Lemkapi: Proses hukum Ambroncius bentuk ketegasan Polri
Elshinta
Rabu, 27 Januari 2021 - 11:10 WIB |
Lemkapi: Proses hukum Ambroncius bentuk ketegasan Polri
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan. (ANTARA/Kodir)

Elshinta.com - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan menilai proses hukum terhadap politisi Ambroncius Nababan terkait ujaran rasisme merupakan bentuk ketegasan Polri.

'Kita melihat tindakan tegas dan cepat Bareskrim Polri dalam merespon kasus rasisme ini. Polri tegas terhadap siapa saja yang melanggar hukum," kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu pagi.

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini mengatakan perilaku Ambroncius terkait ujaran rasisme tidak dapat dibiarkan dan perbuatannya telah meresahkan masyarakat.

Sebelumnya, akun media sosial Facebook atas nama Ambroncius Nababan mengunggah konten bernuansa rasis terhadap mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai. Akun itu memuat foto kolase Natalius Pigai dan gambar satwa.

Semula kasus ini dilaporkan ke Polda Papua Barat namun diambil alih Bareskrim karena diduga diunggah di Jakarta dan terlapor juga berdomisili di Jakarta.

Pada Selasa (26/1), Bareskrim menetapkan Ambroncius sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara.

Dalam perkara ini, Bareskrim telah meminta keterangan Ambroncius pada Senin (25/1) malam sebagai saksi. Penyidik juga telah meminta keterangan lima saksi termasuk dari ahli pidana dan ahli bahasa.

Tersangka dijerat dengan UU nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik serta UU Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Ambroncius membantah telah melakukan tindakan rasis. Saat tiba di gedung Bareskrim, Jakarta, Senin (25/1) malam untuk menjalani pemeriksaan, dia mengatakan kasus ini hanya masalah pribadi dengan Natalius Pigai,

Ambroncius menyebut semestinya penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadapnya pada Rabu (27/1), namun dia menyambangi Bareskrim Polri untuk menegaskan bahwa dia akan mengikuti proses hukum kasus tersebut.

"Saya enggak lari dan tidak akan ingkar dari hukum," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah diduga terima Rp5,4 miliar
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:55 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah diduga menerima Rp5,4 miliar dalam kasus dugaan suap dan ...
Bupati Bintan bantah dibawa KPK ke Jakarta
Sabtu, 27 Februari 2021 - 19:45 WIB
Bupati Bintan Apri Sujadi membantah informasi yang menyatakan bahwa KPK membawanya ke Jakarta ata...
Pansus DPRD Sumbar sebut kerugian BUMD PT Balairung capai Rp34 miliar
Sabtu, 27 Februari 2021 - 18:48 WIB
Panitia khusus (Pansus) DPRD Sumbar terkait tindaklanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas pe...
Mantan Direktur Perusda Batang kembalikan uang negara Rp200 juta
Sabtu, 27 Februari 2021 - 18:12 WIB
Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berinisial ES mengembalikan kerug...
Pemkot Pontianak segel lima lahan yang terbakar
Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:48 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak di Kalimantan Barat menyegel lima lokasi lahan yang terbakar dan ...
SPAK tidak sangka Gubernur Sulsel terlibat dugaan kasus korupsi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:26 WIB
Aktifis perempuan yang juga tergabung dalam Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sulawesi Selatan Husa...
PKS kawal proses hukum Gubernur Sulsel
Sabtu, 27 Februari 2021 - 16:19 WIB
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan berkomitmen mengawal p...
Jubir Gubernur Sulsel: Keluarga serahkan proses hukum kepada KPK
Sabtu, 27 Februari 2021 - 14:48 WIB
Juru Bicara Gubernur Sulawesi Selatan Veronica Moniaga mengemukakan bahwa kedatangan pihak Komisi Pe...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah miliki kekayaan Rp51,3 miliar
Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:47 WIB
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) ...
Ketua KPK tunggu pemeriksaan terkait OTT Gubernur Sulsel
Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:55 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan pihaknya akan mengumumkan siapa sa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV