BNN Bali tangkap residivis yang jadikan kos elite untuk gudang narkoba
Elshinta
Selasa, 26 Januari 2021 - 23:03 WIB |
BNN Bali tangkap residivis yang jadikan kos elite untuk gudang narkoba
Ilustrasi-konferensi pers pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Bali, oleh BNNP Bali, Selasa (26/01/2021). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021).

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali menangkap seorang residivis berinisial AT (20) karena menjadikan indekos elite sebagai gudang peredaran narkotika, sekaligus mengedarkan narkoba jenis ganja kering seberat 135,85 gram netto.

"Di Bali peredaran ganja ini disenangi oleh anak-anak muda untuk itu kita jaga dan lindungi masyarakat. Apalagi kaum muda saat ini banyak yang meminati ganja sintetis atau yang kita kenal dengan tembakau gorila," kata Kabid Berantas BNN Provinsi Bali I Putu Agus Arjaya dalam konferensi pers di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan bahwa pelaku sengaja menyewa indekos elite sebagai gudang produksi narkoba sebelum nantinya diedarkan ke beberapa titik di wilayah Bali.

Dari pelaku AT ditemukan barang bukti berupa satu plastik klip berisi tanaman kering berupa ganja sintetis dengan berat 102,4 gram neto dan 13 plastik klip berisi tanaman kering berupa ganja sintetis seberat 33,45 gram neto, alat timbangan digital serta barang bukti terkait.

Awalnya, tim gabungan BNNP Bali dan Bea Cukai Bali melakukan penyelidikan dan menemukan sebuah indekos elite yang dicurigai sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

Setelah dilakukan penyelidikan, pada (22/01) sekitar pukul 14.30 Wita pelaku ditangkap di sebuah kamar kos yang beralamat di Kelurahan Pemogan, Denpasar Selatan, Bali.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, Agus Arjaya pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya juga menangkap seorang residivis narkoba jaringan Makassar-Bali berinisial DAP (22) pada (22/01) pukul 10.15 Wita di pinggir jalan Pura Demak Barat, Denpasar Barat, Bali.

Dari pelaku DAP juga ditemukan ganja sintetis seberat 100 gram neto, yang dikirim melalui jasa ekspedisi dari Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Denpasar, Bali.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah diduga terima Rp5,4 miliar
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:55 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah diduga menerima Rp5,4 miliar dalam kasus dugaan suap dan ...
Bupati Bintan bantah dibawa KPK ke Jakarta
Sabtu, 27 Februari 2021 - 19:45 WIB
Bupati Bintan Apri Sujadi membantah informasi yang menyatakan bahwa KPK membawanya ke Jakarta ata...
Pansus DPRD Sumbar sebut kerugian BUMD PT Balairung capai Rp34 miliar
Sabtu, 27 Februari 2021 - 18:48 WIB
Panitia khusus (Pansus) DPRD Sumbar terkait tindaklanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas pe...
Mantan Direktur Perusda Batang kembalikan uang negara Rp200 juta
Sabtu, 27 Februari 2021 - 18:12 WIB
Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berinisial ES mengembalikan kerug...
Pemkot Pontianak segel lima lahan yang terbakar
Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:48 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak di Kalimantan Barat menyegel lima lokasi lahan yang terbakar dan ...
SPAK tidak sangka Gubernur Sulsel terlibat dugaan kasus korupsi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:26 WIB
Aktifis perempuan yang juga tergabung dalam Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sulawesi Selatan Husa...
PKS kawal proses hukum Gubernur Sulsel
Sabtu, 27 Februari 2021 - 16:19 WIB
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan berkomitmen mengawal p...
Jubir Gubernur Sulsel: Keluarga serahkan proses hukum kepada KPK
Sabtu, 27 Februari 2021 - 14:48 WIB
Juru Bicara Gubernur Sulawesi Selatan Veronica Moniaga mengemukakan bahwa kedatangan pihak Komisi Pe...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah miliki kekayaan Rp51,3 miliar
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:47 WIB
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) ...
Ketua KPK tunggu pemeriksaan terkait OTT Gubernur Sulsel
Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:55 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan pihaknya akan mengumumkan siapa sa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV