
 Cegah kerumunan, Satgas Covid-19 Majalengka diminta tertibkan penerima bansos UMKM
Kamis, 22 Oktober 2020 - 17:11 WIB
Satgas Covid 19 Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sudah meminta bantuan Satpol PP untuk menertibkan ...
IHSG melemah tipis di akhir perdagangan hari ini 
Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:48 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis di akhir perdagangan hari ini. Kamis (22/10) pukul ...
Pemerintah alokasikan Rp2,6 triliun untuk program pemulihan pesantren
Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,6 t...
IHSG melemah 0,32% ke 5.080 pada sesi I hari ini 
Kamis, 22 Oktober 2020 - 12:37 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 16,42 poin atau 0,32% ke 5.080,01 pada akhir perdagangan ...
Greenpeace: Penggunaan BBM oktan tinggi kurangi emisi gas rumah kaca 
Kamis, 22 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan angka oktan tinggi dinilai sangat berperan dalam upaya me...
Pemkab Langkat berkomitmen tingkatkan kesejahteraan petani
Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:58 WIB
Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pet...
IHSG Kamis dibuka melemah 11,66 poin
Kamis, 22 Oktober 2020 - 09:58 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka melemah 11,66 poin ata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV