Kerabat dikonfirmasi KPK soal keberadaan Harun Masiku
Elshinta
Selasa, 19 Januari 2021 - 18:15 WIB |
Kerabat dikonfirmasi KPK soal keberadaan Harun Masiku
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Elshinta.com - Advokat Daniel Tonapa Masiku yang juga kerabat dari tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku (HM) mengaku telah dikonfirmasi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal keberadaan Harun yang sampai saat ini masih menjadi buronan.

"Penyidik menanyakan hanya seputar itu saja, apakah ada informasi (keberadaan Harun Masiku). Saya bilang tidak ada informasi. Terakhir saya ketemu itu mungkin 3 atau 4 tahun yang lalu," kata Daniel usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa.

KPK memeriksa Daniel sebagai saksi untuk tersangka Harun dalam penyidikan kasus suap terkait penetapan Anggota DPR RI terpilih Tahun 2019-2024.

Ia juga mengaku kaget terkait adanya kabar yang menyebut Harun telah meninggal dunia.

"Saya justru kaget. Jadi, kita tentu berdoa semoga berita itu tidak benar," ujar Daniel.

Selain itu sepengetahuan Daniel, Harun juga berprofesi sebagai advokat.

"Yang saya tahu bahwa beliau advokat. Sejak dia di Jakarta kan memang dia awalnya advokat, duluan dia dari saya," ungkapnya.

Sebagai kerabat, ia pun mengharapkan Harun segera menyerahkan diri.

"Dari saya pribadi karena masih saudaranya, saya secara pribadi meminta segera menyerahkan diri supaya ada kepastian bagi dia, kepastian bagi keluarga," kata Daniel.

Sebelumnya, KPK meyakini Harun masih hidup dan terus berupaya menangkapnya. Diketahui, Harun telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Januari 2020 lalu.

"Apakah statusnya MD (meninggal dunia) atau disembunyikan, terkait MD atau tidak selama kami tidak melihat jenazahnya di mana, makamnya di mana, kuburannya di mana, maka kami menganggap yang bersangkutan saat ini statusnya masih hidup," kata Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (10/1).

Oleh karena itu, kata dia, KPK menganggap belum tertangkapnya Harun sebagai utang yang harus dibayar sesegera mungkin oleh para penyidik.

Terkait pencarian Harun, KPK juga sebelumnya telah mengevaluasi tim satuan tugas (satgas) yang bertanggung jawab mencari Harun tersebut.

Dalam kasus tersebut, Harun memberikan suap kepada mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan Kader PDIP Agustiani Tio Fridelina sebesar 19.000 dolar Singapura dan 38.350 dolar Singapura atau seluruhnya Rp600 juta.

Tujuan penerimaan uang tersebut adalah agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan penggantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI PDIP dari Dapil Sumatera Selatan 1, yakni Riezky Aprilia kepada Harun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK panggil dua saksi kasus terkait suap pengadaan bansos Jabodetabek
Senin, 08 Maret 2021 - 15:16 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap ter...
Polisi tidak punya alat bukti, penasehat hukum minta pengadilan perintahkan bebaskan Rizieq
Senin, 08 Maret 2021 - 14:16 WIB
Pengadilan negeri Jakarta Selatan menggelar sidang gugatan praperadilan yang diajukan oleh Habib Riz...
Polda Riau tahan 8 pembakar hutan dan lahan selama Januari-Maret 2021
Senin, 08 Maret 2021 - 13:20 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah menahan delapan orang pembakar hutan dan lahan selama Januari-M...
2.665 Pegawai Kejaksaan Agung jalani vaksinasi COVID-19 dosis pertama
Senin, 08 Maret 2021 - 10:40 WIB
Sebanyak 2.665 pegawai di lingkungan Kejaksaan Agung dari semua tingkat baik jaksa maupun non-jaksa ...
PN Jaksel agendakan pemeriksaan saksi dalam sidang kebakaran Kejagung
Senin, 08 Maret 2021 - 09:20 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali melaksanakan sidang lanjutan perkara kebakaran Gedung Utam...
Lima pegawai Lapas-Rutan di Sulut diberikan sanksi
Senin, 08 Maret 2021 - 07:18 WIB
Lima pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Provinsi Sulawesi Ut...
Polda Banten tangkap geng motor bawa senjata tajam
Senin, 08 Maret 2021 - 06:23 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Banten menangkap anggota geng motor `All Star` yang meresahkan masyarakat ...
Polisi bubarkan lomba burung berkicau karena undang kerumunan
Minggu, 07 Maret 2021 - 23:47 WIB
Polisi membubarkan lomba burung berkicau yang digelar di Pendopo Tumaritis, Kelurahan Sawahgede, Cia...
Aparat gagalkann pengiriman 23.942 benih lobster
Minggu, 07 Maret 2021 - 19:10 WIB
Aparat gabungan menggagalkan pengiriman 23.942 benih bening lobster (BBL) atau benur dari Bandara So...
Seorang tahanan wanita kasus narkoba di Lapas Perempuan Palu kabur
Minggu, 07 Maret 2021 - 16:25 WIB
Seorang tahanan wanita di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, Sulawesi Tengah k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV