Pengusaha berharap industri tekstil tetap eksis saat pandemi
Elshinta
Selasa, 19 Januari 2021 - 12:30 WIB |
Pengusaha berharap industri tekstil tetap eksis saat pandemi
Aktivitas produksi di sektor industri dan produk tekstil. ANTARA/HO-Humas Kemenperin/am.

Elshinta.com - Pengusaha dan pegawai industri tekstil berharap sektor usaha tersebut tetap eksis beroperasi di Indonesia dan tidak perlu relokasi di saat kondisi sulit akibat pandemi dan besaran UMK di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Sebagai pengusaha, kami tentu ingin meningkatkan kesejahteraan para pegawai berdasarkan kemampuan perusahaan. Tapi besaran UMK di Kabupaten Bogor sungguh berat jika juga diterapkan untuk kegiatan padat karya seperti buruh garmen yang rata-rata berpendidikan SD sampai SMP,” kata General Manajer PT Fotexco Busana International Yan Mei Phang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan dirinya meminta kepada pihak yang berkepentingan dalam penentuan UMK bahwa kebijakan terhadap upah mereka yang bekerja di bagian padat karya seperti pekerja garmen harus diberi pengecualian karena faktor keahlian dan pendidikan para pekerja yang rata-rata hanya setingkat SD dan SMP.

Menurut Yan Mei, permasalahan upah minimum kabupaten/UMK yang sangat tinggi dan sangat berat untuk dipikul pengusaha akan berdampak terhadap pesanan barang dari luar negeri karena calon pembeli dari luar tidak akan bersedia membuat pesanan kepada perusahaan yang tidak mampu membayar pekerja sesuai UMK.

"Pengangguran di Kabupaten Bogor sudah saja mencapai 14,26 persen dan saat ini pengusaha dan para pekerja yang bekerja di perusahaan adalah pihak yang benar-benar mengetahui kondisi perusahaan masing-masing,” katanya.

UMK di Kabupaten Bogor dan Purwakarta saat ini merupakan yang tertinggi di banding daerah lain di Jawa Barat, yaitu masing-masing Rp4.217.206 dan Rp4.173.569, lebih tinggi dibandingkan dengan Kota Bandung sebesar Rp3.742.276.

Jurubicara Perkumpulan Pengusaha Produk Tekstil Jawa Barat (PPPTJB) Sariat Arifia, mengatakan Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap beberapa waktu sempat mengangkat isu kenaikan drastis UMK di Kabupaten Bogor dan Purwakarta yang berdampak terhadap banyak perusahaan garmen yang sebagian besar milik pengusaha Korea Selatan.

“Dalam sembilan tahun terakhir, terdapat kenaikan sampai 300 persen upah di Jawa Barat dan hal ini membuat perusahaan garmen sangat kesulitan, akibatnya perusahaan Korea Selatan memilih tutup dan sekarang tersisa 258 dari jumlah 317 sebelumnya. Pandemi COVID-19 yang belum berakhir membuat kondisi semakin sulit,” kata Sariat.

Seorang pekerja di bagian gudang PT GA Indonesia yang berlokasi di Cibinong Rerie, mengakui bahwa sepanjang 2020, sama sekali tidak ada pesanan produk. Akibatnya, pabrik yang salah satunya produknya adalah merek Lacoste itu memangkas jumlah buruh dari 2.000 orang menjadi hanya 800 orang.

“Beruntung kami sempat menerima pesanan APD (alat pelindung diri) dari Kemenkes dan BNPB sebanyak 12 juta potong. Tapi sebagian dari APD tersebut sekarang lebih banyak ditumpuk di gudang,” katanya.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BBKSDA Sumut: Harimau Sumatera terlihat remaja di Kabupaten Labura
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:11 WIB
Seekor Harimau Sumatera \"Panther Tigris Sumatrae\" terlihat oleh seorang remaja di Desa Kuala Berin...
Bupati Sidoarjo perintahkan perbaikan kerusakan Jalan Lingkar Barat
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:38 WIB
Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Ahmad Muhdlor Ali memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Su...
Dispar Kulon Progo luncurkan Krumpyung Hip Hop PATA
Sabtu, 27 Februari 2021 - 22:21 WIB
Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan Krumpyung Hip Hop PA...
Klaster keluarga dominasi penyebab penyebaran COVID-19 di kota Madiun
Sabtu, 27 Februari 2021 - 22:09 WIB
Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur menyatakan klaster lingkungan keluarga menjadi faktor dominan pen...
Sekda Bogor tugaskan camat evaluasi penanganan COVID-19 tingkat RT
Sabtu, 27 Februari 2021 - 21:47 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Burhanudin menugaskan para camat di wilayahny...
Pengamat: Bandara Soedirman potensial genjot pariwisata Purbalingga
Sabtu, 27 Februari 2021 - 21:36 WIB
Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan beroperasinya ...
DPRD Maluku awasi proyek pemasangan internet di kabupaten/kota
Sabtu, 27 Februari 2021 - 21:25 WIB
Komisi I DPRD Maluku akan melakukan pengawasan pelaksanaan proyek pemasangan jaringan internet dari ...
Akademisi: Petani bisa mulai siapkan benih kedelai saat pancaroba
Sabtu, 27 Februari 2021 - 21:04 WIB
Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Ponendi Hidayat mengatak...
Wali Kota Medan tinjau vaksinasi COVID-19 di Terminal Amplas
Sabtu, 27 Februari 2021 - 20:42 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau vaksinasi COVID-19 kepada penyedia jasa  angkutan umum teru...
3.074 hektare tanaman padi di Cirebon gagal tanam
Sabtu, 27 Februari 2021 - 20:31 WIB
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat hingga akhir Februari 2021 terdapat 3.074 he...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV