Kejagung periksa eks Dirut Asabri terkait kasus korupsi
Elshinta
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:15 WIB |
Kejagung periksa eks Dirut Asabri terkait kasus korupsi
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak (kiri) bersama Dir Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djoko Poerwanto (kanan). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Elshinta.com - Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa mantan Dirut Asabri dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), Selasa (19/1).

Saksi tersebut berinisial SW selaku Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020.

Selain SW, jaksa penyidik juga memeriksa empat saksi lainnya hari ini yakni HS selaku Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019, IWS selaku Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012-Januari 2017, BE selaku Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri periode 2012-Mei 2015, dan LP selaku Direktur Utama PT Prima Jaringan.

"Lima saksi diperiksa dalam kasus Asabri, (terdiri) empat eks pejabat Asabri dan satu dirut perusahaan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Selasa (19/1).

Pemeriksaan terhadap lima saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang dugaan korupsi yang terjadi di Asabri.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) perkara dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri (Persero) periode 2012-2019.

Surat Perintah Penyidikan ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah atas nama Jampidsus. Sprindik Nomor: Print-01/F.2/Fd.2/01/2021 tertanggal 14 Januari 2021 tersebut memerintahkan beberapa orang jaksa penyidik untuk melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi di manajemen PT Asabri.

Dalam kasus ini diketahui selama tahun 2012 hingga 2019, PT Asabri telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengatur dan mengendalikan dana investasi Asabri dalam investasi pembelian saham sebesar Rp10 triliun melalui pihak-pihak yang terafiliasi dan investasi penyertaan dana pada produk reksadana sebesar Rp13 triliun melalui beberapa perusahaan manajemen investasi (MI) dengan cara menyimpang dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perbuatan tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkumham cekal pejabat Ditjen Pajak dugaan kasus korupsi
Kamis, 04 Maret 2021 - 17:57 WIB
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI melalui Direktorat Jenderal Imigrasi mencek...
Korban mafia tanah desak Polri berantas tuntas mafia tanah di Indonesia
Kamis, 04 Maret 2021 - 09:47 WIB
Didampingi Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI), sejumlah korban mafia tanah, mendatangi Bares...
Penembakan oleh oknum polisi di Medan bukan karena tagihan tuak
Kamis, 04 Maret 2021 - 08:15 WIB
Aksi oknum polisi yang bertugas di Polres Binjai Bripka MJ yang melepaskan dua tembakan ke udara yan...
KPK amankan dokumen geledah rumah tersangka penyuap Nurdin Abdullah
Rabu, 03 Maret 2021 - 23:41 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dari penggeledahan di rumah pribadi tersangka...
Sempat kena tembak, Ali Kalora berhasil kabur
Rabu, 03 Maret 2021 - 22:34 WIB
Kontak tembak antara Satuan tugas Madago Raya, gabungan TNI/Polri dengan Kelompok Daftar Pencarian O...
KPK amankan dokumen geledah tiga rumah di Tanjungpinang Kepri
Rabu, 03 Maret 2021 - 21:38 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan berbagai dokumen dari penggeledahan di tiga rumah yan...
Kontak tembak polisi/TNI dengan MIT Poso kembali terjadi
Rabu, 03 Maret 2021 - 20:34 WIB
ontak tembak antara polisi/TNI dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso  yang kini menj...
Polisi amankan nelayan yang tangkap ikan dengan bahan peledak
Rabu, 03 Maret 2021 - 06:45 WIB
Direktorat Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah NTT mengamankan enam orang nelayan yang menangkap i...
Jaksa KPK: Menantu belikan jam mewah untuk Nurhadi dari uang suap
Rabu, 03 Maret 2021 - 06:15 WIB
Jaksa KPK menyebut Rezky Herbiyono membelikan sejumlah jam mewah untuk mertuanya mantan Sekretaris M...
Kejagung periksa 7 saksi kasus korupsi Asabri
Rabu, 03 Maret 2021 - 00:09 WIB
Jaksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa lagi tujuh orang saksi dari pihak swasta dan per...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV