Dolar AS merosot setelah reli baru-baru ini mulai goyah
Elshinta
Rabu, 13 Januari 2021 - 09:01 WIB |
Dolar AS merosot setelah reli baru-baru ini mulai goyah
Ilustrasi - Dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri. (ANTARA/REUTERS)

Elshinta.com - Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena reli baru-baru ini yang didorong oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, tampaknya mulai kehabisan tenaga.

Pedagang di pasar valas menunjukkan minat yang kuat untuk mata uang berisiko seperti dolar Australia dan Selandia Baru, juga memberi tekanan pada mata uang safe-haven AS.

Dolar telah menyentuh level terendah lebih dari 2,5 tahun pada Januari setelah tergelincir selama berbulan-bulan karena penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) AS dan permintaan investor yang kuat terhadap aset-aset berisiko telah mengurangi permintaan untuk mata uang safe-haven AS.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, melemah 0,44 persen menjadi 90,074, merupakan penurunan harian pertama untuk indeks dalam empat sesi terakhir.

Langkah-langkah penguncian baru di seluruh Eropa untuk melawan gelombang kedua COVID-19 memicu kekhawatiran "resesi double-dip" di wilayah tersebut, kata Minh Trang, pedagang valas senior di Silicon Valley Bank.

Itu dikombinasikan dengan kenaikan imbal hasil AS, telah membantu mendongkrak dolar dalam beberapa hari terakhir, kata Trang.

Imbal hasil obligasi AS diperdagangkan lebih rendah pada Selasa (12/1/2021) karena permintaan yang kuat untuk penjualan surat utang acuan 10 tahun sebesar 38 miliar dolar AS dari Departemen Keuangan membuat para pedagang menutup posisi jangka pendek, yang membalikkan kenaikan awal dalam imbal hasil.

Dukungan dari kenaikan imbal hasil sejauh ini mengalahkan kekhawatiran bahwa pengeluaran ekstra di Amerika Serikat dapat memicu kenaikan inflasi yang lebih cepat. Tetapi banyak analis memperkirakan dolar akan melanjutkan penurunannya ketika pengeluaran stimulus dan peluncuran vaksin mencerahkan prospek ekonomi global.

Sebagian besar mata uang pasar berkembang naik pada Selasa (12/1/2021), termasuk yuan China, peso Meksiko, dan rand Afrika Selatan.

Dengan sentimen risiko membaik, mata uang pasar berkembang yang lebih berisiko menguat dengan dolar Australia naik satu persen dan dolar Selandia Baru naik 0,9 persen.

Sterling melonjak terhadap euro dan dolar pada Selasa (12/1/2021), karena komentar dari Gubernur Bank of England (bank sentral Inggris) tentang kelangsungan suku bunga negatif mengurangi beberapa ekspektasi suku bunga di bawah nol di Inggris.

Bitcoin jatuh sekitar tiga persen menjadi 34.384 dolar, sehari setelah terpuruk tujuh persen dalam sesi yang sangat tidak stabil. Reli mata uang kripto itu telah tersendat sejak melonjak ke rekor tertinggi 42.000 dolar AS pada 8 Januari, dan itu sejalan dengan kerugian empat sesi berturut-turut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kanada cabut larangan penerbangan Boeing 737 MAX mulai 20 Januari
Selasa, 19 Januari 2021 - 11:15 WIB
Kanada pada Senin (18/1) mengatakan akan mencabut larangan penerbangan dua tahun pesawat Boeing 737 ...
Ilmuwan: Ada bukti baru varian Afrika Selatan mengikat sel lebih mudah
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:45 WIB
Para ilmuwan menemukan bukti biologis baru bahwa, yang disebut varian virus corona Afrika Selatan me...
Pewaris Samsung kembali masuk bui, dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:15 WIB
Pewaris Samsung Lee Jae-yong dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara dalam sidang ulang kasus suap yang m...
Dolar sentuh tertinggi satu bulan ketika pasar amati kebijakan Biden
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:15 WIB
Dolar AS menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), me...
Minyak tergelincir terseret kekhawatiran virus Corona
Selasa, 19 Januari 2021 - 08:00 WIB
 Harga minyak tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika dolar yang lebih k...
Bank sentral global mulai cemas prospek perekonomian global
Minggu, 17 Januari 2021 - 20:44 WIB
Lonjakan kasus virus corona (Covid-19) di berbagai negara membuat bank sentral di seluruh dunia kemb...
Brazil kembalikan permintaan penggunaan darurat vaksin Sputnik V
Minggu, 17 Januari 2021 - 19:24 WIB
Regulator kesehatan Brazil, Anvisa mengatakan pada Sabtu (16/1) bahwa mereka mengirimkan kembali dok...
Seorang petugas kebersihan terima vaksin COVID-19 pertama di India
Sabtu, 16 Januari 2021 - 19:56 WIB
 Seorang petugas kebersihan, Manish Kumar, jadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin COVID-1...
Palestina akan kembali gelar pemilu setelah absen selama 15 tahun
Sabtu, 16 Januari 2021 - 16:56 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (15/1) mengumumkan pemerintah akan menggelar pemilihan p...
Takut ditinggalkan pengguna, WhatsApp tunda rencana kebijakan privasi
Sabtu, 16 Januari 2021 - 14:17 WIB
Lantaran takut ditinggalkan para penggunanya, WhatsApp menunda rencana kebijakan privasi yang akan r...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV