BP2MI cegah 26 calon TKW ilegal di Kelapa Gading keluar negeri
Elshinta
Kamis, 08 April 2021 - 07:18 WIB |
BP2MI cegah 26 calon TKW ilegal di Kelapa Gading keluar negeri
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencegah 26 calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) berangkat keluar negeri di apartemen kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (7/4/2021). ANTARA/Abdu Faisal

Elshinta.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencegah 26 orang tenaga kerja wanita (TKW) ilegal asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ke luar negeri, Rabu malam.

Kepala Unit Pelayanan Teknis BP2MI Provinsi DKI Jakarta Mucharom Ashadi mengatakan 26 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) tersebut ditangkap di lokasi penampungan sementara mereka, dalam apartemen kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Setelah kami kumpulkan, semua berjumlah 26 orang PMI yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Barat. Dari hasil wawancara singkat tadi, mereka mengaku akan diberangkatkan ke negara-negara Timur Tengah seperti Bahrain, Arab Saudi, Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), dan beberapa negara Timur Tengah lain," ujar Mucharom saat ditemui wartawan, di lokasi.

Mucharom mengatakan calon PMI tersebut disergap petugas setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwasanya ada sekumpulan orang di salah satu apartemen di Jakarta Utara.

Setelah dilakukan pendalaman, ternyata benar calon PMI tersebut dikumpulkan dalam tiga kamar apartemen yang kapasitasnya masing-masing maksimal bisa diisi lima orang.

"Ternyata ditemukan ada di salah satu kamar sembilan orang (calon) PMI, di kamar yang berbeda ditemukan 10 (calon) PMI. Total tiga kamar semuanya berisi (calon) PMI," kata Mucharom.
 
Menurut Mucharom, sejak keluarnya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Nomor 250 Tahun 2015, penempatan PMI untuk negara Timur Tengah sebagai pekerja domestik atau rumah tangga masih ada moratorium atau dengan kata lain, dilarang.

"Terkait dengan itu, ini kami sinyalir bahwasanya mereka akan dilakukan upaya tindak perdagangan orang. Mereka dimobilisasi oleh orang yang nanti kita akan kejar ini pelakunya. Kami bersinergi dengan teman-teman dari kepolisian, untuk mengejar siapa pelaku penempatan di luar prosedur ini," kata Mucharom.

Dugaan itu bukan tanpa alasan, Mucharom menjelaskan bahwa di masa pandemi seperti saat ini masih banyak negara-negara penempatan PMI yang sedang menutup diri (dari kunjungan PMI) karena di negara tersebut juga mengalami masa pandemi.

Oleh karena itu, lanjutnya, BP2MI akan mencari tahu lebih lanjut apakah di negara-negara Timur Tengah itu masih ada oknum yang menerima penempatan PMI secara ilegal.

Penyergapan itu, kata Mucharom, adalah bentuk pencegahan agar jangan lagi ada PMI yang kurang mendapat perlindungan dari negara.

"Kita tahu di negara Timur Tengah juga masih belum memiliki hukum yang berpihak melindungi pekerja migran kita," ujarnya.

Untuk selanjutnya, BP2MI akan menyelidiki sejumlah penyalur calon PMI yang diamankan tadi, guna memberantas sindikat pemberangkatan ilegal PMI ke luar negeri.

"Kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk mari bersama-sama membantu, karena (perbuatan penyalur PMI ilegal) ini bagian dari upaya mengeksploitasi anak-anak bangsa," kata Mucharom.

Puluhan juta
BP2MI berhasil menggali keterangan dari salah seorang calon PMI bahwa dari satu orang PMI saja, mereka dieksploitasi sampai dengan Rp60-80 juta.

"Itu per satu orang (yang dieksploitasi) dari pengguna di luar negeri sana. Karena itu ini sudah masuk ke Tindak Pidana Perdagangan Orang, karena itu BP2MI tidak segan-segan, setelah ini akan kami lakukan proses hukum guna menjerat yang bersangkutan," kata Mucharom.

Pantauan di lokasi, selain mengamankan sejumlah calon PMI wanita, BP2MI juga membawa serta empat orang laki-laki, diduga pekerja dari pihak penyalur yang ditugaskan menjaga calon-calon PMI tersebut tetap di apartemen mereka.

Mereka digiring dari kamar menuju tujuh unit mobil milik BP2MI yang telah terparkir di area Mall of Indonesia.

Mucharom mengatakan dari pengakuan mereka, sejauh ini, keempat orang tersebut belum mengaku berasal dari perusahaan penyalur tertentu.

"Tapi bisa jadi oleh PT atau PJTKI, tapi bisa juga dilakukan oleh perorangan, karena itu butuh pendalaman. Mereka di sini sudah lebih dari satu minggu, bahkan ada yang akan diberangkatkan nanti malam. Kami segera langsung bergerak cepat melakukan pencegahan sebelum mereka betul-betul menjadi korban eksploitasi di negara-negara sana," kata Mucharom.

Selama ini calon PMI tersebut mengaku kepada petugas BP2MI telah diperlakukan dengan layak.

Mereka juga tidak mengetahui penyaluran itu ilegal karena masing-masing calon PMI diberangkatkan oleh calo atau sponsor di masing-masing desanya.

"Jadi calo mereka berbeda, 26 orang ini mungkin satu sama lain tidak saling mengenal. Nah ini modusnya dari pelaku TPPO ini," kata Mucharom.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Oknum Polisi/TNI terlibat pengeroyokan ditangani satuan masing-masing
Senin, 19 April 2021 - 19:42 WIB
Oknum anggota Polisi/TNI yang diduga terlibat kasus pengeroyokan di Jakarta Selatan dengan korban s...
Anies: Penduduk miskin Jakarta terendah kendati alami peningkatan
Senin, 19 April 2021 - 19:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan jumlah penduduk miskin di Jakarta adalah yang paling ...
Warga duga kebakaran Taman Sari akibat pertengkaran suami istri
Senin, 19 April 2021 - 18:14 WIB
Warga korban kebakaran di Jalan Keadilan I Taman Sari Jakarta Barat menduga api bersumber dari perte...
Pemkot Jaksel gandeng TNI dan Polri gencarkan operasi tertib masker
Senin, 19 April 2021 - 16:25 WIB
Jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggandeng TNI dan Polri menggencarkan operasi...
Polda Metro periksa enam saksi terkait pengeroyokan anggota Brimob
Senin, 19 April 2021 - 13:47 WIB
Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa enam orang saksi terkait kasus pengeroyokan yang menew...
Warga antusias sambut uji coba tahap pertama flyover Cakung
Senin, 19 April 2021 - 12:57 WIB
Sejumlah warga pengguna kendaraan bermotor antusias menyambut uji coba tahap pertama jalan layang at...
Pemprov DKI resmi uji coba tahap pertama Jalan layang Cakung
Senin, 19 April 2021 - 12:47 WIB
Pemprov DKI Jakarta secara resmi melaksanakan uji coba tahap pertama jalan layang atau `flyover` C...
20 orang reaktif usai acara Rizieq Shihab di Megamendung
Senin, 19 April 2021 - 12:27 WIB
Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah mengatakan terdapat 20 orang yang terkonfirmasi rea...
PN Jaktim agendakan sidang pemeriksaan saksi kasus Rizieq Shihab
Senin, 19 April 2021 - 08:40 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali mengagendakan sidang lanjutan Rizieq Shihab dengan agenda pe...
Wagub DKI sambangi lokasi pengungsian korban kebakaran Taman Sari
Senin, 19 April 2021 - 08:20 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyambangi lokasi pengungsian korban kebakaran di Jala...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV