Pupuk bersubsidi langka di Yogya, petani menjerit
Elshinta
Sabtu, 21 November 2020 - 15:47 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pupuk bersubsidi langka di Yogya, petani menjerit
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Keberadaan pupuk bersubsidi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sulit dicari disaat para petani sangat membutuhkan. Gara-gara pupuk bersubsidi langka ini, para petani pun gagal panen.

"Saat ini petani pasang bendera setengah tiang. Cuaca hujanya maju, kami gak bisa panen, harga pupuk mahal. Sudah gagal panen,"kata petani asal Bantul, Suwanto pada diskusi "Strategi Mengatasi Kelangkaan Pupuk di DIY" di DPRD DIY, Jumat (20/11).

Menurutnya, pupuk bersubsidi dari pemerintah sulit dicari dan sangat langka di pasaran. Sementara untuk membeli pupuk non subsidi harganya sangat mahal. Sementara jika petani memakai pupuk organik maka menurut pengalamannya hasilnya kurang bagus. Kondisi ini membuat petani kebingungan. 

Petani lainya, Sujito juga mengeluhkan hal yang sama karena sulit mencari pupuk bersubsidi. Sementara kartu tani yang dimilikinya tidak banyak membantu dalam kondisi seperti ini. Untuk mendapat pupuk non subsidi maka petani harus memiliki kartu tani. Namun masih banyak petani di DIY yang tidak memiliki kartu tani. 

"Gesek kartu tani nya itu juga susah, karena kalau di desa itu ya banyak yang belum tahu caranya," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Sabtu (21/11).

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Syam Arjayanti menejelaskan bahwa penyerapan pupuk bersubsidi di DIY masih rendah. Stok pupuk bersubsidi menurutnya ada, namun pemanfaatanya masih rendah.

"Alokasi pupuk memang belum sesuai yang kita usulkan. Yang kita usulkan 53.510 tetapi prosentase serapnya hanya 56,16 persen. Artinya petani belum menbebus pupuk bersubsidi. Jadi pupuk yang di lapangan itu ada (urea), walaupun tidak sesuai apa yang kita usulkan, tetapi serapanya itu rendah artinya petani belum menebus dengan kartu tani,"kata Syam Arjayanti. 

Serapan pupuk urea bersubsidi pada 2020 ini hanya 56,16 persen, pupuk SP-36 sebesar 75,16 persen dan NPK sebesar 74,53 persen. Sedangkan pupuk ZA bersubsidi baru terserap 62,84 persen dan pupuk petragonik sebesar 79,09 persen. 

Terkait penggunaan kartu tani tersebut, katanya, banyak petani yang saat ini belum masuk ke gapoktan. Akibatnya mereka memang tidak bisa mendapatkan kartu tani. Dari total sektar 400 ribu petani di DIY, saat ini sebanyak 313.795 petani yang memiliki kartu tani. Kartu tani paling banyak adalah Gunung Kidul yang mencapai 144.461 petani, Lalu Sleman 67.637 petani, Kulon Progo 51.224 petani, Bantul 50.349 petani dan Kota Yogya 124 petani.

Ketua Pansus Pengawasan Alokasi Pupuk Bersubsidi DPRD DIY, Danang Wahyu Broto mengatakan, kelangkaan pupuk bersubsidi sepertinya bukan disebabkan karena ada mafia. Tetapi lebih pada kuota pupuk berusbsidi dan distribusinya.

"Saya terkaget-kaget, ternyata dinas pertanian dan ketahan pangan sudah memohonkan pupuk cukup besar. Tetapi yang disetujui rata-rata hanya separo, separo itu serapanya juga rendah," pungkas Danang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi: Pengedar jaringan Malaysia-Bali selundupkan sabu dalam figura
Senin, 30 November 2020 - 21:47 WIB
Seorang pengedar narkotika jaringan Malaysia-Bali berinisial RD diancam pidana penjara paling lama 2...
Bedah rumah warga miskin tandai HUT Korpri di Langkat
Senin, 30 November 2020 - 20:55 WIB
Peringatan HUT Korpri ke 49 Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dilaksanakan dengan berbagai kegiatan...
Masbehi rapatkan barisan waspadai ancaman separatis dan radikalisme
Senin, 30 November 2020 - 20:47 WIB
Masyarakat Bela Keutuhan NKRI  (Masbehi) Yogyakarta menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer, Yo...
 Banyak pejabat terpapar Covid-19, Pemkot Malang lakukan swab massal
Senin, 30 November 2020 - 20:11 WIB
Pemerintah Kota Malang lakukan tes Swab  pasca terpaparnya Covid-19 beberapa ASN di lingkungan Pemk...
Positif Covid-19, Menag doakan KH Said Aqiel lekas sembuh
Senin, 30 November 2020 - 15:46 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mendoakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil S...
Lima ruangan di Gedung B Balai Kota DKI Jakarta ditutup sementara
Senin, 30 November 2020 - 15:40 WIB
Lima ruangan di Gedung B Balai Kota DKI Jakarta ditutup sementara setelah Wakil Gubernur (Wagub) DK...
 Gus Yaqut minta tokoh agama jadi panutan dalam pencegahan Covid-19
Senin, 30 November 2020 - 13:50 WIB
Terus bertambahnya warga dan jemaah yang terpapar virus corona akibat kerumunan kegiatan pengajian d...
Mahfud MD akan lakukan tes usap usai bertemu Said Aqil
Senin, 30 November 2020 - 12:35 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku akan melak...
Presiden Jokowi peringatkan peningkatan COVID-19 di Jakarta dan Jateng
Senin, 30 November 2020 - 11:15 WIB
Presiden Joko Widodo memperingatkan dua provinsi yang mengalami peningkatan drastis kasus positif CO...
Demi target 1 juta barel, pemerintah agresif kejar data hulu migas
Senin, 30 November 2020 - 10:50 WIB
Pemerintah melakukan langkah agresif dan transparan untuk mengumpulkan dan membuka data potensi hulu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV