Haris Azhar sebut ada buzzer di kasus sengketa tanah
Elshinta
Senin, 09 November 2020 - 09:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Haris Azhar sebut ada <i>buzzer</i> di kasus sengketa tanah
Sumber foto: https://bit.ly/36gxvq2/elshinta.com.

Elshinta.com - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan advokasi rakyat, Haris Azhar menemukan adanya fenomena penggunaan buzzer dalam persoalan sengketa tanah. Demi kemenangan, sampai bisa melakukan framing terhadap personifikasi seseorang. “Membangun kesan bahwa pihak yang dibela mereka adalah korban, tertindas, dan miskin sedangkan lawannya adalah kebalikannya,” ujarnya.

Itulah alasan Haris Azhar bersedia menjadi kuasa hukum Benny Tabalujan, yang belakangan ramai diberitakan sebagai tersangka pemalsuan dokumen tanah. “Dia dikerjain secara sistematis dan teorganisir oleh pihak di belakang lawannya. Menurut saya ini adalah rekayasa, jadi kan menarik, di mana lawannya dipersonifikasikan orang miskin yang punya tanah, tanahnya diambil. Tapi ini ada buzzer di belakang itu, buzzer itu kan bukan kelompok advokasi. Buzzer itu kan kalo ga ada duitnya tidak akan jalan dan ini kontradiktif, lawan digambarkan sebagai orang miskin tiba-tiba ada kelompok buzzer,” jelas pria yang juga sering membela petani dalam advokasi pertanahan tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (9/11).

Di kesempatan terpisah, anggota Komisi II DPR, Johan Budi SP juga mendapati informasi tentang adanya penggunaan buzzer dalam sengketa tanah, yang digunakan para mafia tanah. “Mafia tanah ini begitu kuat. Bahkan saya dengar, mafia tanah seperti di pilpres kemarin, pakai buzzer-buzzer juga,” ujar Johan, Jumat (6/11) dalam sebuah Webinar bertajuk “Bisakah Reformasi Agragria Berantas Mafia Tanah”.

Kasus Benny Tabalujan, menurut Haris Azhar, banyak menimbulkan tanda tanya. Keluarga Benny Tabalujan sudah memiliki SHM tanah seluas 7,7 hektar di daerah Cakung, Jakarta Timur sejak 1975. Namun, malah jadi tersangka karena dianggap memalsukan keterangan dalam formulir penurunan hak dari SHM ke HGB untuk keperluan imbreng ke perusahaan. Dan, oleh BPN, kepemilikan tanahnya malah dialihkan ke Abdul Halim, pihak lawannya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
RS Polri terima 308 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya
Senin, 18 Januari 2021 - 13:05 WIB
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri, Kramat Jati hingga saat ini telah meneri...
KPK panggil anak Nurhadi terkait kasus merintangi penyidikan
Senin, 18 Januari 2021 - 12:45 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, memanggil Rizqi Aulia Rahmi, anak dari terdakwa mantan Se...
KPK panggil Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta
Senin, 18 Januari 2021 - 11:55 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, memanggil Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari M...
Polda Kalsel ungkap penipuan biro perjalanan umrah senilai Rp862 juta
Minggu, 17 Januari 2021 - 12:45 WIB
Tim gabungan Unit Opsnal Subdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel alias Macan...
Polisi dalami keterlibatan anggota DPRD dalam kasus tambang ilegal
Minggu, 17 Januari 2021 - 12:15 WIB
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepahiang, Bengkulu sedang mendalami keterlibat...
Pakar: Komjen Listyo harus berkomitmen tinggi berantas korupsi-pungli
Sabtu, 16 Januari 2021 - 14:46 WIB
Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan Kepala Bareskrim Polri...
Firli Bahuri: Seluruh pegawai KPK akan jalani vaksinasi COVID-19
Jumat, 15 Januari 2021 - 20:31 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan seluruh pegawai KPK akan menjalani ...
Kapolri instruksikan kawal distribusi dan pelaksanaan vaksinasi
Jumat, 15 Januari 2021 - 06:30 WIB
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengeluarkan Surat Telegram yang berisi instruksi kepada jajaran kew...
Polri sita 184 satwa dilindungi dari penangkaran di Cicurug Sukabumi
Kamis, 14 Januari 2021 - 21:10 WIB
Bareskrim Polri menyita ratusan burung dilindungi tanpa memiliki surat izin disita dari kandang pena...
BNNP Sulsel musnahkan 1.440 ekstasi dan dua kilogram ganja
Kamis, 14 Januari 2021 - 20:55 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan memusnahkan narkoba golongan satu jenis sab...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV