Menteri Trenggono ajak stakeholder maritim bersatu lawan `illegal fishing`
Elshinta
Sabtu, 23 Januari 2021 - 15:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Trenggono ajak stakeholder maritim bersatu lawan `illegal fishing`
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak para pemangku kepentingan di bidang maritim untuk bersinergi dalam menjaga sumber daya laut dari praktik illegal fishing yang masih saja terjadi hingga sekarang. Demikian disampaikan Menteri Trenggono dalam acara Stakeholder Briefing Kaukus Kelautan di Jakarta.

“Di tengah berbagai upaya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, kita masih melihat beberapa kegiatan pencurian terkait laut Indonesia yang masih terjadi melalui praktik-praktik Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing,” ujar Menteri Trenggono dalam rilis resmi, Jumat (22/1).

Menteri Trenggono menjelaskan, dari hasil identifikasi terdapat 12 modus operandi yang dipakai oleh pelaku illegal fishing di Indonesia. Diantaranya tidak mendaratkan ikan di pulau pangkalan, pemalsuan dokumen kapal, registrasi kapal ganda, transhipment, mematikan VMS dan AIS, pelanggaran jalur penangkapan, mark down ukuran kapal, hingga penggunaan alat tangkap ikan terlarang.

Untuk memerangi praktik illegal fishing, KKP telah mengeluarkan berbagai kebijakan sejak beberapa tahun terakhir. Mulai dari memperkuat patroli oleh tim PSDKP, bersinergi dengan penegak hukum, hingga tidak memberikan izin penangkapan ikan pada kapal asing.

“Saat ini KKP telah memastikan tidak ada izin penangkapan ikan untuk kapal asing yang diterbitkan. Sebanyak 5.534 unit kapal perikanan yang telah memiliki izin pusat lebih dari 30 GT merupakan kapal perikanan buatan Indonesia,” jelas Trenggono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (23/1). 

Menteri KKP berharap dapat memperluas kerja sama dengan para pemangku kepentingan di bidang maritim untuk melahirkan solusi-solusi lain dalam menjaga wilayah laut Indonesia, serta mendorong penerapan sanksi tegas bagi para pelaku maupun pihak yang mengambil keuntungan dari praktik illegal fishing pada wilayah perairan.
 
Melindungi laut beserta sumber daya di dalamnya, menurut Menteri Trenggono, berarti menjaga kedaulatan sekaligus sebagai upaya mewujudkan pertumbuhan industri kelautan dan perikanan dalam negeri. Disamping itu, langkah ini bagian dari usaha menjamin ketahanan pangan khususnya yang mengandung protein.

“Tiba saatnya bagi kita untuk menjaga seluruh kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia berkelanjutan. Sudah saatnya kita melakukan langkah strategis suatu kebijakan untuk membangun kekuatan pertahanan guna mengamankan wilayah laut Indonesia yang begitu luas dan sangat kaya, mewujudkan pertumbuhan industri ekonomi kelautan yang berdaya saing tinggi, dan memastikan tercapainya ketahanan pangan, terutama sumber protein dari ikan. Tugas kita bersama untuk mencari solusi komprehensif terhadap pencegahan praktik-praktik lainnya,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Persit  KCK Cabang XVIII Dim 0703 Cilacap bantu warga terdampak Covid-19
Sabtu, 06 Maret 2021 - 18:24 WIB
Aksi sosial kembali dilakukan Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVIII Dim 0703 Cilacap guna...
 Realisasi pajak KPP Pratama Ruteng, NTT melebihi target
Sabtu, 06 Maret 2021 - 18:11 WIB
Realisasi penerimaan pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provins...
Kebijakan Menteri Trenggono soal benur angkat posisi Indonesia di luar negeri 
Sabtu, 06 Maret 2021 - 17:24 WIB
Pemerintah Vietnam dikabarkan membuka peluang bekerja sama dengan Indonesia terkait budidaya lobster...
Mudahkan pelayanan kesehatan warga Pantura Timur, Plt Bupati Kudus resmikan MRI senilai Rp17 Miliar
Kamis, 04 Maret 2021 - 17:24 WIB
Keberadaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1,5 Tesla atau pencitraan resonansi magnetik di RS Mardi...
Menko Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi RI capai 5,3 persen pada 2021
Kamis, 04 Maret 2021 - 15:46 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan ekonomi Indon...
Presiden: Bendungan Sindang Heula bisa jadi pembangkit listrik
Kamis, 04 Maret 2021 - 15:24 WIB
Presiden RI Joko Widodo mengatakan Bendungan Sindang Heula di Serang, Banten bisa menjadi pembangkit...
IHSG turun 1,37% ke 6.289 pada akhir perdagangan sesi I hari ini  
Kamis, 04 Maret 2021 - 14:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun makin dalam hingga siang ini. Kamis (4/3), IHSG turun 1,37%...
Presiden Jokowi: Indonesia perlu lebih banyak UMKM eksportir
Kamis, 04 Maret 2021 - 13:56 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia memerlukan lebih banyak pelaku UMKM yang mengeksp...
IHSG melemah di awal perdagangan hari ini
Kamis, 04 Maret 2021 - 09:58 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan hari ini. Kamis (4/3) pukul 9.06 WI...
Rupiah Kamis pagi melemah 15 poin
Kamis, 04 Maret 2021 - 09:23 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (4/3) pagi melemah 15...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV