KPK dalami dugaan aliran dana ke pihak lain di kasus Edhy Prabowo
Elshinta
Kamis, 26 November 2020 - 06:35 WIB |
KPK dalami dugaan aliran dana ke pihak lain di kasus Edhy Prabowo
KPK memamerkan barang mewah sitaan dari OTT terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam konferensi pers di gedung KPK pada Kamis (26/11) dini hari (Humas KPK)

Elshinta.com - KPK masih mendalami dugaan aliran dana yang mengalir ke pihak lain seperti partai atau penerimaan dari perusahaan lain dalam kasus dugaan penerimaan suap terkait perizinan usaha perikanan budidaya lobster yang menjerat Menteri KKP Edhy Prabowo.

"Tidak tertutup kemungkinan pengembangan selanjutnya pada tahapan selanjutnya bisa saja ada penambahan," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di gedung KPK Jakarta, Kamis.

KPK dalam perkara ini menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan "forwarder" dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp9,8 miliar.

"Apakah ada 40 persuahaan dengan total uang Rp9,8 miliar atau beberapa perusahaan belum dapat disimpulkan tapi dari tahapan pemeriksaan saat ini didapat kesimpulan uang itu berasal dari berbagai perusahaan yang tidak terputus," tambah Nawawi.

Deputi Penindakan KPK dalam konferensi pers juga menyebutkan untuk mendalami aliran dana dari dan ke pihak lain perlu waktu.

"Karena yang kita tampilkan malam ini baru satu kejadian pintu masuk, kan ada beberapa persuahaan yang ada. Kita list berapa perusahaan dan dari perusahaan ini flow alirannya jelas. Kami akan perdalam koordinasi PPATK sampai mana alirannya," kata Karyoto.

Karyoto juga mengatakan KPK akan memanggil saksi-saksi baik dari internal KKP maupun pihak lain untuk mengungkap kasus ini.

"Besok atau lusa kami akan mulai pengembangan-pengembangan karena hasil-hasil transaksi dari sisi perbankan akan ketahuan saat transaksinya. Kalau dilihat dari transaksinya dari kartu ATM kita lihat akan dikembangakan dari profil awal yang sudah menjelaskan pelaku-pelaku dalam aliran dana itu," tambah Karyoto.

Uang yang masuk ke rekening PT Aero Citra Karto (ACK) yang saat ini jadi penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACT yaitu Ahmbad Bahtiar dan Amiril Mukminin senilai total Rp9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, Abhmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Anium Faqih sebesar Rp3,4 miliar.

Uang Rp3,4 miliar itu diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, Iis Rosyati Dewi, Safri dan APM antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh EP dan IRW di Honolulu AS.

Belanja tersebut dilakukan pada 21 sampai dengan 23 November 2020.

Sejumlah sekitar Rp750 juta diantaranya berupa jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy.

KPK telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus ini yaitu sebagai penerima:

1. EP (Edhy Prabowo), Menteri Kelautan dan Perikanan
2. SAF (Safri) Staf Khusus Menteri KKP
3. APM; (Andreu Pribadi Misata), staf khusus Menteri juga selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence)
4. SWD; (Siswadi) pengurus PT Aero Citra Kargo
5. AF; (Ainul Faqih), staf istri Menteri KKP
6. AM (Amril Mukminin), Sespri Menteri KKP

Selanjutnya sebagai pemberi
1. SJT (Suharjito) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa

Enam orang tersangka penerima disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DPO 3,5 tahun, Tim intel Kejatisu dan Kejari Medan tangkap Dirut PT PACE
Kamis, 21 Januari 2021 - 10:11 WIB
Tim Gabungan Tangkap Buronan (Tabur) Kejatisu dan Kejari Medan menangkap Ketua Ikatan Nasional Konsu...
Polres Tanjungpinang tangkap tiga residivis kasus narkoba
Kamis, 21 Januari 2021 - 08:30 WIB
Polres Tanjungpinang, Kepri, berhasil menangkap empat orang tersangka kasus narkoba, di mana tiga or...
Pinangki mengaku bangga menjadi seorang jaksa
Rabu, 20 Januari 2021 - 22:49 WIB
Pinangki Sirna Malasari mengaku punya rasa bangga menjadi anggota korps Kejaksaan Agung Republik Ind...
Terdakwa pembakar mobil Via Vallen dituntut tiga tahun
Rabu, 20 Januari 2021 - 21:41 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo, Jawa Timur, menuntut Pije selaku terdakwa pembakar mobil ...
KPK turut sita empat mobil dan tanah kasus korupsi pengadaan CSRT
Rabu, 20 Januari 2021 - 19:30 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita empat unit mobil serta tanah dan bangunan di Jakart...
Ombudsman dan Pemprov Sumut tingkatkan sinergi percepat penyelesaian laporan 
Rabu, 20 Januari 2021 - 17:23 WIB
Ombudsman RI Perwakilan Sumut dan Inspektorat Pemprov Sumut terus meningkatkan sinergi guna memperku...
Kejagung periksa eks Dirut Asabri terkait kasus korupsi
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:15 WIB
Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa mantan Dirut Asabri dalam penyidikan kasus dugaan...
Dua napi kabur dari Lapas Tanjung Pandan berhasil ditangkap
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:30 WIB
Dua orang narapidana Burhanudin (30) dan Angga (21) yang melarikan diri beberapa hari dari Lapas Kel...
ASN di Aceh ditangkap Satpol PP karena melanggar syariat islam
Selasa, 19 Januari 2021 - 19:00 WIB
Seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) di Aceh berinisial AG (48) ditangkap Satpol PP dan Wilayatul His...
Kerabat dikonfirmasi KPK soal keberadaan Harun Masiku
Selasa, 19 Januari 2021 - 18:15 WIB
Advokat Daniel Tonapa Masiku yang juga kerabat dari tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku (HM) me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV