Komisi III terus awasi kasus kaburnya napi narkoba hukuman mati Cai Changpan 
Elshinta
Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:27 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Komisi III terus awasi kasus kaburnya napi narkoba hukuman mati Cai Changpan 
Selebaran DPO Cai Changpan yang diterbitkan Polda Metro Jaya. Sumber foto: https://bit.ly/3jl6iYs

Elshinta.com - Sudah sekitar satu bulan narapidana hukuman mati Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53) kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Tangerang, Banten, dan hingga kini belum juga tertangkap. Keberadaan Cai Changpan masih terus dicari oleh kepolisian.

Cai Changpan melarikan diri dengan cara menggali kamar tahanan hingga menembus ke saluran air di luar lapas. Sebanyak empat pegawai lapas dan seorang petugas kepala keamanan dicopot dari jabatannya atas pelarian itu.

Atas hal itu, anggota Komisi III DPR RI, Syahroni meminta Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly untuk bertindak tegas, terutama terkait adanya dugaan keterlibatan pihak lain atas kaburnya narapidana kasus narkoba tersebut. Salah satunya, menurut Syahroni, adalah dengan mencopot Kalapas dan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwilkumham) Banten, pasalnya pejabat wilayah seharusnya dapat lebih bertanggungjawab terhadap lapas. 

"Kami berharap dan yakin Menteri Hukum dan HAM akan mencopot pejabat tersebut karena yang paling bertanggungjawab. Kami sendiri akan terus mengawasi kasus pelarian narapidana ini. Mulai dari pengejaran hingga pencopotan kedua pejabat terkait," kata Syahroni, pada Rabu (14/10).

Syahroni mengungkap pihaknya sudah menerima informasi adanya pemeriksaan pejabat yang bertanggung jawab atas peristiwa itu. Karena itu, pihaknya juga akan mengawasi dengan saksama, sehingga bukan hanya petugas biasa yang wajib diberi sanksi.

"Saya yakin Menkumham akan tindak anak buahnya karena lalai dalam bertugas," kata dia. 

Syahroni berharap Cai Changpan dalam waktu dekat dapat segera tertangkap. “Semoga dalam waktu tidak berapa lama lagi tertangkap, biar sekalian tahu siapa yang membantunya kabur,” tandasnya. 

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding yang meminta polisi dan Ditjen PAS tak hanya menindak petugas yang saat itu berjaga. Pasalnya, pelarian yang dilakukan itu sudah terencana dengan matang. 

"Pelarian Cai Changpan sudah sangat terencana, gali lubang ke bawah dengan kedalaman 3 meter, diameter 1,5 meter, lalu panjang keluar sejauh 25 meter sampai 30 meter, itu sudah dirancang dengan baik. Pastinya untuk hal itu melibatkan banyak pihak," katanya beberapa waktu lalu.

Dikatakan Syarifuddin, sindikat dari dalam lapas itulah yang membantu pelarian hingga pembuatan lubang untuk kabur. Terlebih, lubang yang dibangun juga langsung mengarah ke saluran air yang ada di pemukiman warga. 

"Kalau misalnya tidak ada keterlibatan orang didalam yang membuang hasil galian didalam lapas itu tidak mungkin, ini penuh dengan kejanggalan," tegasnya.

Dan atas pelarian itu, lanjut Syarifuddin, lagi-lagi para petugas penjaga yang dikorbankan untuk menjadi "tumbal". Padahal, pejabat yang ada di atasnya seperti kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (kanwilkumham) Banten, hingga Kalapas dan lainnya, juga harus dicopot. 

"Menurut saya tidak hanya sebatas kalapas saja yang bertanggung jawab, kepala kantor wilayahnya juga dinonaktifkan," tegasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK usut dugaan korupsi proyek Stadion Mandala Krida Yogyakarta
Senin, 23 November 2020 - 17:55 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi pekerjaan pemban...
Ustad pengelola rumah produksi sabu-sabu dijanjikan upah Rp100 juta
Senin, 23 November 2020 - 17:45 WIB
Ustad berinisial SA (45), pengelola rumah produksi sabu-sabu di Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur,...
Mantan Dirut PT INTI Darman Mappangara dieksekusi ke Lapas Sukamiskin
Senin, 23 November 2020 - 14:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Ind...
KPK telusuri keterlibatan pihak lain perkara Djoko Tjandra
Senin, 23 November 2020 - 13:07 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelaah berkas dokumen perkara Djoko Soegiarto Tjandra yan...
KPK sebut struktur baru organisasi tidak `gemuk`
Senin, 23 November 2020 - 11:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut struktur baru organisasi sesuai Peraturan Komisi (Perkom...
Polda NTB ungkap keberadaan rumah produksi sabu di Lombok Timur
Minggu, 22 November 2020 - 21:25 WIB
Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, berhasil mengungkap keb...
Polisi tangkap pria warga Simeulue diduga memerkosa anak angkatnya
Minggu, 22 November 2020 - 07:25 WIB
Polres Simeulue, Provinsi Aceh menangkap seorang pria berinisial SDJ (35), warga sebuah desa di Keca...
Tim Tabur Kejaksaan tangkap buronan kasus korupsi Pelabuhan Awerangnge
Sabtu, 21 November 2020 - 06:00 WIB
Tim Tabur Kejaksaan tangkap buronan perkara korupsi fasilitas Pelabuhan Awerangne Oenardi alias Ayon...
Polda NTB: Berkas kasus pencucian uang investor dinyatakan lengkap
Jumat, 20 November 2020 - 17:05 WIB
 Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Pol I Gust...
Pengamat: BPK-OJK buat audit khusus untuk atasi dana WanaArtha
Jumat, 20 November 2020 - 13:45 WIB
Pengamat Hukum Ekonomi Pusat Studi Hukum Kebijakan Indonesia (PSHK) Muhammad Faiz mengharapkan Badan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV