BMKG tepis hoaks gelombang panas sedang terjadi di Indonesia
Elshinta
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:01 WIB |
BMKG tepis hoaks gelombang panas sedang terjadi di Indonesia
Ilustrasi - Beberapa pegawai BMKG menunjukkan bagan prakiraan cuaca di Kantor BMKG, Jakarta, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/Katriana)

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menepis hoaks tentang gelombang panas yang sedang terjadi di Indonesia.

"Berita yang beredar ini tentu tidak tepat dan tidak benar atau hoaks, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas," ujar Pelaksana tugas Deputi Bidang Klimatologi Urip Haryoko dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Hoaks tentang hal itu, antara lain menyebutkan saat ini cuaca sangat panas, suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat Celcius, dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin.

Urip menerangkan gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi, sedangkan Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi.

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya lima derajat Celcius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, serta setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut.

"Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas," ujar dia.

Ia menambahkan gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari. Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat.

Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut. Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut.

"Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu Matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya," kata dia.

Saat ini, berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, memang suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat suhu di atas 36 derajat Celsius terjadi di Medan, Deli Serdang, Jatiwangi, dan Semarang pada catatan meteorologis tertanggal 14 Oktober 2021.

Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I, Medan yaitu 37 derajat Celsius. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya pada Oktober. Setidaknya suhu maksimum yang meningkat dalam beberapa hari ini dapat disebabkan beberapa hal.

Pada Oktober, kedudukan semu gerak Matahari tepat di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam perjalanannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi dua kali, yaitu September/Oktober dan Februari/Maret, sehingga puncak suhu maksimum terasa di wilayah Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut.

Cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar Matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya Siklon Tropis Kompasu di Laut Cina Selatan bagian utara yang menarik masa udara dan pertumbuhan awan-awan hujan serta menjauhi wilayah Indonesia sehingga cuaca di wilayah Jawa cenderung menjadi lebih cerah-berawan dalam beberapa hari terakhir.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DPR siap kawal terwujudnya Indonesia jadi pusat industri halal dunia
Jumat, 03 Desember 2021 - 20:11 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung dan siap mengawal visi Presiden dan Wakil Presiden RI untuk ...
Kadivhumas Polri: Polri diperintahkan kawal investasi di Indonesia
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:59 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, mengatakan, Presiden Joko Wido...
Indonesia terima bantuan vaksin Janssen dari Belanda
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:35 WIB
Indonesia menerima bantuan vaksin COVID-19 produksi Janssen sebanyak 324 ribu dosis dari Pemerintah ...
BRIN: Vaksin Merah Putih bisa untuk `booster` dan vaksinasi reguler
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:23 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan vaksin Merah Putih bis...
CIPS: Putusan MK soal UU Cipta Kerja berpotensi ganggu iklim investasi
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:11 WIB
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menilai putusan Mahk...
Warga Yogyakarta buruh pabrik rokok terima BLT dari cukai tembakau
Jumat, 03 Desember 2021 - 18:47 WIB
Sebanyak 148 warga Kota Yogyakarta yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok atau tembakau menerima ba...
Merger BGR ke dalam PT PPI bisa perluas penetrasi `trading logistics`
Jumat, 03 Desember 2021 - 17:59 WIB
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI sebagai BUMN klaster pangan mengungkapkan ter...
Bulog: Pendistribusian beras fortivit dilakukan secara bertahap
Jumat, 03 Desember 2021 - 17:47 WIB
Direktur Human Capital Perum Bulog, Purnomo Sinar Hadi mengatakan bahwa proses pendistribusian beras...
Pemkab Sampang salurkan bantuan tanggap darurat pada korban banjir
Jumat, 03 Desember 2021 - 17:35 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, Jumat, menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada...
BRIN bangun alat deteksi tsunami kabel bawah laut di Manggarai Barat
Jumat, 03 Desember 2021 - 17:12 WIB
​Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah membangun alat deteksi tsunami berbasis kabel opti...
InfodariAnda (IdA)