HTS siap sebutkan pihak yang terlibat dalam kasus dugan gratifikasi HK2 di Subang
Elshinta
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
HTS siap sebutkan pihak yang terlibat dalam kasus dugan gratifikasi HK2 di Subang
Sumber foto: Teddy Widara/elshinta.com.

Elshinta.com - Mantan pejabat BKPSDM Kabupaten Subang, Jawa Barat HTS yang kini ditahan KPK siap menjalani sidang terkait gratifikasi penerimaan CPNS Honorer Kategori 2 (HK2). Menurut Penasihat Hukum, Irwan Yustiarta, kliennya siap buka-bukaan dalam persidangan mengenai kasus yang membelitnya. Selama ini kata Irwan kliennya telah menjalani pemeriksaan baik dari tingkat penyelidikan sampai penyidikan sudah tidak ada lagi penambahan keterangan.

“Artinya keterangan yang disampaikan dalam tahap penyelidikan dan penyidikan sudah dianggap cukup. Setelah 40 hari ini akan bersidang. Sesuai dengan tahapan yang ada menurut perhitungan saya selaku kuasa hukum maka hari Tantan akan memasuki persidangan,” tuturnya kepada Kontributor Elshinta, Teddy Widara di Subang Jawa Barat, Jum’at (16/10).

Kemudian mengenai siapa-siapa saja yang telah dipanggil menjadi saksi itu sudah sangat jelas dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang prosesnya dilaksanakan di Polsek Subang, Polres Subang, Polda Jabar sampai di kantor KPK Jakarta. “Merekalah yang akan dipanggil dalam persidangan nanti,” ujarnya.

Ketika didesak pihak-pihak yang masuk dalam BAP, Irwan enggan mengungkapkan secara gamblang hanya memberikan isyarat. “Tidak etis untuk menyebutkan siapa orang-orangnya. Tolak ukurnya sederhana saja saya kasih gambaran yang sederhana siapa-siapa saja pada saat persidangan Pak Ojang Sohandi (mantan Bupati Subang) untuk kasus gratifikasi K2 yang mana dalam amar putusan hakim menerima 7 miliar rupiah. Itu saja tolak ukurnya,” paparnya.

Sedangkan dalam Tim Penerimaan CPNS dari Honorer Kategori 2 itu HTS hanya sebagai anggota tidak menduduki jabatan yang strategis. Dalam persidangan ternyata terungkap itu ada tujuannya. Inilah yang kemudian kasus penerimaan Honorer K2 menjadi  TSM (terstruktur, sistematis dan masif). “Justru (pejabat setingkat) Kepala Seksi atau Kasi yang dibawah HTS itu lebih tinggi strukturnya dalam Tim rekrutmen. Ternyata itu ketahuan dalam persidangan ada maksud dan tujuan kenapa klien saya itu ditempatkan hanya sebagai anggota kan seperti itu nah jadi bagaimanapun ini sifatnya TSM yang melibatkan banyak pihak,” ujarnya menjelaskan.

Kemudian dia membeberkan mengenai keterlibatan langsung atau tidak langsungnya nanti akan terungkap dalam fakta persidangan hasil penyidik KPK yang dibawa jaksa penuntut di Persidangan Tindak Pidana Korupsi Bandung. “Nanti apa yang menjadi materi persidangan tidak akan jauh dari BAP yang ada di klien saya. Referensinya juga tidak akan jauh dari fakta-fakta persidangan pada saat Pak Ojang Sohandi khususnya mengenai K2 termasuk aliran dananya ke mana saja,” bebernya lagi.

Dalam BAP telah dimuat data-data yang diduga telah memberikan uang kepada Hari Tantan baik secara langsung maupun tidak langsung. “Itu akan yang diungkapkan oleh klien saya di persidangan nanti merupakan titipan si A dan si B dan ada yang daftarnya ada di klien saya dan itu akan dibuka dalam persidangan,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK usut dugaan korupsi proyek Stadion Mandala Krida Yogyakarta
Senin, 23 November 2020 - 17:55 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi pekerjaan pemban...
Ustad pengelola rumah produksi sabu-sabu dijanjikan upah Rp100 juta
Senin, 23 November 2020 - 17:45 WIB
Ustad berinisial SA (45), pengelola rumah produksi sabu-sabu di Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur,...
Mantan Dirut PT INTI Darman Mappangara dieksekusi ke Lapas Sukamiskin
Senin, 23 November 2020 - 14:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Ind...
KPK telusuri keterlibatan pihak lain perkara Djoko Tjandra
Senin, 23 November 2020 - 13:07 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelaah berkas dokumen perkara Djoko Soegiarto Tjandra yan...
KPK sebut struktur baru organisasi tidak `gemuk`
Senin, 23 November 2020 - 11:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut struktur baru organisasi sesuai Peraturan Komisi (Perkom...
Polda NTB ungkap keberadaan rumah produksi sabu di Lombok Timur
Minggu, 22 November 2020 - 21:25 WIB
Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, berhasil mengungkap keb...
Polisi tangkap pria warga Simeulue diduga memerkosa anak angkatnya
Minggu, 22 November 2020 - 07:25 WIB
Polres Simeulue, Provinsi Aceh menangkap seorang pria berinisial SDJ (35), warga sebuah desa di Keca...
Tim Tabur Kejaksaan tangkap buronan kasus korupsi Pelabuhan Awerangnge
Sabtu, 21 November 2020 - 06:00 WIB
Tim Tabur Kejaksaan tangkap buronan perkara korupsi fasilitas Pelabuhan Awerangne Oenardi alias Ayon...
Polda NTB: Berkas kasus pencucian uang investor dinyatakan lengkap
Jumat, 20 November 2020 - 17:05 WIB
 Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Pol I Gust...
Pengamat: BPK-OJK buat audit khusus untuk atasi dana WanaArtha
Jumat, 20 November 2020 - 13:45 WIB
Pengamat Hukum Ekonomi Pusat Studi Hukum Kebijakan Indonesia (PSHK) Muhammad Faiz mengharapkan Badan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV