Produsen rokok terkenal di Kudus ajukan penurunan golongan
Elshinta
Selasa, 19 Januari 2021 - 16:15 WIB |
Produsen rokok terkenal di Kudus ajukan penurunan golongan
Aktivitas produksi rokok di salah satu tempat produksi rokok di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, selama masa pandemi COVID-19. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Elshinta.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, mencatat ada satu produsen rokok di Kudus yang mengajukan penurunan golongan dari golongan I menjadi golongan II karena beberapa alasan.

"PR Rokok yang mengajukan penurunan golongan tersebut, yakni PT Nojorono Tobacco International yang sebelumnya memproduksi rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) untuk golongan I, kini per awal 2021 sudah turun menjadi golongan II menyusul produksi rokoknya selama setahun belum mencapai target," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Gatot Sugeng Wibowo di Kudus, Selasa.

Ia mengungkapkan perubahan golongan tersebut diajukan pada Desember 2020, sedangkan statusnya menjadi golongan II dengan batasan produksi rokok antara 500 juta batang hingga 3 miliar batang per tahunnya mulai tahun ini.

Dalam pengajuannya, kata dia, juga dibarengi dengan alasan, terutama karena hasil evaluasinya selama setahun produksi rokoknya tidak sampai melebihi 3 miliar batang sehingga belum memenuhi golongan I yang produksinya setiap tahun lebih dari 3 miliar batang.

Bea Cukai juga melakukan evaluasi produksi rokok setiap tahunnya berapa batang.

"Sebetulnya masih bisa bertahan di golongan I, tetapi perusahaan rugi karena cukainya maupun pajaknya lebih mahal dibandingkan golongan II," ujarnya.

Terkait apakah ada keterkaitannya dengan pandemi COVID-19, kata dia, dimungkinkan demikian karena golongan I banyak yang turun produksinya, terutama SKM. Sementara rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) masih bertahan dan ada kecendrungan naik karena daya beli masyarakat dari rokok premium menjadi yang menengah.

Beberapa pabrik rokok di Kudus mengakui adanya dampak masa pandemi terhadap produksi maupun permintaan rokok di pasaran. Terlebih, saat ini ada ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang mengatur jumlah pegawai yang masuk kerja maksimal 25 persen.

Sebelumnya Secondary Manufacturing Manager PT Nojorono Tobacco International Dedy Ariyanto mengakui adanya pemberlakuan PPKM memang berdampak pada produksi rokok. Biasanya setiap tempat produksi bisa memproduksi 9.000 bal rokok jenis SKT setiap pekan, namun turun hanya sekitar 3.000 bal per pekannya.

Penurunan produksi juga disebabkan karena adanya pembatasan pekerja. Biasanya tempat produksi yang bisa menampung 300 pekerja kini hanya diisi 75 orang.

Hal senada juga disampaikan Senior Manager Public Affairs PT Djarum Kudus Purwono Nugroho mengakui pandemi COVID-19 memang memberikan dampak terhadap produksi. Penerapan aturan soal jumlah pegawai yang boleh masuk kerja untuk jangka waktu yang diterapkan saat ini masih bisa dicarikan solusi agar tidak berpengaruh.

"Hanya saja, jika kondisi tersebut berlanjut lebih lama tentunya bisa berdampak lebih berat lagi," ujarnya.

Dalam rangka memaksimalkan jumlah pekerja agar tetap bisa produksi, maka pabrik rokok terbesar di Kudus itu memanfaatkan gudang-gudang yang ada untuk perluasan tempat produksi agar bisa memenuhi aturan 25 persen pegawai yang masuk kerja.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bandara Sultan Thaha berhasil evakuasi pesawat Batik Air pagi ini
Minggu, 07 Maret 2021 - 09:35 WIB
Bandara Sultan Thaha Jambi berhasil mengevakuasi Pesawat Batik Air pada pukul 06.35 WIB meski lokasi...
Kementerian PUPR bangun 15 rumah khusus bagi penyandang disabilitas
Minggu, 07 Maret 2021 - 08:57 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 15 rumah khusus untuk para penyanda...
Polisi selidiki video puluhan pemuda membawa celurit di Kota Serang
Minggu, 07 Maret 2021 - 08:46 WIB
Polda Banten mendalami video yang viral tentang puluhan pemuda yang membawa celurit di perempatan la...
KKP jamin kemudahan perizinan usaha perikanan tangkap
Minggu, 07 Maret 2021 - 07:30 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 27/2021 te...
Pakar sarankan kongres partai politik tidak usung calon tunggal
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:58 WIB
Pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro menyarankan setiap part...
Asrama Haji Gorontalo miliki replika pesawat Garuda
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:47 WIB
Asrama Haji Provinsi Gorontalo kini memiliki replika (mockup)pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 77...
Pemkot Makassar siap lanjutkan program RISE untuk atasi kemiskinan
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:36 WIB
Pemerintah Kota Makassar siap melanjutkan program dari Revitalising Informal Settlements and their E...
Garuda optimistis Sulut jadi penghubung utama ekspor ke Jepang
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:25 WIB
Maskapai Garuda Indonesia optimistis Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan menjadi penghubung utama k...
TNI AD bantu air bersih warga korban gempa
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:14 WIB
TNI Angkatan Darat (AD) masih memberikan bantuan air bersih yang siap dikonsumsi kepada masyarakat y...
Integrasi Batam, Bintan dan Karimun tingkatkan pertumbuhan ekonomi
Sabtu, 06 Maret 2021 - 23:03 WIB
Integrasi Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) di Provinsi Kepulauan Riau (Ke...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV