Pemerintah Provinsi Jateng memesan 100 alat pendeteksi Covid-19 GeNose C19 dari UGM
Elshinta
Selasa, 05 Januari 2021 - 21:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Pemerintah Provinsi Jateng memesan 100 alat pendeteksi Covid-19 GeNose C19 dari UGM
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memesan 100 alat pendeteksi Covid-19 dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung datang ke Yogyakarta untuk melihat pembuatan alat  itu, Selasa (5/1). Ia juga mencoba fungsi alat pendeteksi Covid-19 dengan tingkat akurasi 97 persen itu.

Pabrik GeNose terletak di UGM Science Technopark. Ia kemudian mencoba alat tersebut dengan cara ia menghembuskan nafas dan dimasukkan ke kantong plastik khusus yang disiapkan. Setelah itu, kantong plastik berisi nafas Ganjar tersebut kemudian dimasukkan ke alat GeNose yang terkoneksi dengan laptop. Dan dalam hitungan waktu tiga menit saja hasilnya sudah keluar. Ganjar dinyatakan negatif Covid-19.

"Wah cepat sekali, hanya hitungan menit sudah keluar hasilnya. Keren ini," kata Ganjar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Ganjar pun langsung memesan 100 unit GeNose untuk dibawa ke Jawa Tengah. Namun sayang, karena produksinya masih sedikit, baru 35 alat GeNose yang bisa didapatkan Ganjar.

"Ternyata ini baru 10 hari berproduksi karena izin edar baru keluar. Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya," kata Ganjar.

Dari hasil tes yang dilakukan, GeNose lanjut Ganjar dianggap sangat efektif untuk meningkatkan upaya tracing Covid-19. Cara kerjanya sangat simpel dan waktu yang dibutuhkan sangat cepat, yakni maksimal tiga menit.

Ganjar pun mengusulkan agar Indonesia menerapkan GeNose C19 sebagai alat uji resmi Covid-19. Ia membayangkan jika semua Puskesmas di Indonesia memiliki alat ini, maka proses tracing akan semakin cepat dan para surveilans yang bekerja di lapangan akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Saya langsung pesan alat ini karena produk anak bangsa, labelnya Merah Putih. Maka negara harus berpihak. Saya bayangkan kalau negara memerintahkan seluruh daerah menggunakan ini, maka surveilans akan jauh lebih baik dan jangkauan pengecekan di Indonesia untuk mengetahui berapa yang terpapar akan jauh lebih cepat," tegasnya.

Apalagi harga dari GeNose sangat murah, yakni Rp 62 juta per unit. Dengan harga segitu dan satu alat bisa digunakan untuk mengetes 100.000 orang, maka kalkulasinya jauh lebih murah dibanding alat tes Covid-19 lainnya.

Sementara itu Ketua Tim GeNose C-19, Prof Kuwat Triyana menerangkan cara kerja GeNose adalah mendeteksi senyawa organik bernama Volatile Organic Compound (VOC) hasil proses metabolik virus Covid-19 di dalam tubuh melalui hembusan nafas.

"Kalau yang memiliki Covid-19, maka reaksi metabolik yang dihasilkan akan berbeda dengan patogen lain. Jadi kalau yang mengandung Covid-19 langsung bisa terdeteksi," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kena `ghosting` menyakitkan, bagaimana untuk cepat pulih?
Minggu, 07 Maret 2021 - 22:41 WIB
Ghosting adalah perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak, memut...
Melancong ke China kini harus dites usap anal untuk deteksi COVID-19
Minggu, 07 Maret 2021 - 21:45 WIB
Wisatawan yang akan berkunjung ke beberapa kota di China akan diminta untuk melakukan tes usap anal ...
 Cegah DBD, Babinsa Keleng bersama petugas puskesmas lakukan fogging
Minggu, 07 Maret 2021 - 20:35 WIB
Cegah berkembangnya nyamuk demam berdarah, Babinsa Keleng Koramil 06/Kesugihan Sertu Sukiman bersama...
Kondisi yang sebabkan seseorang ditunda atau gagal vaksinasi COVID-19
Minggu, 07 Maret 2021 - 16:55 WIB
 Ada sejumlah gejala yang mengharuskan seseorang, termasuk yang dalam kategori lanjut usia, ditunda...
Dokter: Lansia perlu jarak 28 hari vaksin kedua untuk antibodi terbaik
Minggu, 07 Maret 2021 - 14:40 WIB
Orang lanjut usia (lansia) memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi COVID-19 kedua, berbeda dari kat...
Disinformasi Bisfenol A senyawa berbahaya dalam plastik kemasan
Minggu, 07 Maret 2021 - 11:05 WIB
Kampanye mengenai bahaya Bisfenol A (BPA) yang umumnya terdapat dalam kemasan plastik konsumsi telah...
1.130.524 warga Indonesia telah peroleh dosis lengkap vaksin
Sabtu, 06 Maret 2021 - 21:12 WIB
Satgas COVID-19 melaporkan sebanyak 1.130.524 jiwa warga Indonesia telah mendapatkan dosis vaksin se...
GERD saat pandemi didorong faktor stres
Sabtu, 06 Maret 2021 - 09:15 WIB
Faktor stres memegang peranan besar di balik penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease) saat pa...
Kolaborasi vaksinasi lansia Pemerintah-Gojek diapresiasi mitra driver
Jumat, 05 Maret 2021 - 14:54 WIB
Para mitra driver mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan Gojek yang memberikan perhatian kepada p...
Pakar: Tingkatkan imunitas lansia sebelum divaksin COVID-19
Jumat, 05 Maret 2021 - 11:45 WIB
Pakar nutrisi yang merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Johanes Casay Chandrawinata, M...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV