MemoRI 17 Oktober
17 Oktober 1952, perseteruan militer-legislatif, picu demo bubarkan DPRS 
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
17 Oktober 1952, perseteruan militer-legislatif, picu demo bubarkan DPRS 
Sumber foto: https://bit.ly/31eyy85/elshinta.com.

Elshinta.com - Peristiwa 17 Oktober 1952 adalah peristiwa di mana Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) yang saat itu dijabat AH Nasution dan tujuh panglima daerah meminta Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dibubarkan. 

Diketahui, pemicu peristiwa ini adalah Pemilu yang tertunda-tunda yang dianggap hanyalah taktik DPRS, yang didukung oleh Bung Karno, untuk mempertahankan keadaan yang semakin parah di mana konflik internal militer dan partai-partai semakin menajam, korupsi meluas, dan keadaan keamanan memburuk.

Pada 13 Juli 1952, Kolonel Bambang Supeno, orang dekat Bung Karno yang sering keluar-masuk Istana, mengirim surat ke Perdana Menteri Wilopo, Presiden dan DPRS, menyatakan tak mempercayai lagi pimpinan Angkatan Perang, khususnya Angkatan Darat yang dipimpin Nasution. Akhirnya, Bambang Supeno melobi Bung Karno untuk mengganti KSAD. 

Selanjutnya, tanggal 17 Oktober 1952 terjadi demonstrasi di Jakarta dimana massa semula mendatangi gedung parlemen, lalu menuju Istana Presiden untuk mengajukan tuntutan pembubaran parlemen dan menggantinya dengan parlemen baru serta tuntutan segera dilaksanakan Pemilu. Diketahui, penyebab utama dari peristiwa ini adalah terlalu jauhnya campur tangan kaum politisi terhadap masalah internal Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Meski ramai demonstrasi yang terjadi, Presiden menolak tuntutan pembubaran Parlemen dengan alasan ia tidak mau menjadi diktator, tetapi akan berusaha mempercepat Pemilu. Meski demikian, AH Nasution mengajukan permohonan mengundurkan diri dan diikuti oleh Mayjen TB Simatupang, sementara jabatan KSAD selanjutnya digantikan diKolonel Bambang Sugeng.

Peristiwa 17 Oktober 1952 ini diupayakan diselesaikan melalui pertemuan Rapat Collegial (Raco) tanggal 25 Februari 1955 yang melahirkan kesepakatan Piagam Keutuhan Angkatan Darat yang ditandatangani oleh 29 perwira senior Angkatan Darat. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bundaran HI ditutup imbas aksi buruh di Patung Kuda
Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:25 WIB
Kawasan Bundaran HI ditutup bagi pengguna kendaraan akibat adanya aksi buruh menolak UU Cipta Kerj...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hingga sore hari ini
Kamis, 22 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada siang hingga sore hari ini.
22 Oktober, Jokowi tetapkan sebagai Hari Santri Nasional 
Kamis, 22 Oktober 2020 - 08:28 WIB
Awalnya memang tak ada yang spesial di tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Namun, Presiden ke-7 RI J...
20 Oktober 1968, Peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai hari libur nasional
Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:28 WIB
Peristiwa Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW selalu diperingati oleh umat Islam. Peristiwa perjalanan rit...
 Jaga kondusifitas wilayah, elemen masyarakat Kudus tandatangani deklarasi cinta damai
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:56 WIB
Menyikapi kejadian adanya unjuk rasa di berbagai daerah yang berujung anarkis, Forkopimda bersama se...
Polres dan elemen masyarakat Klaten deklarasi tolak anarkisme
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten melaksanakan Deklarasi Bersama Menolak Unjuk Ras...
Bupati dan Polres klarifikasi buruh tak diundang dalam deklarasi damai
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:56 WIB
Deklarasi Subang Cinta Damai yang diselenggarakan di Aula Pemda banyak dipertanyakan karena tidak me...
 Alami kekerasan, jurnalis Malang raya gelar demo diam 
Senin, 19 Oktober 2020 - 12:58 WIB
Wartawan yang tergabung dalam berbagai lembaga seperti PWI, AJI, IJTI dan PFI melakukan aksi demo di...
Polsek Megamendung gelar Operasi Yustisi sasar pelanggar prokes
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:46 WIB
Tim gabungan pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes) Polsek Megamendung, Koramil, dan Sat Pol PP ...
19 Oktober 1999, Lepasnya provinsi termuda dari Ibu Pertiwi
Senin, 19 Oktober 2020 - 08:34 WIB
Timor Timur merupakan sebuah wilayah bekas koloni Portugis yang dianeksasi oleh militer Indonesia me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV