Komisi Fatwa MUI Pusat tetapkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac halal dan suci 
Elshinta
Jumat, 08 Januari 2021 - 19:18 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Komisi Fatwa MUI Pusat tetapkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac halal dan suci 
Sumber foto: https://bit.ly/3s5gOb0/elshinta.com.

Elshinta.com - Setelah menggelar rapat pleno secara tertutup di Hotel Sultan, Jakarta pada Jumat (08/01), Komisi Fatwa MUI Pusat akhirnya menetapkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac halal dan suci digunakan. Namun fatwa ini belum final karena masih menunggu izin keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi FAtwa menyepekati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, Jumat (08/01) di Hotel Sultan, Jakarta. 

Menurutnya, meskipun sudah halal dan suci, namun fatwa MUI belum final karena masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy). 

"Akan tetapi terkait kebolehan penggunaannya, ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan, kualitas, dan efficacy BPOM. Ini akan menunggu hasil final kethoyibannya. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak, maka fatwa akan melihat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com.

Kiai Niam merinci, rapat yang diikuti pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat tersebut, hanya membahas menetapkan kesesuaian syariah Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Lifescience .Co. Ada tiga vaksin produksi Sinovac yang didaftarkan yaitu Coronavac, Vaccine Covid-19, dan Vac2 Bio. 

"Artinya yang kita bahas ahri ini adalah mengenai produk vaksin Covid-19 dari produsen Sinovac ini bukan yang lain. Pembahasan diawali dari audit dari auditor," ungkapnya. 

Komisi Fatwa menetapkan kehalalan ini setelah sebelumnya mengkaji mendalam laporan hasil audit dari tim MUI. Tim tersebut terdiri dari Komisi Fatwa MUI Pusat dan LPPOM MUI. Tim tersebut sebelumnya telah berpengalaman dalam proses audit Vaksin MR. 

Tim itu sebelumnya tergabung dalam tim Kementerian Kesehatan, Biofarma, dan BPOM sejak bulan oktober 2020. Mereka bersama tim lain mengunjungi pabrik Sinovac dan mengaudit kehalalan vaksin di sana. Sepulang dari Indonesia, tim masih menunggu beberapa dokumen yang kurang. 

Dokumen itu diterima secara lengkap oleh tim MUI pada Selasa (05/01) melalui surat elektronik. Pada hari yang sama, tim juga merampungkan audit lapangan di Biofarma yang nantinya akan memproduksi vaksin ini secara masal. Tim kemudian melaporkan hasil audit tersebut kepada Komisi Fatwa MUI Pusat untuk dilakukan kajian keagamaan menentukan kehalalan vaksin. 

Hari ini Komisi Fatwa telah menentukan kehalalan dan kesucian vaksin ini. Namun fatwa utuh belum keluar karena masih menunggu aspek toyib atau keamanan digunakan dari BPOM. Bila BPOM sudah mengeluarkan izin, maka vaksin produksi Sinovac ini bisa digunakan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Sombomerti gelar sedekah bumi dengan prokes COVID-19 ketat
Minggu, 28 Februari 2021 - 17:04 WIB
Warga Dusun Sombomerti, Demangan, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah I...
PB MBN Langkat bangun karakter dan jati diri kemelayuan
Minggu, 28 Februari 2021 - 10:56 WIB
Pengurus Besar Majelis Belia Negeri (PB MBN) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menggelar seminar dan...
Abdul Ghoni pimpin Forkabi 2021-2026
Kamis, 25 Februari 2021 - 14:57 WIB
Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni resmi terpilih sebagai pemimpin dari organisa...
Pelaku penembakan satwa liar dilindungi di NTT dikenai sanksi adat
Rabu, 24 Februari 2021 - 21:06 WIB
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi saksi berlangsung...
Desa Senaru `surga wisata alam` di utara Pulau Lombok
Selasa, 23 Februari 2021 - 15:41 WIB
Menyebut nama Desa Senaru khusus kalangan pendaki gunung, tentunya sudah tidak asing. Karena bagi pe...
Kakek 81 tahun di Payakumbuh tabung uang Rp82 juta bawa karung
Minggu, 21 Februari 2021 - 19:56 WIB
Seorang kakek tuna rungu di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat bernama Palyuri (81) sempat men...
Untuk lansia, Mensos resmikan agrowisata di Budhi Dharma Bekasi
Sabtu, 20 Februari 2021 - 13:12 WIB
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini meresmikan Agrowisata Lansia di Balai Lansia Budhi Dharma Bekasi ...
Tariqat Mufaridiah ajak masyarakat berantas narkoba
Sabtu, 20 Februari 2021 - 12:55 WIB
Mendengar Bupati Langkat Terbit Rencana PA, terus diterpa isu miring. Usai menyerukan dan mengajak s...
14 ribu jemaah haji khusus didaftarkan prioritas vaksinasi 
Jumat, 19 Februari 2021 - 17:35 WIB
Jemaah haji khusus yang telah melunasi biaya haji 1441H/2020M dan tertunda keberangkatannya karena p...
Ormas Islam datangi DPRD Sumbar terkait SKB tiga menteri
Jumat, 19 Februari 2021 - 16:54 WIB
Sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam mendatangi gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV